SMKN 12 Bandung Buktikan Lulusannya Tidak Jadi Pengangguran

SMKN 12 Bandung Buktikan Lulusannya Tidak Jadi Pengangguran

SMKN 12 Bandung Buktikan Lulusannya Tidak Jadi Pengangguran

SMKN 12 Bandung Buktikan Lulusannya Tidak Jadi Pengangguran
SMKN 12 Bandung Buktikan Lulusannya Tidak Jadi Pengangguran

Keraguan masyarakat mengenai isu lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) penyumbang pengangguran banyak, ditepis SMKN 12 Bandung. Bekerja sama dengan PT JABIL, perusahaan publik asal Amerika Serikat yang memproduksi detail part component untuk pesawat terbang baik secara system, engine maupun structure, SMKN 12 mengadakan proses penjaringan tenaga kerja khusus bagi lulusannya.

Menurut Ketua Bursa Kerja Khusus (BKK) SMKN 12 Bandung, Ambar Muwardi, pernyataan bahwa SMK merupakan penyumbang pengangguran terbanyak kurang tepat. Karena, sekolahnya sudah memberikan peluang bagi para lulusan untuk bekerja di berbagai perusahaan. Hal ini dibuktikan dengan penanganan sekolah melalui BKK yang menjembatani kerja sama antara perusahaan dengan sekolah.

Ia menyakini, selain SMKN 12, masih banyak sekolah yang juga berusaha keras memberikan jaminan kerja kepada lulusannya.

“Tim BKK bertugas mencari perusahaan yang mungkin membutuhkan lowongan pekerjaan. Selain itu, kita juga menawarkan kompetensi apa saja yang dimiliki sekolah kepada setiap perusahaan. Apabila sudah ada kesepakatan maka dijalinlah proses penerimaan calon pekerja,” ujar Ambar saat ditemui di  ruang kerja di SMKN 12 Bandung, Jln. Pajajaran No.92, Kota Bandung, Jumat (8/8/2019).

Bahkan, lanjut Ambar, setiap tahun sekolahnya menerima banyak permintaan dari perusahaan penerbangan. Mulai dari PT Dirgantara Indonesia, Merpati Airlines hingga Garuda Airlines. Juga beberapa perusahaan lain, seperti Astra Honda Motor dan perusahaan vaksin.

 “Jadi, rekrutment yang dilakukan hari ini bukan yang pertama kali. Kami

sudah melakukannya beberapa tahun ke belakang. Yang lebih membanggakan, kami pernah kehabisan stok siswa karena banyaknya permintaan dari perusahaan,” ungkapnya.

Sekolah yang memiliki jurusan permesinan pesawat udara, konstruksi rangka pesawat udara, konstruksi badan pesawat udara, elektronika pesawat udara, kelistrikan pesawat udara serta airframe dan powerplant ini, menjamin lulusannya siap bekerja. Terlebih, jurusan di SMKN 12 Bandung lebih dominan di bidang manufaktur dibandingkan maintenance. Sehingga, permintaan pekerja tidak hanya berasal dari perusahaan penerbangan, tapi juga dari perusahaan umum.

Ambar mengungkapkan, banyaknya permintaan tersebut menjadi faktor

keberhasilan SMKN 12 Bandung. Banyak perusahaan memuji soft skill yang dimiliki para siswa. Pihak sekolah memang lebih menitikberatkan pembelajaran soft skill karena dunia kerja berkaitan dengan kedisiplinan, taat perarturan, etos kerja, kerja sama, komunikasi serta tutur kata dan tingkah laku baik. Sedangkan hard skill bisa secara khusus dilatih oleh perusahaan.

“Kebanyakan perusahaan mengaku mudah mengasah keahlian mereka,

tetapi berkenaan dengan tutur kata dan tata krama membutuhkan waktu yang lama. Maka dari itu, sekolah berperan melatih soft skill siswa,” ujarnya menutupi perbincangan.***

 

Sumber :

https://dogetek.co/sejarah-voc-di-indonesia/