Wisata Alam Telaga (Situ) Patengan

Wisata Alam Telaga (Situ) Patengan

Wisata Alam Telaga (Situ) Patengan

Wisata Alam Telaga (Situ) Patengan
Wisata Alam Telaga (Situ) Patengan

Situ Patengan berada di areal perkebunan teh sekitar 50 km selatan Kota Bandung. Situ Patengan memiliki panorama alam yang sangat indah dengan di kelilingi perkebunan teh yang sangat segar. Di tambah lagi dengan udara yang sangat lah segar dan sejuk, cocok buat kita menyejukan diri. Perjalanan menuju ke Situ Patengan ini tidak lah sulit, keluar dari tol kopo, kita ambil ke arah ciwidey, melewati kawah putih turun lagi ke bawah, tidak jauh dari kawah putih.
Buat yang tidak membawa kendaraan pribadi, kita bisa menggunakan kendaraan umum dari terminal Ciwidey dengan tarif Rp. 5.000,- perorang termasuk tiket masuk (tiket masuk perorangan Rp. 1.000,-). Disepanjang jalan menuju Situ Patenggang kita di kelilingi hutan dan perkebunan teh yang sangat sejuk untuk di lihat. tidak hanya itu perkebunan strawbery juga banyak ditemui selama perjalanan. Umumnya perkebunan strawbery tersebut menyediakan fasilitas bagi pengunjung untuk memetik sendiri buah strawberry dari pohonnya yang ditanam pada kantong-kantong plastik, wah asik lah pokoknya 😀

Supaya kita bisa menikmati objek wisata ini telah di fasilitasi perahu yang bisa disewa untuk mengelilingi sebuah pulau kecil yang berada dibagian tengah danau yang bernama Pulau Sasuka ( Biaya penyewaan perahunya kalau saya tidak salah sekitar 10-20rb, pintar-pintar saja kita menawarnya 😀 ) Pulau ini tampak rindang dengan banyaknya pohon-pohon tinggi yang tumbuh didalamnya. Nah diseberang danau ada lokasi yang cukup menarik bagi saya, yaitu Batu Cinta yang konon kata orang sini dipercayai akan memberi kelanggengan cinta bagi pasangan yang datang berkunjung kelokasi tersebut, ahaha unik bukan 😀 saya pun penasaran dengan sejarahnya Situ Patengan dan Batu Cinta itu, saya bertanya kepada abang-abang yang membawa perahu itu, kira-kira begini ceritanya ” dulu ada seorang pangeran sama seorang putri saling jatuh cinta, tapi hubungan mereka tidak berjalan indah seperti yang mereka bayangkan, sehingga mereka menangisi keadaan yang telah menimpahnya, dan air mata mereka pun membentuk sebuah situ ini. Patengan sendiri di ambil dari bahasa sunda “pateang-teang” yang artinya saling mencari-cari, jadi lah situ ini disebut Situ Patengan. Pada akhirnya mereka b2 bertemu di sebuah batu yang ada di situ tersebut, jadilah di beri nama Batu Cinta.

Sumber : https://civitas.uns.ac.id/kasiono/wps-office-apk/