Oppo F9, Model Kelir Khas Matahari Terbit Sampai Langit Malam

Oppo F9, Model Kelir Khas Matahari Terbit Sampai Langit Malam

Hanya selang sebulan setelah memboyong flagship Find X , Oppo kembali meluncurkan generasi penerus seri F. Oppo F9 secara resmi diluncurkan pada Kamis (23/8) untuk menyasar segmen menengah.

Oppo F9, Model Kelir Khas Matahari Terbit Sampai Langit Malam

Untuk urusan dapur pacu, F9 dibekali prosesor MediaTek Helio P60 dengan RAM 4 GB dan ROM 64 GB yang mampu diperluas hingga 256 GB dengan bantuan microSD. Oppo F9 juga dikawinkan dengan sistem oeprasi ColorOS 5.2 berbasis Android Oreo dan fitur Smartbar yang diklaim bisa memaksimalkan multitasking.

Desain glossy elegan

Oppo F9 mengadopsi tren ponsel berponi (notch) yang dinamakan ‘waterdrop screen’ lantaran ukurannya yang kecil menyerupai tetesan air. Uniknya tepat di atas poni minimalis ini tersemat sebuah sensor kamera dan speaker.

Layar seluas 6,3 inci dengan aspek rasio 19,5:9 dan resolusi 2.340×1.080 piksel. Presentase layar F9 dibuat mencapai 90,8 persen yang diklaim bisa memaksimalkan pengalaman visual layar.

Di bagian belakang, Oppo menghadirkan tiga jenis kelir yang terinsipirasi fenomena langit pada pagi dan malam hari yakni Surise Red, Twilight Blue, dan Starry Purple. Gradient Spraying Technology menbuat gradasi warna tampak halus di bagian belakang dan pinggiran bezel. Pola kelopak bunga di bagian belakang membuatnya tampak berkilau ketika terpapar cahaya matahari.

Khusus untuk kelir Starry Purple kabarnya akan dirilis menyusul pada 20 September mendatang. Opsi warna ini menghadirkan gradasi warna ungu yang dilengkapi glitter untuk merepresentasikan langit malam bertabur bintang.

Penempatan tombol volume berada di sisi kiri dan bersebelahan dengan slot kartu SIM. Sementara tombol power berada di sisi kanan. Enam buah speaker, port harger dan audio jack berada di bagian belakang. Pemindai sidik jari dan kamera berada tepat di badan belakang ponsel.

Pengisian baterai kilat

Teknologi VOOC Flash Charge membuat F9 pengisian daya diklaim empat kali lebih cepat dibandingkan pengisian biasa. Teknologi ini sejatinya telah dikembangkan Oppo sejak 2004 silam.

Di sela peluncuran, marketing plan Suwanto melakukan uji coba pada ponsel yang masih memiliki sisa baterai 34 persen. Setelah 20 menit, baterai ponsel bertambah hingga 70 persen.

Oppo mengklaim teknologi ini dilengkapi dengan lima lapisan pelindung yang tersebar di adaptor, kabel USB, charging port, baterai, dan konektor baterai. Lapisan-lapisan pelindung tersebut memastikan perangkat tetap aman digunakan sambil dayanya diisi.

Kamera belakang ganda

F9 menjadi ponsel pertama Oppo di seri F yang memilii bekal kamera ganda di bagian belakang. Masing-masing memiliki resolusi 16MP dan 2 MP dengan diafragma f/1.8 dan f/2.4.

Tak lupa, Oppo kembali membekali kamera belakang dengan fitur AI beautification. Sementara AI scene recognition diklaim membuat hasil maksimal saat mengambil objek wajah dan pemandangan.

Sementara di bagian kamera depan, F9 mengusung lensa 25 MP yang dilengkapi HDR Sensor dan AI Beauty Technology 2.1 yang mampu memindai 296 titik spesifik pada wajah.

Tak lupa fitur-fitur tambahan lain seperti AR Sticker pada mode foto dan video, https://www.caraflashandroid.com/ mode Super Vivid yang membuat foto dan video lebih kaya warna, serta fitur video slow motion.

Kurang nyaman untuk tangan mungil

Bagi pemilik tangan mungil, ponsel seharga Rp4,3 juta ini terasa kurang nyaman untuk digenggam dalam waktu lama. Hal itulah yang dirasakan CNNIndonesia.com saat menjajalnya sesaat.

Ponsel ini terasa berukuran terlalu besar untuk digenggam dengan satu tangan sehingga terasa kurang praktis. Bahan metalik yang melapisi bagian belakang ponsel juga membuatnya mudah meninggalkan jejak sidik jari.