Memahami Perbedaan Gelombang Transversal dan Longitudinal

Memahami Perbedaan Gelombang Transversal dan Longitudinal

tahukah anda perihal gelombang suara? Iya, gelombang suara. Di mana gelombang ini bertugas menghantarkan nada dari sumber nada ke telinga kami lho. Nah, gelombang nada ini merupakan keliru satu perumpamaan dari penerapan gelombang.

Gelombang merupakan getaran yang merambat, yang membawa kekuatan selama perambatannya. Nah, berdasarkan arah rambatannya, gelombang ini dibagi jadi 2, yaitu gelombang transversal dan longitudinal. Pada artikel kali ini kami akan mengkaji perbedaan dari ke-2 gelombang itu lho. Yuk check this out!

Gelombang yang pertama adalah gelombang transversal. Gelombang ini merupakan gelombang yang arah getar partikel medium perantaranya tegak lurus terhadap arah gelombang. Hmm, bingung ya?

Sederhananya, gelombang transversal itu merupakan gelombang yang bergerak tegak lurus terhadap arah energi. Nah, kalau kekuatan yang ditransfer dari arah kiri ke kanan, maka gelombang berikut akan bergerak naik dan turun dari arah kiri ke arah kanan.

Beberapa perumpamaan dari penerapan gelombang transversal ini adalah gelombang cahaya, gelombang terhadap tali, dan gelombang terhadap permukaan air.

Nah, seterusnya adalah gelombang longitudinal. Berbeda bersama transversal, gelombang longitudinal merupakan gelombang yang arah getar partikel medium perantaranya sejajar atau berhimpit bersama arah rambatannya.

Maksudnya tuh Squad, gelombang ini punyai arah getar yang sejajar bersama arah rambatannya. Mulai pusing? Bingung?

Tuh, bentuknya berbeda, kan, bersama gelombang transversal sebelumnya. Bentuk longitudinal ini agak unik. Dia melingkar-melingkar bersama susunan rapatan dan regangan.

Lucu ya bentuknya. Nah, untuk perhitungan panjang satu gelombang longitudinal ini dinyatakan didalam satu rapatan dan regangan ya Squad!

Terakhir nih, perumpamaan dari penerapan gelombang longitudinal ini adalah gelombang suara, gelombang plasma, dan gelombang slinki (pegas).

Jadi, perbedaan antara gelombang transversal dan longitudinal itu banyak ya? Mulai dari perbedaan jenis arah rambatannya, perbedaan bentuk gelombangnya, sampai penerapan gelombang ini didalam kehidupan sehari-hari itu beda ya.

Sumber : https://www.gurukelas.co.id

Mengapa Petir Bisa Terjadi?

Mengapa Petir Bisa Terjadi?

Siapa yang tetap ingat adegan sementara Thor, Groot dan Rocket Raccoon mendarat di Wakanda? Keren banget ya! Apalagi kehadiran mereka dibuat lebih dramatis sebab ada petir berasal dari palu barunya Thor. Di film sih keren, tapi anda tau nggak terkecuali di dunia nyata petir adalah momen alam yang terlampau ditakuti oleh banyak orang. Selain sebab kilatannya, petir terhitung mempunyai suara yang dahsyat. Di sisi lain, petir terhitung terlampau beresiko sebab terkecuali seseorang tersambar petir, maka badannya bakal terbakar. Aduh… Serem ya Squad?! Nggak heran kan terkecuali ada banyak orang yang kuatir petir.

Ngomong-ngomong soal petir, yang kerap kita menyaksikan di dunia nyata asalnya bukan berasal dari palu Thor ya Squad! Petir berjalan sebab gesekan antar awan yang melahirkan elektron-elektron bebas. Elektron? Apaan tuh? Jadi, petir adalah tidak benar satu momen yang berkaitan bersama dengan listrik statis. Sebelum anda pusing mikirin petir, bahkan mikirin Thor, saat ini kita studi listrik statis sama-sama yuk!

Listrik statis adalah suatu kumpulan muatan listrik didalam jumlah spesifik yang tidak mengalir atau selamanya (statis). Listrik statis timbul sebab benda-benda yang beraliran listrik saling berpautan tanpa ada sumber daya listrik. Dengan kata lain, benda berikut mampu menghasilkan proton dan elektron tanpa gunakan pembangkit listrik.

Kamu pasti pernah kan studi perihal atom di pelajaran Kimia? Atom merupakan suatu dasar materi yang terdiri atas inti atom yang dikelilingi oleh elektron.

inti atom terdiri berasal dari proton dan neutron, sementara elektron bergerak mengelilingi inti atom didalam lintasan spesifik (berada di kulit atom). Nah, listrik statis ini berjalan sebab ada pindahan elektron. Benda jadi bermuatan sebab elektronnya dipindahkan berasal dari benda satu ke benda lain.

Listrik statis yang berisi muatan positif dan negatif memenuhi sifat-sifat muatan listrik. Suatu atom dikatakan netral andaikata jumlah proton di inti mirip bersama dengan jumlah elektron di kulit, dikatakan bermuatan positif andaikata jumlah proton di inti lebih banyak daripada jumlah elektron di kulit, dan dikatakan bermuatan negatif terkecuali jumlah proton di inti lebih sedikit daripada jumlah elektron di kulit.

Dari sifat-sifat muatan tersebut, mampu memungkinkan berjalan interaksi. Interaksi berikut mampu jadi tarik-menarik atau tolak-menolak.

Oh iya, pada th. 1785, Charles Agustin Coulomb mendapatkan hukum dasar perihal jenis listrik antara dua partikel bermuatan yang berbunyi: “Besarnya jenis tarik menarik atau tolak menolak antara dua benda bermuatan listrik berbanding lurus bersama dengan muatan masing-masing benda dan berbanding terbalik bersama dengan kuadrat jarak antara kedua benda tersebut”. Hukum ini dikenal bersama dengan Hukum Coloumb.

Ada tiga langkah untuk memberi muatan pada listrik statis, yaitu: penggosokan, konduksi dan induksi.

Penggosokan

Benda-benda di bawah ini mampu mempunyai muatan listrik bersama dengan langkah digosok bersama dengan benda lain.

Konduksi

Cara yang kedua adalah bersama dengan konduksi. Apa itu konduksi? Konduksi adalah mendekatkan benda yang bermuatan listrik ke benda yang tidak bermuatan listrik. Dengan begitu, benda yang tadinya tidak mempunyai muatan listrik bakal mempunyai muatan listrik.

Induksi

Terakhir adalah bersama dengan induksi yaitu mengatasi muatan listrik di didalam suatu penghantar. Caranya adalah bersama dengan mendekatkan benda yang bermuatan listrik ke penghantar yang dinamakan bersama dengan elektroskop.

Tadi, di awal artikel udah dikasih deskripsi sedikit perihal fenomena alam yang kerap berjalan di lebih kurang kita kan? Ya, petir. Petir merupakan tidak benar satu fenomena alam yang mampu kita saksikan. Yuk, kita bahas sedikit ulang perihal fenomena listrik statis tersebut.

Fisika pasti ada di mana-mana dan kapan saja, terhitung terhitung bersama dengan fenomena listrik statis ini. Salah satunya adalah petir yang kita sebut di awal artikel tadi. Bukan petirnya Thor ya Squad, tapi petir yang kerap kita lihat. Petir mampu berjalan sebab awan yang bergesekan satu mirip lain.

Setelah proses pergesekan lahirlah elektron-elektron bebas yang kemudian berkumpul dan saling menguatkan satu bersama dengan lainnya, sehingga mempunyai lumayan beda potensial untuk menyambar permukaan bumi. Saking berbahayanya petir, kini dibuat alat penangkal petir yang biasa dipasang di bangunan-bangunan tinggi.

Cara kerja alat penangkal petir ini berdasarkan prinsip induksi muatan listrik yaitu mengatasi antara proton dan elektronnya. Jadi, petir yang menyambar di antara bangunan-bangunan tinggi tidak bakal membahayakan bangunan dan juga penghuninya sebab ada pindahan muatan listrik.

Selain petir dan penangkalnya, fenomena listrik statis yang lain adalah saat kita mendekatkan punggung tangan ke televisi yang baru saja dimatikan. Seketika tangan kita bakal merasa disetrum oleh layar televisi tersebut. Ada terhitung rambut kering yang berbunyi gemerisik halus saat disisir bersama dengan sisir plastik, selanjutnya terkecuali sisir berikut didekatkan ke kertas kecil-kecil, kertas berikut bakal melekat ke sisir plastik.

Baca Juga :

Materi Metode Sosiodrama

Materi Metode Sosiodrama

Metode Sosiodrama
Metode Sosiodrama

PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Metode pembelajaran adalah cara-cara atau teknik penyajian bahan pelajaran yang akan digunakan oleh guru pada saat menyajikan pelajaran,baik secara individual atau kelompok.
Oleh karenanya kita sebagai calon guru harus memahami berbagai metode yang dapat untuk menciptakan proses belajar mengajar yang menarik.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang dapat kita kupas pada makalah ini antara lain:
1. Bagaimana konsep metode sosio drama itu?
2. Bagaimana langkah-langkah penyajiannya?
3. Materi apa saja yang cocok dengan metode sosio drama?
4. Apa saja kelebihan dan kekurangan metode sosio drama?
5. Bagaimana RPP yang menggunakan metode sosio drama?
C. Tujuan
Adapun tujuan di buatnya makalah ini adalah agar kita memahami dan bisa menerapkan metode sosio drama ketika proses belajar mengajar.


BAB II
PEMBAHASAN
A. KONSEP SOSIO DRAMA/BERMAIN PERAN
1. Pengertian sosio drama/Bermain peran.
Metode sosiodrama dan bermain peranan merupakan dua buah metode mengajar yang mengandung pengertian yang dapat dikatakan sama dan karenanya dalam pelaksanaan sering disilih gantikan. Istilah sosiodrama berasal dari kata sosio = sosial dan drama. Kata drama adalah suatu kejadian atau peristiwa dalarn kehidupan manusia yang mengandung konflik kejiwaan, pergolakan, clash atau benturan antara dua orang atau lebih. Sedangkan bermain peranan berarti memegang fungsi sebagai orang yang dimainkannya, misalnya berperan sebagai Lurah, penjudi, nenek tua renta dan sebagainya.


Sosiodrama dimaksudkan adalah suatu cara mengajar dengan jalan mendramatisasikan bentuk tingkah laku dalam hubungan sosial
Pada metode bermain peranan, titik tekanannya terletak pada keterlibatan emosional dan pengamatan indera ke dalam suatu situasi masalah yang secara nyata dihadapi. Kedua istilah ini (sosiodrama dan bermain peranan), kadang-kadang juga disebut metode dramatisasi. Hanya bedanya kedua metode tersebut tidak disiapkan terlebih dahulu naskahnya.
Kedua metode tersebut biasanya disingkat menjadi metode “sosiodrama” yang merupakan metode mengajar dengan cara mempertunjukkan kepada siswa tentang masalah-masalah hubungan sosial, untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu. Masalah hubungan sosial tersebut didramatisasikan oleh siswa dibawah pimpinan guru, Melalui metode ini guru ingin mengajarkan cara-cara bertingkah laku dalam hubungan antara sesama manusia.


2. Penggunaan sosio drama/ bermain peran dalam pembelajaran.
Peranan sosiodrama dapat digunakan apabila:
1. Pelajaran dimaksudkan untuk melatih dan menanamkan pengertian dan perasaan seseorang.
2. Pelajaran dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa kesetiakawanan sosial dan rasa tanggung jawab dalam memikul amanah yang telah dipercayakan.
3. Jika mengharapkan partisipasi kolektif dalam mengambil suatu keputusan
4. Apabila dimaksudkan untuk mendapatkan ketrampilan tertentu sehingga diharapkan siswa mendapatkan bekal pengalaman yang berharga, setelah mereka terjun dalam masyarakat kelak
5. Dapat menghilangkan malu, dimana bagi siswa yang tadinya mempunyai sifat malu dan takut dalam berhadapan dengan sesamanya dan masyarakat dapat berangsur-angsur hilang, menjadi terbiasa dan terbuka untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya
6. Untuk mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki oleh siswa sehingga amat berguna bagi kehidupannya dan masa depannya kelak, terutama yag berbakat bermain drama, lakon film dan sebagainya.


Bila metode ini dikendalikan dengan cekatan oleh guru, banyak manfaat yang dapat dipetik, sebagai metode cara ini :

1. Dapat mempertinggi perhatian siswa melalui adegan-adegan, hal mana tidak selalu terjadi dalam metode ceramah atau diskusi.
2. Siswa tidak saja mengerti persoalan sosial psikologis, tetapi mereka juga ikut merasakan perasaan dan pikiran orang lain bila berhubungan dengan sesama manusia, seperti halnya penonton film atau sandiwara, yang ikut hanyut dalam suasana film seperti, ikut menangis pada adegan sedih, rasa marah, emosi, gembira dan lain sebagainya.
3. Siswa dapat menempatkan diri pada tempat orang lain dan memperdalam pengertian mereka tentang orang lain.
Sebaliknya betapapun besar nilai metode ini ditangan yang kurang bijaksana akan menjadi nihil. Pada umumnya karena guru sendiri tidak paham akan tujuan yang dicapai, atau guru memilih metode ini walaupun sebenarnya kurang tepat untuk tujuan tertentu. Dapat terjadi guru tidak menyadari pentingnya langkah langkah dalam metode ini.


Saran-saran yang perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaan metode ini:
1. Merumuskan tujuan yang akan dicapai dengan melalui metode ini. Dan tujuan tersebut diupayakan tidak terlalu sulit/berbelit-belit, akan tetapi jelas dan mudah dilaksanakan
2. Melatar belakang cerita sosiodrama dan bermain peranan tersbeut. Misalnya bagaimana guru dapat menjelaskan latar belakang kehidupan sahabat Aku Bakar sebelum menceritakan kisah sahabat Abu Bakar masuk Islam. Hal ini agar materi pelajaran dapat dipahami secara gamblang dan mendalam oleh siswa/anak didik
3. Guru menjelaskan bagaimana proses pelaksanaan sosiodrama dan bermain peranan melalui peranan yang harus siswa lakukan/mainkan
4. Menetapkan siapa-siapa diantara siswa yang pantas memainkan/melakonkan jalannya suatu cerita. Dalam hal ini termasuk peranan penonton
5. Guru dapat menghentikan jalannya permainan apabila telah sampai titik klimaks. Hal ini dimaksudkan agar kemungkinan-kemungkinan pemecahan masalah dapat didiskusikan secara seksama
6. Sebaiknya diadakan latihan-latihan secara matang, kemudian diadakan uji coba terlebih dahulu, sebelum sosiodrama dipentaskan dalam bentuk yang sebenarnya.


B. Langkah-langkah penyajian metode sosio drama.
Dalam rangka menyiapkan suatu situasi bermain peran di dalam kelas, guru mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
1. Persiapan dan instruksi
a. Guru memiliki situasi/ dilema bermain peran
Situasi-situasi masalah yang dipilih harus menjadi ”sosiodrama” yang menitikberatkan pada jenis peran, masalah dari situasi pamiliar, serta pentingnya bagi siswa. Keseluruhan situasi harus dijelaskan, yang meliputi deskripsi tentang keadaan pristiwa, individu-individu, yang dilibatkan, dan posisi-posisi dasar yang diambil oleh pelaku khusus. Para pemeran khusus tidak didasarkan kepada individu nyata di dalam kelas, hindari tipe yang sama pada waktu merancang pemeran supaya tidak terjadi gangguan hak pribadi secara psikologis dan merasa aman.


b. Sebelum pelaksanaan bermain peran, siswa harus mengikuti latihan pemanasan, latihan-latihan ini diikuti oleh semua siswa, baik sebagai partisipasi aktif maupun sebagai para pengamat aktif. Latihan-latihan ini dirancang untuk menyiapkan siswa, membantu mereka mengembangkan imajinasinya dan untuk membentuk kekompakan kelompok dan interaksi. Misalnya latihan pantonim.

c. Guru memberikan intruksi khusus kepada peserta bermain peran setelah memberikan penjelasan pendahuluan kepada keseluruhan kelas. Penjelasan tersebut meliputi latar belakang dan karakter-karakter dasar melalui tulisan atau penjelasan lisan. Para peserta (pemeran) dipilih secara suka rela. Siswa diberi kebebasan untuk menggariskan suatu peran. Apabila siswa telah pernah mengamati suatu situasi dalam kehidupan nyata maka situasi tersebut dapat dijadikan sebagai situasi bermain peran. Peserta bersangkutan diberi kesempatan untuk menunjukkan tindakan/ perbuatan ulang pengalaman. Dalam brifing, kepada pemeran diberikan deskripsi secara rinci tentang kepribadian, perasaan dan keyakinan dari para karakter. Hal ini diperlukan guna membangun masa lampau dari karakter. Dengan demikian dapat ddirancang ruangan dan peralatan yang perlu digunakan dalam bermain peran tersebut.


d. Guru memberitahukan peran-peran yang akan dimainkan serta memberikan intruksi-intruksi yang bertalian dengan masing-masing peran kepada para audience. Para audience diupayakan mengambil bagian secara aktif dalam bermain peran itu. Untuk itu kelas dibagi dua kelompok, yakni kelompok pengamat dan kelompok spekulator, masing-masing melaksanakan fungsinya. Kelompok I bertindak sebagai pengamat yang bertugas mengamati: (1) perasaan individu karakter, (2) karakter-karakter khusus yang diinginkan dalam situasi, dan (3) mengapa karakter merespon cara yang mereka lakukan. Kelompok II bertindak sebagai spekulator yang berupaya menanggapi bermain peran itu dari tujuan dan analisis pendapat. Tugas kelompok ini mengamati garis besar rangkaian tindakan yang telah dilakukan oleh karakter-karakter khusus.

2. Tindakan dramatik dan diskusi
a. Para aktor terus melakukan perannya sepanjang situasi bermain peran, sedangkan para audience berpartisipasi dalam penugasan awal kepada pemeran
b. Bermain peran harus berhenti pada titik-titik penting atau apabila terdapat tingkah laku tertentu yang menuntut dihentikannya permainan tersebut.


c. Keseluruhan kelas selanjutnya berpartisipasi dalam diskusi yang terpusat pada situasi bermain peran. Masing-masing kelompok audience diberi kesempatan untuk menyampaikan hasil observasi dan reaksi-reaksinya. Para pemeran juga dilibatkan dalam diskusi tersebut. Diskusi dibimbing oleh guru dengan maksud berkembang pemahaman tentang pelaksanaan bermain peran serta bermakna langsung bagi hidup siswa, yang pada gilirannya menumbuhkan pemahaman baru yang berguna untuk mengamati dan merespon situasi lainnya dalam kehidupan sehari-hari.

3. Evaluasi bermain peran
a. Siswa memberikan keterangan, baik secara tertulis maupun dalam kegiatan diskusi tentang keberhasilan dan hasil-hasil yang dicapai dalam bermain peran. Siswa diperkenankan memberikan komentar evaluatif tentang bermain peran yang telah dilaksanakan, misalnya tentang makna bermain peran bagi mereka, cara-cara yang telah dilakukan selama bermain peran, dan cara-cara meningkatkan efektifitas bermain peran selanjutnya.

b. Guru menilai efektifitas dan keberhasilan bermain peran. Dalam melakukan evaluasi ini, guru dapat menggunakan komentar evaluatif dari siswa, catatan-catatan yang dibuat oleh guru selama selama berlangsungnya bermain peran. Berdasarkan evalusi tersebut, selanjutnya guru dapat menentukan tingkat perkembangan pribadi sosial, dan akademik para siswanya.
c. Guru membuat bermain peran yang telah dilaksanakan dan telah dinilai tersebut dalam sebuah jurnal sekolah (kalau ada) atau pada buku catatan guru. Hal ini penting untuk pelaksanaan bermain peran selanjutnya.


C. Materi yang cocok dengan metode sosio drama.
Dalam pendidikan agama metode sosiodrama dan bermain peranan ini efektif dalam menyajikan pelajaran akhlak, sejarah Islam dan topik-topik lainnya. Dalam pelajaran sejarah, misalnya guru ingin menggambarkan kisah sahabat khalifah Abu Bakar, ketika beliau masuk Islam. Kisah tersebut tentu amat menarik jika disajikan melalui metode sosiodrma dan bermain peranan. Sebab siswa disamping mengetahui proses jalannya khalifah Abu Bakar masuk Islam, juga dapat menghayati ajaran dan hikmah yang terkandung dalam kisah tersebut.
Demikian pula halnya pada pelajaran akhlak. Misalnya bagaimana sosok akhlaqul karimah (seorang yang berakhlak mulia) dan anak yang saleh ketika berhadapan dengan orang tuanya maupun anak durhaka kepada orang tuanya, misalnya sebagaimana cerita “Si Malin Kundang” yang tersohor itu. Dan lain-lainnya yang bersifat sosiodrama dan bermain peranan.
Untuk penghayatan sifat-sifat tertentu dapat diterapkan metode Sosiodrama dan untuk materi cerita dapat diterapkan metode Roll Playing.


Sumber : https://www.ayoksinau.com/

Hakikat Dari Cara Belajar Siswa Aktif

Hakikat Dari Cara Belajar Siswa Aktif

Hakikat Dari Cara Belajar Siswa Aktif
Hakikat Dari Cara Belajar Siswa Aktif

Pendekatan ini sebenamya telah ada sejak dulu, ialah bahwa di dalam kelas mesti terdapat kegiatan belajar yang mengaktifkan siswa (melibatkan siswa secara aktif). Hanya saja kadar (tingkat) keterlibatan siswa itulah yang berbeda. Kalau dahulu guru lebih banyak menjejalkan fakta, informasi atau konsep kepada siswa, akan tetapi saat ini dikembangkan suatu keterampilan untuk memproses perolehan siswa.

Siswa pada hakekatnya memiliki potensi atau kemampuan yang belum terbentuk secara jelas, maka kewajiban gurulah untuk merangsang agar mereka mampu menampilkan potensi itu, betapapun sederhananya. Para guru dapat menumbuhkan keterampilan-keterampilan pada iswa sesuai dengan taraf perkembangannya, sehingga mereka memperoleh konsep. Dengan mengembangkan keterampilan keterampilan memproses perolehan, siswa akan mampu menemukan dan mengembangkan sendin fakta dan kosep serta mengembangkan sikap dan nilai yang dituntut. Proses belajar-mengajar seperti inilah yang dapat menciptakan siswa belajar aktif.


Hakekat dari CBSA adalah proses keterlibatan intelektual-emosional siswa dalam kegiatan belajar mengajar yang memungkinkan terjadinya:

  1. Proses asimilasi/pengalaman kognitif, yaitu: yang memungkinkan terbentuknya pengetahuan
  2. Proses perbuatan/pengalaman langsung, yaitu: yang memungkinkan terbentuknya keterampilan
  3. Proses penghayatan dan internalisasi nilai, yaitu: yang memungkinkan terbentuknya nilai dan sikap

Walaupun demikian, hakekat CBSA tidak saja terletak pada tingkat keterlibatan intelektual-emosional, tetapi terutama juga terletak pada diri siswa yang memiliki potensi, tendensi atau kemungkinan kemungkinan yang menyebabkan siswa itu selalu aktif dan dinamis. Oleh sebab itu guru diharapkan mempunyai kemampuan profesional sehingga ia dapat menganalisis situasi instruksional kemudian mampu merencanakan sistem pengajaran yang efektif dan efisien.

Dalam menerapkan konsep CBSA, hakekat CBSA perlu dijabarkani menjadi bagian-bagian kecil yang dapat kita sebut sebagai prinsip-pninsip CBSA sebagai suatu tingkah laku konkret yang dapat diamati. Dengan demikian dapat kita lihat tingkah laku siswa yang muncul dalam suatu kegiatan belajar mengajar karena memang sengaja dirancang untuk itu.


Bahwa prinsip CBSA adalah tingkah laku belajar yang mendasarkan pada kegiatan-kegiatan yang nampak, yang menggambarkan tingkat keterlibatan siswa dalam proses belajar-mengajar baik intelektual-emosional maupun fisik, Prinsip-Prinsip CBSA yang nampak pada 4 dimensi sebagai berikut:
a. Dimensi subjek didik :

  • Keberanian mewujudkan minat, keinginan, pendapat serta dorongan-dorongan yang ada pada siswa dalam proses belajar-mengajar. Keberanian tersebut terwujud karena memang direnca nakan oleh guru, misalnya dengan format mengajar melalui diskusi kelompok, dimana siswa tanpa ragu-ragu mengeluarkani pendapat.
  • Keberanian untuk mencari kesempatan untuk berpartisipasi dalam persiapan maupun tindak lanjut dan suatu proses belajar-mengajar maupun tindak lanjut dan suatu proses belajar mengajar. Hal mi terwujud bila guru bersikap demokratis.
  • Kreatifitas siswa dalam menyelesaikan kegiatan belajar sehingga dapat mencapai suatu keberhasilan tertentu yang memang dirancang olch guru.
  • Kreatifitas siswa dalam menyelesaikan kegiatan belajar sehingga dapat mencapai suatu keberhasilan tertentu, yang memang dirancang oleh guru.
  • Peranan bebas dalam mengerjakan sesuatu tanpa merasa ada tekanan dan siapapun termasuk guru.

b. Dimensi Guru

  • Adanya usaha dan guru untuk mendorong siswa dalam meningkatka kegairahan serta partisipasi siswa secara aktif dalam proses belajar-mengajar.
  • Kemampuan guru dalam menjalankan peranannya sebagai inovator dan motivator.
  • Sikap demokratis yang ada pada guru dalam proses belajar-mengajar.
  • Pemberian kesempatan kepada siswa untuk belajar sesuai dengan cara, mama serta tingkat kemampuan masing-masing.
  • Kemampuan untuk menggunakan berbagai jenis strategi belajar-mengajar serta penggunaan multi media. Kemampuan mi akan menimbulkan lingkuñgan belajar yang merangsang siswa untuk mencapai tujuan.

c. Dimensi Program

  • Tujuan instruksional, konsep serta materi pelajaran yang memenuhi kebutuhan, minat serta kemampuan siswa; merupakan suatu hal yang sangat penting diperhatikan guru.
  • Program yang memungkinkan terjadinya pengembangan konsep mau pun aktivitas siswa dalam proses belajar-mengajar.
  • Program yang fleksibel (luwes); disesuaikan dengan situasi dan kondisi.

d. Dimensi situasi belajar-mengajar

  • Situasi belajar yang menjelmakan komunikasi yang baik, hangat, bersahabat, antara guru-siswa maupun antara siswa sendiri dalam proses belajar-mengajar.
  • Adanya suasana gembira dan bergairah pada siswa dalam proses belajar-mengajar.

Rambu-rambu CBSA :
Yang dimaksud dengan rambu-rambu CBSA adalah perwujudan prinsip-prinsip CBSA yang dapat diukur dan rentangan yang paling rendah sampai pada rentangan yang paling tinggi, yang berguna untuk menentukan tingkat CBSA dan suatu proses belajar-mengajar. Rambu-rambu tersebut dapat dilihat dari beberapa dimensi. Rambu-rambu tersebut dapat digunakan sebagai ukuran untuk menentukan apakah suatu proses belajar-mengajar memiliki kadar CBSA yang tinggi atau rendah. Jadi bukan menentukan ada atau tidak adanya kadar CBSA dalam proses belajar-mengajar. Bagaimanapun lemahnya seorang guru, namun kadar CBSA itu pasti ada, walaupun rendah.


  1. Berdasarkan pengelompokan siswa : Strategi belajar-mengajar yang dipilih oleh guru hams disesuaikan dengan tujuan pengajaran serta materi tertentu. Ada materi yang sesuai untuk proses belajar secara individual, akan tetapi ada pula yang lebih tepat untuk proses belajar secara kelompok. Ditinjau dari segi waktu, keterampilan, alat atau media serta perhatian guru, pengajaran yang berorientasi pada kelompok kadang-kadang lebih efektif.
  2. Berdasarkan kecepatan nzasing-rnasing siswa : Pada saat-saat tertentu siswa dapat diberi kebebasan untuk memilih materi pelajaran dengan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing. Strategi ini memungkinkan siswa untuk belajar lebih cepat bagi mereka yang mampu, sedangkan bagi mereka yang kurang, akan belajar sesuai dengan batas kemampuannya. Contoh untuk strategi belajar-mengajar berdasarkan kecepatan siswa adalah pengajaran modul.
  3. Pengelompokan berdasarkan kemampuan : Pengelompokan yang homogin han didasarkan pada kemampuan siswa. Bila pada pelaksanaan pengajaran untuk pencapaian tujuan tertentu, siswa harus dijadikan satukelompok maka hal mi mudah dilaksanakan. Siswa akan mengembangkan potensinya secara optimal bila berada disekeliling teman yang hampir sama tingkat perkembangan intelektualnya.
  4. Pengelompokkan berdasarkan persamaan minat : Pada suatu guru perlu memberi kesempatan kepada siswa untuk berkelompok berdasarkan kesamaan minat. Pengelompokan ini biasanya terbentuk atas kesamaan minat dan berorientasi pada suatu tugas atau permasalahan yang akan dikerjakan.
  5. Berdasarkan domein-domein tujuan : Strategi belajar-mengajar berdasarkan domein/kawasan/ranah tujuan, dapat dikelompokkan sebagai berikut:

Menurut Benjamin S. Bloom CS, ada tiga domein ialah:

  1. Domein kognitif, yang menitik beratkan aspek cipta.
  2. Domein afektif, aspek sikap.
  3. Dornein psikomotor, untuk aspek gerak.

Gagne mengklasifikasi lima macam kemampuan ialah:

  1. Keterampilan intelektual.
  2. Strategi kognitif.
  3. Informasi verbal.
  4. Keterampilan motorik.
  5. Sikap dan nilai.

Di samping pengelompokan (klasifikasi) tersebut di atas, masih ada pengelompokkan yang lebih komprehensif dalam arti meninjau beberapa faktor sekaligus seperti, wawasan tentang manusia dan dunianya, tujuan serta lingkungan belajar. Pendapat ini dikemukakan oleh Bruce Joyce dan Marsha Well dengan mengemukakan rumpun model-model mengajar sebagai berikut :
a. Rumpun model interaksi sosial
b. Rumpun model pengelola informasi Rumpun model personal-humanistik.


Sumber : Ngelag.Com

Usut Tuntas Pengertian Hidroponik Dan Cara Penanamannya

Usut Tuntas Pengertian Hidroponik Dan Cara Penanamannya

Secara lazim pengertian hidroponik adalah suatu langkah atau tehnik menanam dan budidaya tanaman tanpa memanfaatkan tempat tanah. Berdasarkan arti katanya, hidroponik berasal berasal dari bhs Yunani yakni Hydro yang bermakna air dan Ponos yang bermakna kerja. Sehingga arti kata hidroponik adalah menanam bersama memanfaatkan air tanpa memanfaatkan tanah. Hidroponik termasuk kerap disebut bersama istilah soilless culture yang bermakna adalah budidaya tanaman tanpa penggunaan tanah.

Usut Tuntas Pengertian Hidroponik Dan Cara Penanamannya

Macam-macam Teknik Hidroponik
Menanam bersama tehnik hidroponik memiliki bermacam macam jenis. Setiap tipe memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Berikut adalah jenis-jenis tehnik hidroponik yang lazim dijumpai:

1. Nutrient Film Technique System
Teknik NFT adalah tehnik yang paling banyak digunakan. Prinsip dan konsepnya adalah meletakan tanaman terhadap suatu wadah tabung, tetapi akar tanaman harus bergantung terhadap cairan nutrisi yang tersedia terhadap pipa tabung. Larutan nutrisi harus konsisten dialirkan dalam pipa tabung. Karena bentuk wadahnya yang memanjang, maka untuk pengaliran nutrisi tidak harus memakai pompa.

2. Wick System
Sistem Wick sesuai untuk tipe tanaman bersama ukuran kecil. Serta untuk tanaman bersama kebutuhan air banyak. Sistem Wick bekerja bersama langkah pasif. Nitrisi dialirkan bersama memanfaatkan sumbu. Sistem ini termasuk memadai populer sebab termasuk yang paling sederhana.

3. Water Cultur System
Konsep sistem ini adalah bersama mensuspensi akar tanaman ke dalam cairan nutrisi dan air secara langsung. Caranya yakni bersama meletakan tanaman terhadap benda mengapung diatas air dan cairan nutrisi. Sistem ini butuh pompa untuk merawat kandungan hawa dalam air. Semakin lancar dan banyak gelembung udara, pertumbuhan tanaman bakal semakin cepat dan baik.

4. Sistem Ebb dan Flow
Konsep berasal dari sistem ini adalah bersama meletakan tempat tumbuh terhadap suatu wadah yang berisis cairan nutrisi. Cairan nutrisi dialirkan secara konsisten menerus berasal dari penampungan nutrisi ke wadah tempat tanam dan ulang ulang ke penampungan. Sehingga berjalan siklus nutrisi terhadap tempat tanam. Untuk sanggup menggerakkan sistem ini diperlukan pompa dan alat pengatur waktu. Biasanya wadah yang diperlukan memadai besar agar tempat tanam yang di tempatkan tidak terlampau berdekatan.

5. Sistem Drip
Seperti arti kata Drip yakni menetes, pengertian hidroponik bersama sistem ini adalah bersama meneteskan cairan nutrisi terhadap tempat tanam. Sistem drip termasuk butuh timer agar cairan nutrisi sanggup diatur sementara tetesnya. Sistem drip memadai populer dan banyak digunakan.

6. Sistem Aeroponic
Sistem ini adalah yang paling canggih. Konsepnya adalah membuat perubahan cairan nutrisi, air , dan oksigen menjadi kabut atau asap dan dimasukan terhadap tempat tanam. Dengan mengubahnya menjadi asap atau kabut, maka nutrisi, air dan oksigen bakal enteng terserap oleh tanaman. Dengan sistem ini tanaman termasuk paling cepat tumbuh. Dibanding sistem lain, sistem aeroponic peralatan yang diperlukan lebih mahal.

Keuntungan dan Kelebihan Menanam bersama Teknik Hidroponik

Berikut adalah lebih dari satu keuntungan menanam tanaman bersama memanfaatkan sistem hidroponik:

  • Tidak butuh lahan yang luas
  • Tidak banyak butuh pupuk
  • Memerlukan air yang sedikit
  • Tidak butuh pencahayaan yang banyak
  • Hama dan gulma lebih enteng dikontrol
  • Dapat dibudidayakan bersama mudah, dan jika terjual lebih mahal harganya. Sehingga beri tambahan keuntungan yang banyak.
  • Dapat dikonsumsi bersama mudah
  • Pertumbuhan tanaman lebih cepat
  • Sesuai bersama pengertian hidroponik, tidak harus atau tanpa memanfaatkan tanah
  • Dapat dilakukan dimana saja, tidak harus di lingkungan asli tanaman sanggup tumbuh

Jenis-Jenis Tanaman Yang Sudah Banyak Dibudidayakan Dengan Teknik Hidroponik

  • Bayam. Bayam terlampau digemari masyarakat dan termasuk sayuran yang kerap dipakai dalam bermacam masakan
  • Sawi. Sawi umumnya tumbuh di area dingin. Tapi bersama hidroponik, sawi sanggup ditanam di mana saja.
  • Kangkung. Kangkung umumnya tumbuh di area berair layaknya sungai, sawah. Dengan diroponik kangkung sanggup ditanam di pekarangan rumah. Sesuai pengerian hidroponik bahwa air adalah keliru satu medianya.
    Kaktus. Kaktus adalah tipe tanaman penciri lingkungan gurun.
  • Berbagai Bunga. Tanaman bunga umumnya dibudidayakan di area dataran tinggi dan sersuhu rendah. Hidroponik sanggup memungkinkan bermacam tipe bungan sanggup dibudidayakan di area perkotaan.
  • Buah-buahan
    Kentang
    Tomat
    Timun
    Seledri
  • Tanaman obat. Dengan hidroponik memungkinkan untuk menyebabkan kebun apotek di halaman rumah.

 

Penerapan Aksiologi dalam Pendidikan

Penerapan Aksiologi dalam Pendidikan

Penerapan Aksiologi dalam Pendidikan
Penerapan Aksiologi dalam Pendidikan

Telah dijelaskan pada tulisan sebelumnya bahwa aksiologi adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakikat nilai yang ditinjau dari sudut kefilsafatan (Kattsoff, 1992:327)  atau studi tentang hakikat tertinggi, realitas, dan arti dari nilai-nilai (Sarwan, 1984:22). Penerapan aksiologi sebagai nilai-nilai dalam dunia pendidikan dapat dikemukakan sebagai berikut:

  1. Aliran filsafat progressivisme telah memberikan sumbangan yang besar terhadap dunia pendidikan karena meletakkan dasar-dasar kemerdekaan, dan kebebasan kepada anak didik, (Hamdani, 1993:146). Oleh karena itu, filsafat ini tidak menyetujui pendidikan yang otoriter. Sebab pendidikan otoriter akan mematikan potensi pebelajar untuk mengembangkan potensinya.

Untuk itu pendidikan sebagai alat untuk memproses dan merekonstruksi kebudayaan baru yang memberikan warna dan corak dari kreasi yang dihasilkan dari situasi yang tercipta secara edukatif.

Setiap pebelajar mempunyai akal dan kecerdasan sebagai potensi yang dimilikinya yang berbeda dengan makhluk-makhluk lain. Potensi tersebut bersifat kreatif dan dinamis untuk memecahkan problema-problema yang dihadapinya.

Sekolah yang ideal adalah sekolah yang pelaksanaan pendidikannya terintegrasi dengan lingkungannya. Sekolah adalah bagian dari masyarakat, sehingga harus diupayakan pelestarian karakteristik lingkungan sekolah atau daerah tempat sekolah itu berada dengan prinsip learning by doing (belajar dengan berbuat). Tegasnya, sekolah bukan hanya berfungsi sebagai transfer of knowledge (pemindahan pengetahuan), melainkan juga sebagai transfer of value (pendidikan nilai-nilai) sehingga anak menjadi terampil dan berintelektual.

  1. Aliran essensialisme berpandangan bahwa pendidikan harus berpijak pada nilai-nilai budaya yang telah ada sejak awal peradaban manusia. Kebudayaan yang diwariskan kepada kita telah teruji oleh seluruh zaman, kondisi, dan sejarah. Kesalahan kebudayaan modern sekarang menurut aliran ini ialah cenderung menyimpang dari nilai-nilai yang diwariskan itu (Sahabuddin, 1997:191).

Esessialisme memandang bahwa seorang pebelajar memulai proses pendidikannya dengan memahami dirinya sendiri, kemudian bergerak keluar untuk memahami dunia objektif. Dari mikrokosmos menuju makrokosmos. Dengan landasan pemikiran tersebut, maka belajar dapat didefinisikan sebagai jiwa yang berkembang pada dirinya sendiri.

  1. Aliran perenialisme berpandangan bahwa pendidikan sangat dipengaruhi oleh pandangan tokoh-tokoh seperti Plato, Aristoteles, dan Thomas Aquinas. Menurut Plato manusia secara kodrati memiliki tiga potensi yaitu nafsu, kemauan, dan pikiran. Pendidikan hendaknya berorientasi pada potensi itu dan kepada masyarakat, agar kebutuhan yang ada pada setiap lapisan masyarakat dapat terpenuhi. Sedangkan Aristoteles lebih menekankan pada dunia kenyataan. Tujuan pendidikan adalah kebahagian untuk mencapai tujuan itu, maka aspek jasmani, emosi dan intelektual harus dikembangkan secara seimbang.

Menurut Robert Hutchkins dalam (Jalaluddin, 1997:96) bahwa manusia adalah animal rasionale, maka tujuan pendidikan adalah mengembangkan akal budi agar seseorang dapat hidup penuh kebijaksanaan demi kebaikan hidup itu sendiri.

  1. Aliran rekonstruksionisme ingin merombak kebudayaan lama dan membangun kebudayaan baru melalui lembaga dan proses pendidikan. Perubahan ini dapat terwujud bila melalui usaha kerja sama semua umat manusia atau bangsa-bangsa. Masa depan umat manusia adalah suatu dunia yang diatur dan diperintah oleh rakyat secara demokratis, bukan dunia yang dikuasai oleh suatu golongan. Cita-cita demokrasi yang sebenarnya bukan hanya dalam teori melainkan harus menjadi kenyataan, dan terlaksana dalam praktik. Hanya dengan demikian dapat pula diwujudkan satu dunia yang dengan potensi-potensi teknologi mampu meningkatkan kesehatan, kesejahteraan, kemakmuran, keamanan, dan jaminan hukum bagi masyarakat, tanpa membedakan warna kulit, nasionalitas, kepercayaan, dan agama. (Sahabuddin, 1987:194).

Pendidikan bertujuan untuk mewariskan nilai-nilai yang dipandang penting untuk pembinaan kepribadian seseorang. Implikasi dan nilai-nilai (aksiologi) di dalam pendidikan harus diintegrasikan secara utuh dalam kehidupan pendidikan secara praktis dan tidak dapat dipisahkan dengan nilai-nilai yang meliputi kecerdasan, nilai-nilai ilmiah, nilai moral, dan nilai agama. Hal ini tersimpul di dalam tujuan pendidikan, yakin membawa kepribadian secara sempurna. Pengertian sempurna disini ditentukan oleh masing-masing pribadi, masyarakat, bangsa sesuai situasi dan kondisi.

Kepustakaan:
Ali, Hamdani. 1993. Filsafat Pendidikan. Yogyakarta: Kota Kembang
Jalaluddin dan Abdullah Idi. 1997. Filsafat Pendidikan. Jakarta: Baya Madya Pratama
Kasttoff, Louis O. 1992. Element of Philosophy diterjemahkan oleh Soejono Soemargono dengan judul Pengantar Filsafat. Yogyakarta: Tiara Wacana
Sahabuddin. 1997. Filsafat Pendidikan suatu Pengantar ke dalam Pemikiran, Pemahaman, dan Pengamalan Pendidikan Bersendikan Filsafat. Ujung Pandang. Program Pascasarjana IKIP
Sarwan, HB. 1994. Filsafat Agama. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Referensi : gurupendidikan.co.id

Raup Untung Dari Pepaya California, Buah Asli Indonesia

Raup Untung Dari Pepaya California, Buah Asli Indonesia

Pepaya (Carica Papapya L) merupakan buah dari tumbuhan yang berasal dari benua Amerika, terlebih Amerika utara dan Mexico. Pepaya menyebar ke semua dunia sejalan dengan tersebarnya diaspora negara asal pepaya. Kini pepaya identik dengan buah khas lokasi tropis dan sudah dibuddayakan dengan sedemikian rupa sehingga terciptanya varietas baru. Salah satunya yakni pepaya California.

Raup Untung Dari Pepaya California, Buah Asli Indonesia

Mungkin dari namanya saja banyak yang menduga bahwa pepaya varietas baru tersebut berasal dari Amerika, California. Namun sesungguhnya pepaya dengan rasa yang terlalu manis dan fresh tersebut merupakan penemuan dari seorang profesor ahli genetika dan pemuliaan tanaman asal Indonesia. Meskipun indkan bibitnya berasal dari Amerika, tapi pemuliaan tanaman murni di Indonesia.

Indonesia memadai bangga dengan varietas pepaya tersebut sebab keunggulannya dari varietas lainnya. Awalnya pepaya tersebut dinamai pepaya Callina, kemudian dinamakan pepaya California oleh para pedagang. Rasanya yang terlalu manis dan daging buah yang empuk, tebal, fresh dan juga lembut menjadikan pepaya type ini sebagai primadona baru di pasar buah Indonesia.

Pepaya type ini terlalu menguntungkan baik petani, pedagang, maupun pembeli. Pasalnya, buah pepaya yang tumbuh terlalu rimbun didalam satu pohon sekitar 10-20 buah, satu buah pepaya dapat mencapai berat 2 kilogram. Banyak petani yang membudidayakan pepaya varietas ini sebagai kesempatan usaha baru yang terlalu menjanjikan. Pedagang dan pembeli termasuk diuntungkan sebab harga dan rasa buah.

Pepaya merupakan buah yang sesungguhnya tidak cuman dagingnya yang lezat, kulitnya yang terlalu tipis, termasuk terlalu berfaedah bagi manusia untuk menopang sistem metabolisme dan kesegaran kulit. Dagingnya yang dapat di konsumsi baik mentah sebagai sayuran atau disaat sudah masak sebagai cocktail, camilan, minuman buah, dan jus. Tidak hanya buahnya, daunnya dan bunganya dapat di konsumsi.

Budidaya Pepaya California, Modal Minimal Untung Maksimal
Budidaya pohon pepaya California sudah mulai digandrungi di Indonesia semenjak hasil panen yang terlalu menguntungkan dan minat penduduk yang tinggi. Bibit pepaya tersebut pun sudah banyak ditemui di toko pertanian dan harganyapun dapat dikatakan terlalu terjangkau kalau dibandingkan hasil panen dan harga buah di pasaran yang sesungguhnya terlalu memuaskan.

Bagi para pemula yang mengidamkan mencoba membudidayakan pepaya tersebut untuk pertama kalinya tidak kudu cemas atau risau mencoba sebab sesungguhnya sistem dari persiapan, pemilihan, penanaman, perawatan, hingga panen sesungguhnya tidaklah rumit dan dirasa terlalu gampang meskipun untuk orang yang baru pertama kali mencoba menanam pohon pepaya tersebut.
Berikut lebih dari satu langkah singkat dan lengkap yang dapat dijadikan pedoman menanam buah idola penduduk Indonesia.

1. Perhatikan kondisi iklim.
Dikarenakan pohon pepaya type ini hanya dapat bertahan hingga 4 th. saja, maka terlalu kudu menyimak kondisi iklim lingkungan area pepaya akan ditanam yakni berada pada ketinggian 700 mdpl, pH ke lembaban mencapai 6-7, suhu hawa antara 25-30 derajat celsius dan yang terpenting area tersebut punyai curah hujan 1000-2000 mm pertahun.

2. Kondisi lahan
Pastikan sedia kan lahan terbuk dan punyai sistem drainase yang memadai. Tanah yang digunakan sebaiknya tanah yang gembur dan terbebas dari rumput simak maupun gulma lainnya.

3. Pemilihan benih
Benih pepaya type ini sudah terlalu banyak dijual di toko pertanian dengan harga yang terjangkau. Atau kalau mengidamkan jalankan pembibitan sendiri dapat pakai biji buah yang dibiarkan masak di pohon. Biji tersebut kemudian dikeringkan, direndam kemudian di seleksi. Jika mengapung bermakna tidak sehat dan dibuang. Selanjutnya biji disimpan dan di peram dengan wadah yang lembab apabila koran hingga biji beurubah jadi tunas.

4. Penanaman
Penanaman mirip saja dengan penanaman pada pepaya type lainnya.

5. Pemeliharaan
Perawatan rutin layaknya biasa yakni penyiraman dan pemupukan. Pupuk yang digunakan di awal yakni pupuk kompos atau pupuk kandang kemudian pupuk NPK seminggu sehabis jaman tanam, KCI disaat pohon sudah mulai berbuah, dan menyemprotkan Regent, Bestox, Pestisida Akothion untuk hindari hama dan penyakit.

6. Panen dan paska panen
Pepaya yang sudah berwarna sekitit kuning di anggota ujung sudah dapat dipanen. Sebaiknya pakai gunting atau pisau untuk memotong dan simpan di ruangan yang tertutup untuk melindungi kesegaran buah. Waktu panen buah pepaya califronia yakni periode 10 hari sekali.

sumber : https://www.budidayaternak.com/

Cara Mencegah Kebiasaan Buruk pada Anak

Awalnya mungkin saja akan tampak lucu ketika melihat anak Anda mengenyot jempotnya, akan namun usang kelamaan kok sulit sekali ya menghentikan kebiasaan tadi? Mengenyot jempot, mengamuk, menggigit kuku, mengompol, & lain-lain mungkin saja beberapa keluhan yang sederhana akan namun mampu membuat para orangtua pusing. Di tambahkan lagi kekhawatiran akan kebiasaan tadi dapat berakibat jelek pada anak. Nah, kira-kira apa saja sih norma anak yang seringkali sekali dikeluhkan orangtua? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Ini kebiasaan buruk anak yg wajib diketahui.

Cara Mencegah Kebiasaan Buruk pada Anak
Cara Mencegah Kebiasaan Buruk pada Anak

Cara Mencegah Kebiasaan Buruk pada Anak

Isap mak jari

Isap ibu jari ini umumnya terjadi dalam bayi usia 3 bulan hingga 2 tahun. Bila norma tadi terjadi seusai anak usia tiga tahun, padahal sebenarnya tidak atau pun telah berhenti mampu jadi anak sedang tertekan dan perlu dicari apa penyebabnya. Jika norma mengisap bunda hari terjadi terus menerus sampai usia sekolah dasar, maka mampu sangat menggantu pertumbuhan gigi, diare, & jua pengaruhi perkembangan kepribadiannya.
Solusi buat atasi hal tadi merupakan jika anak Anda sudah berusia lebih kurang 1 tahun, maka Anda sanggup mengalihkan dengan kegiatan menarik yg disukai anak, dan bila terjadi di usia 5 hingga 6 tahun, maka Anda sanggup menaruh sedikit penjelasan dampak menurut norma buruk tadi, Anda sanggup memberi bantuan gratis bila anak Anda berhasil menghentikannya. Apabila memang permanen sulit ditangani, maka akan sangat mungkin sekali terdapat ketidakmatangan emosi serta social sampai memerlukan penanganan khusus.

Menggigit kuku

Kebiasaan jelek yang satu ini merupakan perpanjangan dair kebiasaan isap ibu jari. Paling poly terjadi saat anak menginjak remaja yakni sekitar 13 sampai 15 tahun, mampu pula lebih. Bila kebiasaan yang misalnya ini masih belum hilang, acapkali ketika dewasannya nanti beralih jadi kebiasaan merokok, makan permen karet, memainkan rambut, dan mengorek hidung. Dan solusi buat atasi hal yang demikian ini merupakan dengan memberikan pengertian dalam anak tentang dampak tidak baik menggigit kuku & jua penyakit yang mampu muncul dikarenakan kebiasaan tersebut. Serta mengalihkan kebiasaan tadi kepada bentuk permainan menggunakan teman seumurannya.

Mengamuk atau temper tantrum

Ini umumnya terjadi pada anak usia 3 hingga 12 tahun & lebih seringkali pada anak pria. Anak memukul, menendang, atau pun melempar barang. Penyebabnya bisa dikarenakan menirukan kedua orangtuanya atau pun kepribadian anak itu sendiri, ketakutan yang luar biasa, ketidak cocokan menggunakan orangtua ketika anak lagi berkembang pribadinya, faktor keturunan, & lain sebagainya. Solusi buat atasi kebiasaan tidak baik ini adalah jangan penuhi cita-cita anak bila anak tantrum. Biarkan saja, begit8u anak sadari dia tidak menerima apa-apa, anat tantrum ini akan berhenti.
Demikain berita mengenai atasi norma jelek dalam anak yg mampu kami bagikan.

Semoga saja berguna. Referensi : https://www.kuliahbahasainggris.com/

Komik “Yes, I’m Hot in This” Angkat Kisah Muslimah Berhijab di AS

Komik “Yes, I’m Hot in This” Angkat Kisah Muslimah Berhijab di AS

Muslimah berhijab asal AS, Huda Fahmy, menuangkan kisah kehidupannya di dalam menghadapi Islamophobia di AS ke di dalam komik daring penuh humor bertajuk, “Yes, I’m Hot in This” yang kondang di sarana sosial. Tertarik untuk membacanya?

Angkat Kisah Muslimah Berhijab di AS

WASHINGTON, D.C. —
Kemunculan komik daring berjudul “Yes, I’m Hot in This” sukses menarik perhatian netizen di seluruh dunia. Komik bersama judul yang unik ini merupakan hasil karya ilustrator Huda Fahmy yang tinggal di negara bagian Texas, Amerika Serikat. Melalui “Yes, I’m Hot in This,” Huda menceritakan pengalamannya sebagai muslimah berhijab yang tinggal di AS di dalam menghadapi Islamophobia yang tetap memanas.

Komik pendek ini dikemas secara ringan bersama unsur humor dan sarkasme di dalamnya, bersama karakter-karakter yang nyata layaknya dirinya dan suaminya yang bernama Gehad.

Diluncurkan bulan Maret th. 2017, komik yang diunggah di account sarana sosial Huda, keliru satunya di Instagram ini, kini punya jumlah pengikut yang udah melebihi 195 ribu orang.

Judulnya pun terlalu menarik, “Iya, saya terasa kepanasan.” Ini merupakan jawaban dan suara hati Huda yang senantiasa mendapat pertanyaan sinis bahkan cibiran berasal dari warga lokal mengenai hijab yang ia kenakan.

“Sewaktu saya muda dan masih tidak cukup yakin diri, saya senantiasa mencari pembenaran dan menjawab ‘saya tidak terasa kepanasan, sebab bahan hijab saya tipis.’ Saya tidak ingin dikasihani. Saya tidak ingin mereka berpikir bahwa saya adalah muslimah yang tertekan di negeri barat dan dipaksa untuk kenakan hijab terutama terhadap kala musim panas,” papar Huda Fahmy kala dihubungi VOA Indonesia belum lama ini. https://www.ruangguru.co.id/

Pertanyaan-pertanyaan selanjutnya awalnya menyebabkan Huda terasa cemas bahkan terintimidasi. Ia bingung wajib bersikap layaknya apa di dalam menghadapi komentar atau pertanyaan layaknya itu.

Beranjak dewasa, Huda sadar bahwa pertanyaan-pertanyaan layaknya itu bukanlah belas kasihan, melainkan adalah cara untuk membuatnya terasa asing. Rasa percara dirinya terasa tumbuh. Ia mengupayakan berpikir positif, terutama mengenai apa yang ia kenakan dan mencintai dirinya bersama apa adanya.

Inilah yang kemudian menyebabkan hatinya tergerak untuk menuangkan bakatnya di dalam menggambar ke di dalam komik, bersama harapan mampu menambahkan ilmu kepada para pengikutnya mengenai agama islam.

“(Dulu) saya masih mengupayakan mencari jati diri dan identitas saya. Namun, saat ini saya udah dewasa dan lebih bijaksana, saya memakai komik ini sebagai terapi untuk mengupayakan sadar apa yang berlangsung dan sadar cara menanggapi pertanyaan-pertanyaan tersebut,” kata ilustrator yang terlahir berasal dari seorang ibu asal Suriah dan ayah yang berasal berasal dari Mesir ini.

Walaupun lahir dan besar di kota Detroit di negara bagian Michigan, AS, tidak mampu dipungkiri bahwa model berpakaiannya sebagai muslimah berhijab berbeda bersama warga lokal AS terhadap umumya dan banyak mengakibatkan pertanyaan berasal dari orang-orang yang tidak sadar bakal agama islam.

Suatu kali kala Huda tengah berbelanja di supermarket, ia dihampiri oleh seorang pelanggan perempuan yang mempertanyakan penampilannya.

“’Apakah kamu seorang biarawati? Bukan.’ Dan perempuan tadi bilang bahwa saya tidak boleh memakai pakaian layaknya ini, sebab tidak pantas untuk Amerika,” cerita mantan guru SMP dan SMA berusia 33 th. ini.

Menurut Huda, insiden anti-muslim masih banyak terjadi, juga di lingkungan sekitarnya. Sebagai contoh, Huda bercerita bahwa masjid di dekat rumahnya belum lama ini dirusak dan dicorat-coret.

Laporan berasal dari instansi advokasi muslim Amerika, CAIR (Council on American-Islamic Relations) th. 2017, menunjukkan bahwa angka insiden bias anti-muslim di Amerika Serikat meningkat sebagai 17 % sejak th. 2016. Kejahatan kebencian yang bertujuan kepada muslim Amerika, juga anak-anak, remaja, dan keluarga, juga meningkat sebanyak 15 % di dalam periode yang sama.

Menurut Direktur Komunikasi Dewan Hubungan Islam di Amerika (CAIR), Ibrahim Hooper, stereotip dan bermacam tindakan yang bersifat permusuhan terhadap Islam merupakan akibat berasal dari ketidak-pedulian dan kurangnya informasi.

Menanggapi komik hasil karya Huda, Ibrahim Hooper menambahkan bahwa segala cara yang sediakan lebih banyak Info mengenai islam dan komunitas muslim Amerika mampu berguna bagi seluruh masyarakat.

“Ada lebih dari satu masyarakat yang tidak mampu dijangkau bersama metode komunikasi yang tradisional. Jadi ini mampu menjadi cara yang terlalu inovatif untuk menyebarkan Info mengenai islam kepada mereka,” sadar Ibrahim Hooper kala dihubungi oleh VOA Indonesia.

Komik “Yes, I’m Hot in This” ini mendapat banyak tanggapan yang positif berasal dari para pecinta yang terasa udah dibukakan matanya dan ingin mempelajari lebih banyak mengenai islam.

“Usaha yg dijalankan Huda bagus menurutku. Hal mendidik layaknya ini terlalu inspiratif banget sebab dia bukan cuma mengupayakan mengakomodasi hal2 yg kebanyakan non muslim tanyakan terhadap muslim (atau muslimah) tetapi juga secara tidak segera berikan pemahaman bahwa muslim adalah part berasal dari society dan kita juga mirip bersama orang-orang lainnya,” ujar Vicha Annisa, mahasiswi universitas George Washington di Washington, D.C. yang juga adalah keliru satu follower komik “Yes, I’m Hot in This.”

Menurut Vicha, bersama model komik ini yang enjoy dan tidak kaku bakal lebih ringan diterima dan dimengerti oleh warga Amerika.

“Mungkin terkecuali di tiap pojokkan komic di (Instagram) diberi apa ayat Quran dan Hadistnya sebagai alasan kenapa memakai kerudung, kenapa wajib penuh kasih bersama hewan, kenapa tdk boleh cukur alis, dan sebagainya bakal lebih baik. Jadi kedepannya followers Huda bukan cuma teman-teman non-muslims, tetapi juga bakal lebih banyak remaja-remaja muslim lainnya yg masih belajar mengenai Islam. Ide-ide komik atau kartun layaknya ini juga udah digagas oleh Ustadz Nouman Ali Khan melalui YouTube channel-nya: FreeQuranEducation. Overall, saya senang banget bersama visualisasi mendidik layaknya ini!” malah Vicha.

Pertanyaan yang ditujukkan kepada Huda juga terlalu beragam, layaknya apakah mereka boleh mendatangi tetangga mereka yang muslim atau memuji hijab yang dikenakan oleh temannya di sekolah.

“Banyak orang yang belajar dan ingin mempraktekkannya di dalam kehidupan yang nyata. Mereka menjunjung kita apa adanya sebagai seorang muslim yang menggerakkan ibadahnya,” ujar Huda.

Inilah pengaruh besar yang dirasakan oleh Huda. Ia pun terasa terlalu bersyukur atas apa yang udah ia raih. Terutama disaat sadar para pembacanya yang punya kepercayaan berbeda layaknya Kristen dan yahudi juga ikut bersyukur atas Kedatangan komiknya yang udah menambahkan mereka ilmu baru yang berlum pernah mereka pelajari sebelumnya baik di sekolah maupun di media.

“Saya tidak pernah menyangka bahwa saya mampu menarik perhatian orang-orang bersama kepercayaan yang berbeda. Saya kita komik ini cuma bakal dibaca oleh orang-orang muslim yang bakal menganggapnya lucu,” kata Huda.

Huda juga banyak mendapatkan pesan positif berasal dari followers-nya di Indonesia yang cuma ingin sebatas menyapanya.

“Semoga saya mampu singgah ke Indonesia dan berjumpa bersama mereka,” katanya.

Merupakan sebuah mimpi yang menjadi kenyataan bagi Huda, sebab rencananya komik “Yes, I’m Hot in This” ini bakal segera diterbitkan menjadi buku di AS. Tentunya ia udah tidak sabar untuk membagi lebih banyak ceritanya kepada para penggemarnya yang udah bersama setia mengikutinya di sarana sosial. Ia juga meminta buku ini mampu menarik perhatian pembaca yang baru.

Tidur Berdampak Besar Pada Prestasi Akademik

Tidur Berdampak Besar Pada Prestasi Akademik

Mahasiswa yang mendambakan mendapatkan nilai bagus, dianjurkan untuk hindari begadang dan tidak mengambil kelas pagi karena, menurut sebuah penelitian terbaru, tidak cukup tidur barangkali akan berakibat tidak baik pada hasil akademik.

Tidur Berdampak Besar Pada Prestasi Akademik

Menurut penelitian tersebut, tidak cukup tidur punyai efek tidak baik pada prestasi akademik yang setidaknya mirip bersama dengan efek yang ditimbulkan oleh mengonsumsi minuman keras atau narkoba.

Setiap malam di dalam satu pekan di mana mahasiswa mengalami masalah tidur, mengenai bersama dengan penurunan indeks prestasi kumulatif (IPK) sebesar 0,02 poin dan menambah risiko tidak akan melanjutkan mata kuliah sebanyakan 10 persen.

“Mahasiswa yang punyai jam tidur rutin yang baik punyai nilai IPK lebih tinggi sebanyak 0,14 poin dibandingkan mahasiswa yang tetap tidak cukup tidur,” kata J. Roxanne Prichard, Direktur Penelitian di Universitas St. Thomas di Saint Paul, Minnesota.

“Saat kamu mengerjakan pekerjaan sekolah di dalam situasi lumayan istirahat, kamu akan merampungkan pekerjaan dan merampungkan kasus yang rumit bersama dengan lebih efisien,” jadi Prichard.

Penemuan berikut melibatkan 55.322 mahasiswa lewat survei yang diadakan pada 2009..

Secara keseluruhan, mahasiswa punyai IPK umumnya sebesar 3,21 dan umumnya mengalami ada problem tidur sepanjang 2,4 malam di dalam sepekan, ada problem untuk tidur cepat atau tetap terjaga, bangun bersama dengan mulai seperti tidak tidur, atau mulai kelelahan pada siang hari.

Penelitian menemukan, mahasiswa tahun pertama adalah yang paling sering mendapatkan nilai tidak baik sebagai efek dari ada problem tidur, menurut studi tersebut. Di kalangan para mahasiswa baru, tambah sering mereka mengalami ada problem tidur, memicu efek yang mirip pada nilai IPK bersama dengan efek yang ditimbulkan mengonsumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang.

Untuk mahasiswa tingkat atas, dampaknya mirip bersama dengan efek yang ditimbulkan dari berada di dalam hubungan yag penuh kekerasan.

Hanya kasus ada problem studi dan depresi atau kecemasan yang membawa efek lebih besar pada keberhasilan akademik dari pada efek dari mutu tidur.

Mahasiswa baru punyai risiko kegagalan sebanyak 14 prosen di dalam sebuah mata kuliah akibat tidak mendapatkan tidur yang cukup.

Namun, edukasi perihal perlunya istirahat yang lumayan belum menjadi standar program orientasi mahasiswa baru, yang umumnya termasuk topik-topik kesehatan, seperti stress, kecanduan minuman keras, penyalahgunaan narkoba, hubungan seksual aman, dan kekerasan pada pasangan.

Lebih dari 2/3 mahasiswa yang turut di dalam penelitian menjelaskan bahwa mereka tidak terima Info apapun dari universitas tempat mereka studi mengani kasus tidur.mengenai edukasi perihal tidur. Namun sebaliknya, 83 prosen mengaku bahwa mereka mendapatkan edukasi perihal penggunaan narkoba dan alkohol.

Namun tetap saja, hasil-hasil penelitian membuktikan mahasiswa bisa mendapat faedah dari edukasi edukasi perihal cara tidur pas waktu, kata Dr. James Pagel dari Universitas Coloradi Anschutz Medical Campus di Aurora.

Idealnya, mahasiswa tidur sepanjang 7-9 jam tiap-tiap malam, kata Mary Hysing dari Inversitas Bergen di Norwegia.berkata melalu surat elektronik