Mendikbud: Aplikasi Nyata Revolusi Mental Sudah Diterapkan di Sekolah

Mendikbud Aplikasi Nyata Revolusi Mental Sudah Diterapkan di Sekolah

Mendikbud: Aplikasi Nyata Revolusi Mental Sudah Diterapkan di Sekolah

Mendikbud Aplikasi Nyata Revolusi Mental Sudah Diterapkan di Sekolah
Mendikbud Aplikasi Nyata Revolusi Mental Sudah Diterapkan di Sekolah
Aplikasi nyata dari gerakan Revolusi Mental sudah mulai diterapkan di lingkungan sekolah. Bentuknya salah satunya adalah Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti di Sekolah. Hal tersebut diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan ketika berbicara di Diskusi Panel dengan tajuk “Revolusi Mental Pers Indonesia Menuju Pers Profesional dan Sejahtera”, di Hotel Lombok Raya Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (8/2/2016).

“Di dunia pendidikan ini kita lebih dari sekedar melaksanakan Revolusi

Mental, tapi kita memberikan contoh-contoh aplikasi dari Revolusi Mental tersebut agar dapat diterapkan,” kata Anies. Menurutnya, dengan contoh-contoh penerapan Revolusi Mental di sekolah, pihak sekolah memiliki panduan untuk mengaplikasikannya.
Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti di Sekolah tersebut tidak hanya dimasukkan ke kegiatan intra kurikuler saja, namun juga kegiatan ekstra kurikuler, dan non kurikuler. “Karakter seperti kepemimpinan misalnya tidak dapat diperoleh dalam kegiatan intra kurikuler, namun pada kegiatan di luar itu,” tambah Mendikbud.

Selain itu pemerintah juga menaruh perhatian serius pada aspek integritas

pelaku pendidikan. Salah satu praktiknya adalah pemerintah mengapresiasi sekolah dengan indeks integritas yang tinggi. “Kita juga akan membuka informasi indeks integritas UN ini seluas-luasnya agar ada rasa malu bagi daerah yang integritasnya rendah,” katanya.

Mendikbud yang berbicara di depan para insan pers tersebut, mengajak

para insan pers mengawal gerakan Revolusi Mental yang dilaksanakan pemerintah. Informasi yang mendidik yang disampaikan para insan pers dapat menjadi oksigen bagi tumbuhnya ekosistem pendidikan dan kebudayaan di Indonesia. “Mari kita kawal gerakan ini bersama-sama,” ajak Mendikbud.