Tips Kuliah Sambil Kerja

Tips Kuliah Sambil Kerja

Tips Kuliah Sambil Kerja

Tips Kuliah Sambil Kerja
Tips Kuliah Sambil Kerja

Tips Kuliah Sambil Kerja

Kuliah sambil kerja merupakan salah satu tren di kalangan mahasiswa. Yang melakukannya tidak hanya mahasisa dengan keterbatasan finansial tapi juga yang berkecukupan. Alasannya beragam. Mulai dari untuk membayar uang kuliah, menambah uang saku karena kiriman dari orang tua pas-pasan, hingga alasan mencari pengalaman. Saya salut dengan mahasiswa yang kuliah sambil kerja apapun alasannya, bahkan ketika mereka katakan sekedar untuk mengisi waktu luang. Mereka lebih baik jika dibandingkan mahasiswa yang menghabiskan waktu kosongnya hanya untuk nongkrong atau pacaran yang menghabiskan uang orang tuanya.
Namun tidak sedikit mahasiswa yang gagal menjalani kehidupan kuliah sambil kerja. Ada mahasiswa yang indeks prestasinya (IP) di bawah 2, bahkan ada yang di bawah satu. Ketika saya tanyakan alasannya, dia mengatakan bahwa dia kuliah sambil kerja. Penyebab utamanya adalah masalah waktu kerja yang terkadang mengganggu waktu kuliah. Kerja sampai larut malam sehingga sulit untuk bangun pagi, padahal jadwal kuliahnya banyak yang jam tujuh pagi. Ada juga yang memang sangat menikmati pekerjaan itu sehingga lebih mengutamakan pekerjaannya daripada kuliah.
Perlu diingat ketika kerja sambil kuliah adalah tugas utama sebagai mahasiswa yaitu kuliah. Kuliah adalah urusan nomor satu. Apalagi yang merantau. Jauh-jauh dikirim orang tua adalah untuk belajar, untuk kuliah. Jadi, ketika dihadapkan pada pilihan untuk kuliah atau kerja, maka pastikan untuk memilih kuliah. Ingat kembali niat ketika memutuskan untuk bekerja adalah untuk melancarkan kuliah. Tapi jika kerja malah menjadi penyebab kuliah berantakan atau hancur, maka tinggalkan pekerjaan tersebut. Insya Alloh akan ada jalan atau pekerjaan lain yang tidak mengganggu kuliah.
Nah, agar kerja sambil kuliah berjalan lancar, berikut beberapa tips yang bisa digunakan:
1.   Waktu kerja. Cari pekerjaan freelance atau part time yang waktu kerjanya tidak mengganggu kuliah. Misalnya jadi penulis lepas. Waktunya sangat fleksibel. Bisa dikerjakan kapanpun dan dimanapun.
2.   Gunakan waktu luang saat bekerja untuk belajar. Misalnya ketika bekerja menjadi penjaga butik. Pengunjung butik biasanya ramai hanya pada jam-jam tertentu saja. Saat sepi pengunjung, Anda bisa gunakan untuk mengerjakan tugas kuliah. Perlu diingat tidak semua pemilik usaha menerima hal ini. Kebanyakan mereka menginginkan waktu bekerja hanya diisi dengan bekerja. Padahal selama jam kerja itu tidak selalu ada pembeli ya.
3.   Sampaikan kepada pemilik usaha tentang status Anda. Hal ini agar pemilik bisa memberi beberapa toleransi kepada Anda di masa yang akan datang. Misalnya jika masa ujian tengah semester (UTS) atau ujian akhir semester (UAS)
4.   Cari pekerjaan yang waktunya fleksibel sehingga memungkinkan Anda untuk bertukar jam kerja dengan teman lain ketika ada jam kuliah tambahan atau yang dipindahkan.
5.     Gunakan pekerjaan untuk meningkatkan kemampuan kuliah Anda. Misalnya Anda adalah mahasiswa jurusan pemasaran, maka Anda bisa mencari pekerjaan freelance marketing. Karena ini merupakan bentuk lain dari belajar. Anda akan mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan pengetahuan atau teori yang  Anda terima di kelas. Learning by doing.
6.      Jarak. Tips lain yang tidak kalah penting adalah jumlah bayaran yang akan Anda terima. Jika mencari pekerjaan karena masalah financial misalnya untuk membayar uang kuliah, maka perlu dihitung antara waktu dan tenaga yang dikeluarkan. Termasuk perlu diperhatikan ongkos ke tempat kerja. Jangan sampai bayarannya terlihat besar, tapi setelah dikurangi ongkos perjalanan ternyata malah impas. Tidak ada yang bisa ditabung.