Keberadaan PKL Akibat Perpindahan Penduduk

Keberadaan PKL Akibat Perpindahan Penduduk

Keberadaan PKL Akibat Perpindahan Penduduk

Keberadaan PKL Akibat Perpindahan Penduduk
Keberadaan PKL Akibat Perpindahan Penduduk

  Perpindahan penduduk dari desa ke kota (migrasi desa-kota) merupakan suatu faktor utama yang mendorong pesatnya pertumbuhan kota-kota di negara sedang berkembang, tidak terkecuali di Indonesia. Hal ini dipacu oleh kondisi kehidupan yang buruk di daerah pedesaan yang menyebabkan kemiskinan di pedesaan, dan keragaman peluang kerja di kota dengan tingkat upah yang relatif lebih tinggi, sebagai faktor penarik yang diidentifikasikan oleh beberapa peneliti sebagai pencetus penduduk untuk melakukan migrasi ke kota.

Hal yang mendasari terjadinya kondisi ini, berdasarkan kajian ahli ekonomi Michael P Todaro, disebabkan oleh implikasi dari kebijakan sistem ekonomi di negara berkembang yang terlalu mementingkan modernisasi industri dan terlalu mengutamakan sektor modern di kota. Akibatnya dengan melihat kondisi yang terjadi di wilayah perkotaan, yaitu membengkaknya migrasi ke kota, tingginya angkatan kerja dan keterbatasan lapangan kerja dalam menyerap tenaga kerja di perkotaan menyebabkan berkembangnya sektor usaha tersier atau yang dikenal dengan sektor informal.

Sektor tersier ini berhubungan positif dengan tingkat urbanisasi yang tinggi dan tingkat perkembangan ekonomi yang tinggi diperkotaan. Sektor informal dapat didefinisikan sebagai negatif (kebalikan) dari sektor formal yaitu mengacu pada tingkat rasionalisasi pekerjaan, adanya birokrasi dan pekerja diatur atas dasar gaji tetap. Sehingga dengan demikian sektor informal dapat diartikan tidak memiliki tingkat rasionalisasi pekerjaan, tidak ada birokrasi dan tidak memiliki sistem penggajian yang tetap dan teratur. Salah satu fenomena sektor informal yang menjadi sorotan di wilayah perkotaan adalah adanya pedagang kaki lima (PKL).
Pedagang kaki lima (PKL) merupakan fenomena yang umum ditemui di perkotaan di Indonesia. Pertumbuhan PKL terkait dengan pertumbuhan penduduk, angkatan kerja dan lapangan kerja di sektor formal, karena pada umumnya sektor informal terjadi akibat ketidakmampuan sektor formal dalam menyerap tenaga kerja dan juga pertumbuhan PKL berimplikasi terhadap permasalahan ruang tempat berusaha. Keberadaan PKL sepertinya telah menjadi sesuatu permasalahan besar di daerah perkotaan karena dituduh sebagai biang keladi kesemrawutan kota dan kemacetan lalu lintas. Hal ini dapat kita dengar dan saksikan dari berita-berita baik di televisi maupun di surat kabar-surat kabar dimana masyarakat maupun pemerintah kota setempat merasa tidak nyaman dengan adanya PKL. Tetapi selain itu PKL sebenarnya memiliki pengaruh yang besar bagi pertumbuhan ekonomi kota. Dengan demikian, sebenarnya keberadaan PKL ini sesuatu yang menguntungkan atau merugikan.