Kompetensi Kapasitas Guru Perlu Ditingkatkan

Kompetensi Kapasitas Guru Perlu Ditingkatkan

Kompetensi Kapasitas Guru Perlu Ditingkatkan

Kompetensi Kapasitas Guru Perlu Ditingkatkan
Kompetensi Kapasitas Guru Perlu Ditingkatkan

Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL) berkomitmen meningkatkan kapasitas guru yang berada di wilayah operasinya Bojonegoro. Hal tersebut dibuktikan dengan mengadakan seminar Penelitian Tindak Kelas (PTK) di Pusat Belajar Guru (PBG) Kabupaten Bojonegoro.

Perwakilan dari EMCL, Rexy Mawardijaya mengatakan, PTK kali ini bertujuan untuk meningkatkan potensi guru supaya lebih piawai lagi dalam membuat progam kelas dan mampu mengemas belajar mengajar lebih menarik dan tentunya diminati oleh peserta didik.

“Banyak guru yang memiliki skill mumpuni, namun lemah dalam hal penyampaian. Terbukti, guru-guru cenderung lebih lambat daripada siswa, lantaran siswa lebih cepat mengakses informasi,” kata Rexy, Minggu (25/2).

EMCL sendiri, merupakan perusahaan multinasional yang bergerak di bidang eksplorasi minyak dan gas di Bojonegoro. Acara ini berlangsung selama dua hari, tanggal 24-25 Februari 2018.

Pelatihan tersebut, diikuti 170 guru di Kabupaten Bojonegoro, dari tingkat

Sekolah Taman Kanak-kanak (TK) sampai guru tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini diadakan oleh ExxonMobile Cepu Limited (EMCL) dengan menggandeng Putra Sampoerna Fondation (PSF) dan Pusat Belajar Guru (PBG) Kabupaten Bojonegoro.

“Seluruh perwakilan guru dari masing-masing sekolah di Bojonegoro mengikuti seminar PTK ini,” jelas ketua panitia PBG, Anam Syaifudin.

Lanjut Anam, seminar tersebut juga mendatangkan narasumber dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), yakni Prof. dr Muklas. Serta, ada pemakalah dari beberapa sekolah di Kabupaten Bojonegoro.

Sementara itu, menurut Projek Leader PSF, Angaripeni menyampaikan,

untuk perwakilan masing-masing sekolah akan mempresentasikan masih-masing PTK-nya, yang mana PTK tersebut adalah hasil murni dari penelitian mereka.

Sehingga, ke depanya, para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut mampu menjadikan PTK sebagai refrensi untuk mengajar agar lebih baik lagi. “Ke depannya, selain proses belajar mengajar lebih baik lagi, tentunya potensi guru yang berada di Kabupaten Bojonegoro semakin meningkat,” ujar Angaripeni.

Dalam proses belajar mengajar, PTK sebuah solusi atau pembeda untuk

menghadapi peserta didik pada era sekarang, karena murid era sekarang cenderung lebih aktif dan kritis. Sedangkan, seminar sendiri dibagi menjadi 4 rumpun kelas, yaitu kelas IPA, IPS, Bahasa dan kelas lain-lain, yang mencakup Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Olahraga.

“Kita juga akan turut serta mendampingi dalam penulisan artikel ilmiyah dan tentunya, harapan kami artikel itu bisa dipublis ke jurnal ilmiah,” tutupnya.

 

Sumber :

https://dcc.ac.id/blog/penggunaan-huruf-kapital/