Tekanan Inflasi Bulan Maret Kemungkinan Berlanjut

Tekanan Inflasi Bulan Maret Kemungkinan Berlanjut

Tekanan Inflasi Bulan Maret Kemungkinan Berlanjut

Tekanan Inflasi Bulan Maret Kemungkinan Berlanjut
Tekanan Inflasi Bulan Maret Kemungkinan Berlanjut

BANDUNG–Forum Komunikasi Pengendali Inflasi (FKPI) Jawa Barat beserta TPID 27 Kabupaten/Kota harus terus meningkatkan koordinasi dalam rangka menjaga stabilitas pasokan kebutuhan pangan di Jawa Barat dan meminimalkan dampak kenaikan harga dari kelompok barang yang diatur pemerintah.

Yuda Agung, Pemimpin BI Jabar mengatakan kemungkinan inflasi tetap

terjadi di Bulan MAret karena sejumlah kebutuhan mernagkak naik.

“Tekanan inflasi diperkirakan masih cukup tinggi terutama yang bersumber dari administered prices melalui kebijakan pencabutan subsidi litrik untuk pelanggan daya 900VA kategori Rumah Tangga Mampu (RTM) tahap kedua yang berlaku per 1 Maret 2017,” ujarnya.

Pada tahap kedua, tarif untuk pelanggan golongan ini naik sebesar 30%.

Selain itu, meskipun inflasi volatile food saat ini masih relatif terkendali, namun perlu diwaspadai potensi peningkatan tekanan harga ke depannya baik memasuki bulan Ramadhan maupun imbas lanjutan dari kenaikan administered prices.

Kelompok harga diatur pemerintah (administered prices/AP) pada Februari

2017 tercatat mengalami inflasi bulanan sebesar 0,80% (mtm), menurun dibanding Januari sebesar sebesar 2,57% (mtm). Secara tahunan, inflasi kelompok AP pada Februari 2017 mencapai 4,67% (yoy).

Kebijakan pemerintah menaikkan tarif listrik untuk pelanggan golongan 900VA pada awal tahun 2017 masih memberikan dampak hingga Februari 2017, khususnya untuk pelanggan pasca bayar. Pada Januari 2017, kenaikan tarif listrik memberikan andil sebesar 0,26% (mtm) sementara pada Februari 2017 memberikan andil sebesar 0,12% (mtm). jo

 

Sumber :

http://softwarelivre.org/ojelhtc88/blog/klasifikasi-tumbuhan-paku