Tips Menghadapi Anak Manja dan Egois

Tips Menghadapi Anak Manja dan Egois

Setiap orang tua pasti hendak membahagiakan si kecil dengan selalu mengisi permintaannya. Hal itu memang boleh dilakukan. Namun, usahakan tidak berlebihan sebab dapat menciptakan anak jadi manja dan egois. Lantas, bagaimana andai anak telah terlanjur manja dan egois? Apa yang mesti dilaksanakan oleh orang tua guna menghadapi anak manja dan egois?

Yuk, simak tips menghadapi anak manja dan egois dalam tulisan ini!

Cara Menghadapi Anak Manja dan Egois

Dalam menghadapi anak manja dan egois, inilah tips yang bisa Anda terapkan:

1. Konsisten dengan perkataan Anda

Munculnya sifat manja pada anak, terkadang justru diakibatkan oleh orang tua yang tidak konsisten dengan ucapannya. Sebagai contoh, saat si kecil mohon sesuatu. Awalnya Anda menampik permintaan tersebut. Namun, saat si kecil terus merengek dan menangis, Anda lantas memberikan yang dia minta.

2. Berikan penjelasan

Saat anak tantrum sebab permintaannya tidak dituruti, tunggu dia hingga merasa capek dan tenang, lantas ajak bicara baik-baik. Beritahukan pada si kecil, dalil Anda menampik permintaannya tersebut.

3. Berikan pujian dan perhatian yang tulus

Saat anak mulai bersikap tenang dan menerima keterangan Anda dengan baik, apresiasi sikapnya dengan memberinya pujian dan pelukan. Meski tersiar sepele, tetapi pujian tersebut dapat menjadi semangat untuknya dalam mengerjakan tindakan positif lainnya.

4. Menjelaskan mengenai perilaku baik dan buruk pada si kecil

Mengajarkan dan mengindikasikan perilaku baik, barangkali sudah biasa Anda kerjakan pada si kecil. Namun, anak pun perlu diberitahu mengenai kelaziman atau perilaku buruk yang barangkali dia jumpai di sekitarnya.

5. Tegas bersikap

Katakan benar saat si kecil benar. Katakan salah saat si kecil salah. Jika kita memberinya pujian guna setiap kebajikan yang dia lakukan, maka tidak terdapat yang salah dengan memberinya hukuman saat si kecil mengerjakan kesalahan. Hukuman ini bertujuan supaya si kecil tidak mengulang tindakan buruknya di beda waktu.

Tindakan ini bukanlah untuk mengindikasikan sikap otoriter pada anak. Namun, semata supaya dia belajar mendirikan dan mematuhi peraturan, serta mempunyai kontrol diri semenjak kecil. Ketegasan kita ini, tergolong salah satu format perhatian dan kepedulian orang tua terhadap kemandirian dan karakter anak.

http://www.rescreatu.com/exit.php?p=https://www.pelajaran.co.id