JENIS-JENIS SKALA SIKAP

JENIS-JENIS SKALA SIKAP

JENIS-JENIS SKALA SIKAP

JENIS-JENIS SKALA SIKAP
JENIS-JENIS SKALA SIKAP

Ada beberapa bentuk skala yang dapat digunakan untuk mengukur sikap, antara lain :

1)      Skala Likert

Skala ini disusun dalam bentuk suatu pernyataan dan diikuti oleh lima respons yang menunjukkan tingkatan. Misalnya, seperti yang telah dikutip yaitu :

SS      = sangat setuju;

S        = setuju;

TB     = tidak berpendapat;

TS      = tidak setuju;

STS    = sangat tidak setuju.

2)      Skala pilihan ganda

Skala ini bentuknya seperti soal bentuk pilhan ganda, yaitu suatu pernyataan yang diikuti oleh sejumlah alternatif pendapat.

Contoh:

Dalam suatu upacara bendera:

  1. Setiap peserta harus dengan khidmat mengikuti jalannya upacara tanpa kecuali.
  2. Peserta diperbolehkan berbicara asal dalam batas-batas tertentu dan tidak mengganggu jalannya upacara.
  3. Dalam keadaan terpaksa peserta boleh berbicara tetapi hanya dengan berbisik.
  4. Peserta boleh (merdeka) berbicara asal tertib.

    Skala seperti ini dikembangkan oleh Inkels, seorang ahli penilaian di Stanford University.

3)      Skala Thurstone

Skala Thurstone merupakan skala mirip skala buatan Likert karena merupakan suatu instrument yang jawabannya menunjukkan tingkatan.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
A B C D E F G H I J K
very favourable neutral very unfavourable

Pernyataan yang diajukan kepada responden disarankan oleh Thurstone kira-kira 10 butir, tetapi tidak kurang dari 5 butir.

4)      Skala Guttman

Skala ini sama dengan yang disusun oleh Bogardus, yaitu berupa tiga atau empat buah pernyataan yang masing-masing harus dijawab “ya” atau “tidak”. Pernyataan-pernyataan tersebut menunjukkan tingkatan yang berurutan sehingga bila responden setuju pernyataan nomor 2, diasumsikan setuju nomor 1. Selanjutnya jika responden setuju dengan pernyataan nomor 3, berarti setuju pernyataan nomor 1 dan 2.

Contoh:

  1. Saya mengizinkan anak saya bermain ke tetangga.
  2. Saya mengizinkan anak saya pergi ke mana saja ia mau.
  3. Saya mengizinkan anak saya pergi kapan saja dan ke mana saja.
  4. Anak saya bebas pergi ke mana saja tanpa minta izin terlebih dahulu.

5)      Semantic differential

Instrumen yang disusun oleh Osgood dan kawan-kawan ini mengukur konsep-konsep untuk tiga dimensi. Dimensi-dimensi yang ada diukur dalam kategori: baik-tidak baik, kuat-lemah, dan cepat-lambat atau aktif-pasif, atau dapat juga berguna-tidak berguna. Dalam buku Osgood dikemukakan adanya 3 (tiga) faktor untuk menganalisis skalanya:

  1. a)Evaluation (baik-buruk);
  2. b)Potency (kuat-lemah);
  3. c)Activity (cepat-lambat);
  4. d)Familiarity (tambahan Nunnally).

Contoh:

                                                            Main Musik

Baik 1 2 3 4 5 6 7 Tidak baik
Berguna 1 2 3 4 5 6 7 Tidak berguna
Aktif 1 2 3 4 5 6 7 Pasif

Cara ini dapat digunakan untuk mengetahui minat atau pendapat siswa mengenai sesuatu kegiatan atau topik dari suatu mata pelajaran.

6)      Pengukuran minat

Di samping menggunakan skala seperti dicontohkan di atas, minat juga dapat diukur dengan cara seperti di bawah ini:

  1. Mengunjungi perpustakaan:

                  SS        S          B         AS       TS        STS

  1. Sandiwara:      SS        S          B         AS       TS        STS

Pilihan: Senang sampai dengan sangat tidak senang dapat ditentukan sendiri. Boleh juga diteruskan sampai 11 skala.

Sumber: https://sel.co.id/