Fakta Pekerja Berkebutuhan Khusus di Indonesia

Fakta Pekerja Berkebutuhan Khusus di Indonesia

Pernahkah Anda membayangkan bahwa berasal dari lebih dari satu banyak jumlah pengangguran di Indonesia merupakan saudara kita yang mempunyai keperluan khusus?

Dilansir berasal dari Detik Finance (8/8/2017), Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dakhiri menyebutkan bahwa jumlah keseluruhan penyandang disabilitas di Indonesia sebanyak 21 juta jiwa. Dari jumlah selanjutnya yang berusia kerja sebanyak 11 juta jiwa. Namun jumlah pengangguran yang menyandang disabilitas di Indonesia kini udah menyusut menjadi 4% berasal dari jumlah selanjutnya di beragam sektor pekerjaan.

Menteri Ketenagakerjaan rupanya benar-benar benar-benar mendambakan memperjuangkan hak para penyandang disabilitas, terbukti terhadap acara pembukaan Pameran Kesempatan Kerja (Job Fair) Nasional XVII Tahun 2018 di Hotel Bumi Wiyata Kota Depok, Jawa Barat, beliau memberikan penghargaan kepada 10 perusahaan yang mempekerjakan penyandang disabilitas (4/7/2018). Berikut 10 perusahaan tersebut:

PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, Surakarta bersama 3 orang pekerja penyandang disabilitas.
PT United Farmatic Indonesia, Sidoarjo bersama 32 orang pekerja penyandang disabilitas.
PT Kanindo Makmur Jaya, Jepara bersama 56 orang pekerja penyandang disabilitas.
PT Samwon Busana Indonesia, Jepara bersama 17 orang pekerja penyandang disabilitas.
PT Primayudha Mandiri Jaya, Boyolali bersama 20 orang pekerja penyandang disabilitas.
PT. Komitrindo Emporio, Bantul bersama 6 orang pekerja penyandang disabilitas.
PT Giat Usaha Dieng, Kubu Raya bersama 3 orang pekerja penyandang disabilitas.
PT Asia Sandang Maju Abadi, Semarang bersama 20 orang pekerja penyandang disabilitas.
CV Ubud Corner, Gianyar bersama 3 orang pekerja penyandang disabilitas.
PT Tri Mitra Makmur, Tarakan bersama 3 orang pekerja penyandang disabilitas.

Kebijakan mengenai pemberdayaan penyandang disabilitas ini ternyata udah diatur di dalam Undang-undang No. 8 Tahun 2016 mengenai Penyandang Disabilitas yaitu perusahaan swasta diamanatkan untuk mempekerjakan 1 prosen penyandang disabilitas berasal dari keseluruhan pekerjanya, namun perusahaan BUMN sebanyak 2 persen.

Sebuah apresiasi untuk Menaker, Hanif Dakhiri, yang udah mengusahakan perubahan ini, kini kesempatan untuk penyandang disabilitas makin lama banyak di Indonesia dan jumlah angka pengangguran pun berkurang. Sebab disabilitas atau bukan, semua orang mempunyai hak yang mirip di dalam hidup.

Sumber : https://www.biologi.co.id/