Plt Bupati Mojokerto: Buku sebagai Sumber Literasi Terpercaya

Plt Bupati Mojokerto: Buku sebagai Sumber Literasi Terpercaya

Plt Bupati Mojokerto Buku sebagai Sumber Literasi Terpercaya
Plt Bupati Mojokerto Buku sebagai Sumber Literasi Terpercaya

Meski berdampingan dengan dunia serba digital, buku masih menempati posisi sebagai referensi ilmu yang terpercaya. Hal tersebut disampaikan Plt Bupati Mojokerto, Pungkasiadi dalam acara Pembinaan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial 2019 di Pendopo Graha Maja Tama Pemkab Mojokerto, Jumat (29/11/2019).

“Buku sampai saat ini masih menjadi sumber literasi terpercaya. Meski

semua sudah digital sekalipun. Literasi akan terus digenjot hingga desa-desa, melalui media perpustakaan mini. Perpustakaan tidak boleh berhenti sebagai sumber info saja. Tapi harus bisa digunakan untuk berkegiatan, berkreasi, dan berinovasi,” ungkap Plt Bupati Mojokerto, Pungkasiadi.

Orang nomor satu di Kabupaten Mojokerto ini juga menginstruksikan kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mojokerto, agar tahun depan bisa diadakan kompetisi karya tulis tentang Kesaktian Pancasila. Yakni dengan mengungkit kembali Pendidikan Moral Pancasila melalui kompetisi menulis.

Bunda Baca Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Elestianto Dardak yang

hadir pada acara ini dan menggaungkan semangat Masyarakat Belajar. Semangat ini menurutnya, diciptakan untuk memotivasi semua lapisan masyarakat agar gemar membaca. Arumi juga mengamini pernyataan Plt. Bupati Pungkasiadi, terkait buku yang dijadikan sumber rujukan informasi yang valid.

“Zaman sekarang memang beda (serba digital). Namun akan selalu ada pro kontra. Kalau kita tidak hati-hati menyaring info digital, pesan utama tidak bisa masuk. Sama halnya seperti kita baca buku novel. Meski jarang ada visualnya seperti gambar, otak kita akan menerjemahkannya sendiri,” katanya.

Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur ini juga membandingkan informasi

berbasis viusal, dengan murni membaca yang memiliki plus minus masing-masing. Dalam pandangannya, platform-platform penyedia literasi berbasis digital visual telah memberikan warna baru yang cukup positif. Namun menurutnya mengandalkan visual saja tidak cukup, karena otak bisa kurang maksimal dalam menerjemahkannya secara mandiri.

Sejalan dengan Plt Bupati Pungkasiadi dan Bunda Baca Arumi, Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Muhammad Syarif Bando menyebut buku sebagai media untuk menyelami ilmu secara mendalam. “Dengan literasi kita membangun. Saya setuju dengan Pak Bupati Mojokerto dan Bu Arumi bahwa buku tak tergantikan,” ujarnya.

 

Sumber :

https://mycourses.hult.edu/eportfolios/55933/Home/Definition_Objectives_and_Monetary_Policy_Instruments

PROFESI, TATA LAKU & ETIKA BERPROFESI

PROFESI, TATA LAKU & ETIKA BERPROFESI

PROFESI, TATA LAKU & ETIKA BERPROFESI
PROFESI, TATA LAKU & ETIKA BERPROFESI

Pengertian Profesi

Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Contoh profesi adalah pada bidang hukum, kedokteran, keuangan, militer, teknik desainer, tenaga pendidik.
Seseorang yang memiliki suatu profesi tertentu, disebut profesional. Walaupun begitu, istilah profesional juga digunakan untuk suatu aktivitas yang menerima bayaran, sebagai lawan kata dari amatir. Contohnya adalah petinju profesional menerima bayaran untuk pertandingan tinju yang dilakukannya, sementara olahraga tinju sendiri umumnya tidak dianggap sebagai suatu profesi.

Ciri-ciri Profesi, yaitu adanya:

1 . Standar unjuk kerja
2 . Lembaga pendidikan khusus untuk menghasilkan pelaku profesi tersebut dengan standar kualitas akademik yang bertanggung jawab
3 . Organisasi profesi
4 . Etika dan kode etik profesi
5 . Sistem imbalan
6 . Pengkuan masyarakat

Cara-cara menggambarkan profesi dan profesionalisme seperti di atas dikenal sebagai pendekatan taksonomis atau pendekatan kecirian (trait approach). Pendekatan ini muncul sebelum tahun 1960an, dan terutama dipengaruhi oleh tulisan Albert Flexner (1915). Konsentrasinya adalah pada penemuan ciri-ciri, klasifikasi, atau taksonomi profesionalisme. Di dalam perkembangannya, pendekatan taksonomis ini kemudian juga menekankan pada aspek fungsi, tugas dan kewajiban sebuah profesi di dalam masyarakatnya, sehingga dikenal sebagai pendekatan fungsional yang amat cocok dengan aliran fungsionalisme Talcot Parsons.

Kelemahan dari pendekatan taksonomis-fungsional ini adalah karena menganggap bahwa sebuah profesi sudah ada begitu saja dan bersifat “dari sananya” alias terberi (given). Pendekatan ini kemudian dikoreksi oleh Wilensky (1964) yang tidak hanya berkonsentrasi pada ciri-ciri profesionalisme, tetapi juga pada bagaimana proses terbentuknya profesionalisme itu. Pendekatan oleh Wilensky ini dikenal juga dengan nama pendekatan proses. Berdasarkan pendapat Wilensky, isyu profesionalisme harus dibahas dari segi proses pertumbuhan profesi yang bersangkutan. Menurut Wilensky, proses pertumbuhan profesi dimulai dari upaya memastikan batasan tentang suatu pekerjaan tertentu yang memerlukan orang-orang dengan keahlian khusus. Orang-orang ini akan diterima sebagai kelompok eksklusif yang dipercaya melakukan pekerjaan bermanfaat bagi masyarakatnya. Dalam tahap awal ini, mungkin saja penerimaan masyarakat itu masih bersifat informal. Proses selanjutnya adalah upaya memperkuat pondasi kekhususan keahlian dengan ilmu pengetahuan. Dari sini lahirlah hubungan antara kelompok profesi dengan perguruan tinggi. Selanjutnya, ketika anggota kelompok profesional ini semakin besar, mulailah upaya membentuk organisasi yang semakin mengokohkan eksklusivisme dan membentuk landasan legal bagi profesi yang bersangkutan. Biasanya, bersamaan dengan pembentukan organisasi ini, terbentuk pula kode etik dan kode perilaku (code of conduct). Pendekatan proses lebih memperjelas profesionalisme sebagai sesuatu yang berkembang, bukan “sudah dari sananya”. Namun analisa terhadap proses kelahiran sebuah profesi sebagaimana dilakukan Wilensky sebenarnya masih memiliki kekurangan. Pendekatan ini seringkali mengabaikan konteks lingkungan sosial, politik, dan budaya di tempat sebuah profesi berkembang.

Baca Juga :

MEMPERSIAPKAN DIRI SETELAH LULUS S1

MEMPERSIAPKAN DIRI SETELAH LULUS S1

MEMPERSIAPKAN DIRI SETELAH LULUS S1
MEMPERSIAPKAN DIRI SETELAH LULUS S1

 Setelah lulus S1 pastinya saya ingin bekerja, membahagiakan kedua orang tua saya yang selama ini sudah berkorban banyak untuk masa-masa pendidikan saya dimulai dari taman kanak-kanak sampai saya S1, bekerja sesuai passion merupakan impian saya, tapi jika ALLAH menghendaki pekerjaan lain insha allah saya terima dengan ikhlas, dimulai dari sekarang,  kemampuan, mental dan doa sudah saya persiapkan menjelang kelulusan saya yang tidak lama lagi, sampai waktunya tiba saya akan berjuang untuk mencari pekerjaan bersama ribuan sarjana lainnya, ilmu yang sudah saya dapatkan selama ini baik dalam akademik maupun softskill akan saya implementasikan selama saya mencari sampai mendapatkan pekerjaan.

Dan setelah pekerjaan pertama saya dapatkan sebagai karyawan baru (fress graduate) tentunya saya akan ditempatkan pada posisi bawah, yang memiliki resiko dan tanggung jawab yang minim, Dan minim peluangnya sebagai karyawan baru dan belum memiliki pengalaman akan ditempatkan menjadi pimpinan langsung, meskipun dasar pendidikan saya sudah mencukupi. Jadi semuanya butuh proses dan kerja keras untuk mencapai tingkatan yang lebih baik. Saya sangat percaya diri dengan kemampuan yang saya miliki untuk bisa bersaing dengan jutaan orang diluar sana.

Memang semuanya butuh proses, perlahan tapi pasti jika saya menjalani nya dengan penuh kesungguhan saya akan mendapatkan posisi yang terbaik, karena allah pasti memberi hadiah yang sangat luar biasa jika hambanya mau bersungguh-sungguh, memiliki keluarga yang sangat mendukung, teman-teman yang senantiasa berbagi pengalaman dan ilmu baru ketika bercerita, dan berada lingkungan yang sehat, menjadikan saya pribadi yang mau berusaha untuk mengimplementasikan sebuah kesuksesan hidup. AMIIIN, ANYTHING CAN HAPPEN, JUST DO THE BEST.

Sumber : https://chicagobearsjerseyspop.com/

Telematika dan Bisnis

Telematika dan Bisnis

Telematika dan Bisnis
Telematika dan Bisnis
  1. E-government

E-goverment dihadirkan dengan maksud untuk administrasi pemerintahan secara elektronik. Di Indonesia ini, sudah ada suatu badan yang mengurusi tentang telematika, yaitu Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI). TKTI mempunyai tugas mengkoordinasikan perencanaan dan mempelopori program aksi dan inisiatif untuk menigkatkan perkembangan dan pendayagunaan teknologi telematika di Indonesia, serta memfasilitasi dan memantau pelaksanaannya.

Tim tersebut memiliki beberapa target. Salah satu targetnya adalah pelaksanaan pemerintahan online atau e-goverment dalam bentuk situs/web internet. Dengan e-goverment, pemerintah dapat menjalankan fungsinya melalui sarana internet yang tujuannya adalah memberi pelayanan kepada publik secara transparan sekaligus lebih mudah, dan dapat diakses (dibaca) oleh komputer dari mana saja.
E-goverment juga dimaksudkan untuk peningkatan interaksi, tidak hanya antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga antar sesama unsur pemerintah dalam lingkup nasional, bahkan intrernasional. Pemerintahan tingkat provinsi sampai kabupaten kota, telah memiliki situs online. Contohnya adalah DPR, DKI Jakarta, dan Sudin Jaksel. Isi informasi dalam e-goverment, antara lain adalah profil wilayah atau instansi, data statistik, surat keputusan, dan bentuk interaktif lainnya.

  1. E-commerce

Prinsip e-commerce tetap pada transaksi jual beli. Semua proses transaksi perdagangan dilakukan secara elektronik. Mulai dari memasang iklan pada berbagai situs atau web, membuat pesanan atau kontrak, mentransfer uang, mengirim dokumen, samapi membuat claim.

Luasnya wilayah e-commerce ini, bahkan dapat meliputi perdagangan internasional, menyangkut regulasi, pengiriman perangkat lunak (soft ware), erbankan, perpajakan, dan banyak lagi. E-commerce juga memiliki istilah lain, yakni e-bussines. Contoh dalam kawasan ini adalah toko online, baik itu toko buku, pabrik, kantor, dan bank (e-banking). Untuk yang disebut terakhir, sudah banyak bank yang melakukan transaksi melalui mobile phone, ATM (Automatic Teller Machine – Anjungan Tunai Mandiri) , bahkan membeli pulsa.

  1. E-learning

Globalisasi telah menghasilkan pergeseran dalam dunia pendidikan, dalri pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka. Di Indonesia sudah berkembang pendidikan terbuka dengan modus belajar jarah jauh (distance lesrning) dengan media internet berbasis web atau situs. Kenyataan tersebut dapat dimungkinkan dengan adanya teknologi telematika, yang dapat menghubungkan guru dengan muridnya, dan mahasiswa dengan dosennya. Melihat hasil perolehan belajar berupa nilai secara online, mengecek jadwal kuliah, dan mengirim naskah tugas, dapat dilakukan. Peranan web kampus atau sekolah termasuk cukup sentral dalam kegiatan pembelajaran ini. Selain itu, web bernuansa pendidikan non-institusi, perpustakaan online, dan interaksi dalam group, juga sangatlah mendukung. Selain murid atau mahasiswa, portal e-learning dapat diakses oleh siapapun yang memerlukan tanpa pandang faktor jenis usia, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya. Hampir seluruh kampus di Indonesia, dan beberapa Sekolah Menegah Atas (SMA), telah memiliki web. Di DKI Jakarta, proses perencanaan pembelajaran dan penilaian sudah melalui sarana internet yang dikenal sebagai Sistem Administrasi Sekolah (SAS) DKI, dan ratusan web yang menyediakan modul-modul belajar, bahan kuliah, dan hasil penelitian tersebar di dunia internet. Bentuk telematika lainnya masih banyak lagi, antara lain ada e-medicine, e-laboratory, e-technology, e-research, dan ribuan situs yang memberikan informasi sesuai bidangnya. Di luar berbasis web, telematika dapat berwujud hasil dari kerja satelit, contohnya ialah GPS (Global Position System), atau sejenisnya seperti GLONAS dan GALILEO, Google Earth, 3G, dan kini 4G, kompas digital, sistem navigasi digital untuk angkutan laut dan udara, serta teleconference.

  1. Ensiklopedia

Sebagian perusahan yang menjajakan ensiklopedia saat ini telah mulai bereksperimen menggunakan CD ROM untuk menampung ensiklopedia sehingga diharapkan ensiklopedia di masa mendatang tidak hanya berisi tulisan dan gambar saja, tapi juga video, audio, tulisan dan gambar, dan bahkan gerakan. Dan data informasi yang terkandung dalam ensklopedia juga telah mulai tersedia di internet. Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan maka data dan informasi yang terkandung dalam ensiklopedi elektronik dapat diperbaharui.
Video Telenconference
Keberadaan teknologi ini memungkinkan siswa atau mahasiswa dari seluruh dunia untuk dapat berkenalan, saling mengenal bangsa di dunia. Teknologi ini dapat digunakan sebagai sarana diskusi, simulasi dan dapat digunakan untuk bermain peran pada kegiatan pembelajaran yang berfungsi menumbuhkan kepercayaan diri dan kerjasama yang bersifat sosial.  Banyak faktor yang mempengaruhi dilaksanakan atau tidaknya potensi teknologi telematika. Faktor utama, menurut Miarso (2004) adalah adanya komitmen politik dari para pengambil kebijakan dan ketersediaan.

Sumber : https://blog-fiesta.com/

Gubes Baru ITS Gagas Material untuk Energi dan Lingkungan

Gubes Baru ITS Gagas Material untuk Energi dan Lingkungan

Gubes Baru ITS Gagas Material untuk Energi dan Lingkungan
Gubes Baru ITS Gagas Material untuk Energi dan Lingkungan

Proses konversi energi dari pemanfaatan bahan bakar fosil menimbulkan dampak yang massif bagi lingkungan, salah satunya adalah pemanasan global.

Berangkat dari hal tersebut, dosen Departemen Kimia Fakultas Sains Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Hamzah Fansuri SSi MSi PhD menjawab penyelesaiannya pada orasi ilmiah yang disampaikan pada pengukuhannya sebagai guru besar, Senin (18/11/2019).

Orasi ilmiah bertajuk Material untuk Energi dan Lingkungan: Membran Berbasis Oksida Perovskit dan Geopolimer tersebut memaparkan hasil penelitian yang telah dilakukan Wakil Dekan Fakultas Sains ITS tersebut.

Bidang penelitian yang telah Hamzah tekuni sedari menempuh pendidikan

doktor ini mengacu pada penggunaan membran katalis berbasis Oksida Perovskit untuk mengubah metana menjadi bahan bakar minyak berupa metanol. Gas metana sendiri merupakan komponen utama dari sumber energi fosil yaitu gas alam.

Lebih lanjut, Hamzah menjelaskan bahwa gas metana yang mudah terbakar di udara akan menghasilkan gas karbon dioksida (CO2). Gas metana dan karbon dioksida ini memberikan efek rumah kaca dan berujung pada pemanasan global.

“Untuk itu, konversi metana menjadi bahan bakar minyak dilakukan

sebagai tindakan solutif dari permasalahan tersebut,” terang lelaki berkacamata ini.

Diungkapkan Hamzah, efek rumah kaca yang ditimbulkan dari gas metana dampaknya 21 kali lebih kuat daripada karbon dioksida. Sehingga, dalam hal ini, gas metana tersebut lebih baik dibakar secara langsung untuk menjadi karbon dioksida daripada dilepaskan secara langsung ke udara.

Hamzah mengatakan bahwa peran membran katalis berbasis Oksida

Perovskit dimulai dalam proses tersebut. “Membran katalis ini akan menangkap karbon dioksida dan mengubahnya menjadi senyawa organik,” jelas suami dari Nurul Widiastuti PhD yang juga dosen Departemen Kimia ITS ini.

Menilik lebih lanjut mengenai proses konversinya, imbuh Hamzah, pengubahan metana menjadi metanol secara tidak langsung dapat dilakukan dengan mengubah metana terlebih dahulu menjadi Syngas (campuran CO dan H2).

“Lalu, Syngas ini diubah menjadi metanol dengan katalis tertentu,” tutur alumnus Curtin University of Technology ini.

 

Baca Juga :

Pelajar ‘Anak Nenek’ Butuh Perhatian

Pelajar ‘Anak Nenek’ Butuh Perhatian

Pelajar ‘Anak Nenek’ Butuh Perhatian
Pelajar ‘Anak Nenek’ Butuh Perhatian

Sebagian besar siswa sekolah dasar dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah di Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, Jawa Timur lebih banyak menjalani kehidupan sehari-hari bersama nenek. Mereka biasa disebur ‘anak nenek’.

Kondisi ini, menurut salah satu tokoh masyarakat Budi Hermanto,

dikarenakan rata-rata di Arjasa berprofesi sebagai buruh. “Banyak yang kerjanya jauh hingga ke luar kota, jadi anak-anak mereka terpaksa dititipkan kepada anggota keluarga lainnya. Biasanya dititipkan ke neneknya. Jadi anak-anak di sini kebanyakan dibesarkan neneknya daripada sama orangtuanya sendiri,” katanya.

Hal ini dibenarkan Kepala SDN Biting 02 Fitatim Eshak Ustatik. “Anak nenek itu anak yang dititipkan kepada neneknya sementara kedua orangtuanya pergi untuk kerja di luar kota. Tapi biasanya dalam waktu lama, sehingga kurang mendapat perhatian,” katanya.

Puluhan siswa ‘anak nenek’ di SDN Biting 02 ini yang mendapat bantuan sosial berupa seragam sekolah gratis, Sabtu (16/11/2019). Seragam tersebut merupakan partisipasi konsumen Alfamart melalui donasi di toko yang dikelola Yayasan LazizMU.

Regional Corporate Communication Manager Alfamart Muhammad Faruq

Asrori mengatakan, kegiatan sosial ini bukan Corporate Social Responsibility (CSR) tapi Corporate Cause Promotion (CCP) yakni penggalangan dana yang mengajak peran serta masyarakat.

“Kegiatan ini sekaligus bentuk perhatian kami kepada dunia pendidikan. Seragam sekolah, sepatu, dan tas ini adalah perlengkapan atau kebutuhan yang vital bagi adik-adik,” kata Faruq di sela acara.

Bantuan berupa seragam sekolah tersebut diserahkan kepada siswa dari

keluarga kurang mampu maupun yang yatim piatu. “Karena di sekolah ini rata-rata anak-anaknya berasal dari keluarga menengah ke bawah yang membutuhkan dukungan dari masyarakat,” ujarnya.

Bantuan ini berasal dari donasi konsumen periode Juli – Desember 2018 yang tethimpun sebesar Rp 4,249 miliar secara nasional. Donasi periode tersebut diwujudkan dalam 6.500 paket perlengkapan sekolah dan renovasi 20 bangunan sekolah.

 

Sumber :

https://t.me/belajarngeblogbareng/7

 

Belum Maksimal Angkut Pelajar, ACS Efektif Tekan Laka Lantas

Belum Maksimal Angkut Pelajar, ACS Efektif Tekan Laka Lantas

Belum Maksimal Angkut Pelajar, ACS Efektif Tekan Laka Lantas
Belum Maksimal Angkut Pelajar, ACS Efektif Tekan Laka Lantas

Program angkutan cerdas sekolah (ACS) sudah berjalan selama 3 tahun.

Selama itu dana yang dianggarkan oleh Pemkab selalu naik setiap tahunnya. Dari awal tahun 2017 dikucurkan dana Rp 800 juta, hingga tahun 2019 ini meningkat di angka Rp 1,4 miliar.

”Program ACS ini berhasil dan menjadi layanan inovatif di Ponorogo. Maka

tidak heran jika kucuran dananya meningkatkan, karena untuk meningkatkan pelayanan,” kata Kepala Dishub Ponorogo Djunaidi, Jumat (15/11/2019).

Saat ini, kata Djunaedi ada 43 armada ACS. Terdiri dari 16 kendaraan di dalam kota, 6 mini bus, 2 mobil pengangkut umum (MPU). Dan sisanya merupakan angkota desa (angkodes). Selain wilayah perkotaan, ACS baru tersebar di 9 kecamatan. Yakni, Kecamatan Sooko, Pulung, Jenangan, Sawoo, Bungkal, Sukorejo, Sampung, Balong dan Slahung.

‘’Sekarang ini jumlah trayeknya ada 26,” katanya.

Jumlah trayek tersebut, kata Djunaedi belum mengakomodir pelajar SMP di

Ponorogo, yang berjumlah 4.500 siswa. Jika diprosentasekan baru mengcover 12 persen. Belum menyentuh angka ideal, yakni di angka 30 persen. Dan untuk mencapai prosentase ideal itu sedikitnya menelan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar.

”Saat ini setiap harinya ACS mengangkut 600 pelajar,” katanya.

 

Sumber :

https://padlet.com/ojelhtcmandiri/jg3txs3m1nh

Teknologi VM memiliki beberapa keunggulan, antara lain

Teknologi VM memiliki beberapa keunggulan, antara lain

Teknologi VM memiliki beberapa keunggulan, antara lain
Teknologi VM memiliki beberapa keunggulan, antara lain

Teknologi VM memiliki beberapa keunggulan, antara lain :

  1. Hal keamanan

VM memiliki perlindungan yang lengkap pada berbagai sistem sumber daya, yaitu dengan meniadakan pembagian sumber daya secara langsung, sehingga tidak ada masalah proteksi dalam VM. Sistem VM adalah kendaraan yang sempurna untuk penelitian dan pengembangan sistem operasi. Dengan VM, jika terdapat suatu perubahan pada satu bagian dari mesin, maka dijamin tidak akan mengubah komponen lainnya.

  1. Memungkinkan untuk mendefinisikan suatu jaringan dari Virtual Machine (VM).

Tiap-tiap bagian mengirim informasi melalui jaringan komunikasi virtual. Sekali lagi, jaringan dimodelkan setelah komunikasi fisik jaringan diimplementasikan pada perangkat lunak.

Beberapa kesulitan utama dari konsep VM, diantaranya adalah :

  • Sistem penyimpanan.

Sebagai contoh kesulitan dalam sistem penyimpanan adalah sebagai berikut: Andaikan kita mempunyai suatu mesin yang memiliki 3 disk drive namun ingin mendukung 7 VM. Keadaan ini jelas tidak memungkinkan bagi kita untuk dapat mengalokasikan setiap disk drive untuk tiap VM, karena perangkat lunak untuk mesin virtual sendiri akan membutuhkan ruang disk secara substansial untuk menyediakan memori virtual dan spooling. Solusinya adalah dengan menyediakan disk virtual atau yang dikenal pula dengan minidisk, dimana ukuran daya penyimpanannya identik dengan ukuran sebenarnya. Dengan demikian, pendekatan VM juga menyediakan sebuah antarmuka yang identik dengan perangkat keras yang mendasari.

  • Pengimplementasian sulit.

Meski konsep VM cukup baik, namun VM sulit diimplementasikan

Baca Juga :

Virtual Machine

Virtual Machine

Virtual Machine
Virtual Machine

Virtual Machine

Virtual machine (VM) adalah suatu environment, biasanya sebuah program atau system operasi, yang tidak ada secara fisik tetapi dijalankan dalam environment lain. Dalam konteks ini, VM disebut “guest” sementara environment yang menjalankannya disebut “host”. Ide dasar dari virtual machine adalah mengabtraksi perangkat keras dari satu komputer (CPU, memori, disk, dst) ke beberapa environment eksekusi, sehingga menciptakan illusi bahwa masing-masing environment menjalankan komputernya [terpisah] sendiri. VM muncul karena adanya keinginan untuk menjalankan banyak sistem operasi pada satu komputer. Teknologi virtual machine memiliki banyak kegunaan seperti memungkinkan konsolidasi perangkat keras, memudahkan recovery sistem, dan menjalankan perangkat lunak terdahulu. Salah satu penerapan penting dari teknologi VM adalah integrasi lintas platform. Beberapa penerapan lainnya yang penting adalah :

Konsolidasi server.

Jika beberapa server menjalankan aplikasi yang hanya memakan sedikit sumber daya, VM dapat digunakan untuk menggabungkan aplikasi-aplikasi tersebut sehingga berjalan pada satu server saja, walaupun aplikasi tersebut memerlukan sistem operasi yang berbeda-beda.

Otomasi dan konsolidasi lingkungan pengembangan dan testing.

Setiap VM dapat berperan sebagai lingkungan yang berbeda, ini memudahkan pengembang sehingga tidak perlu menyediakan lingkungan tersebut secara fisik.

Menjalankan perangkat lunak terdahulu.

Sistem operasi dan perangkat lunak terdahulu dapat dijalankan pada sistem yang lebih baru.

Memudahkan recovery sistem.

Solusi virtualisasi dapat dipakai untuk rencana recovery sistem yang memerlukan portabilitas dan fleksibilitas antar platform.

Demonstrasi perangkat lunak.

Dengan teknologi VM, sistem operasi yang bersih dan konfigurasinya dapat disediakan secara cepat.

Sumber : http://mp3toyss.stream/best-qualities-of-a-education-lecturer/

Proses Komunitas Java

Proses Komunitas Java

Proses Komunitas Java
Proses Komunitas Java

Sejarah JAVA

JAVA pertama kali diperkenalkan oleh Sun Microysystem pada pertengahan tahun 1990. Menurut definisi dari Sun, JAVA adalah nama untuk sebuah teknologi untuk membuat dan menjalankan perangkat lunak pada komputer standalone ataupun lingkungan jaringan. Secara umum JAVA adalah suatu teknologi perangkat lunak komputer yang merupakan suatu bahasa pemrograman tingkat tinggi berorientasi objek yang dapat dijalankan di semua platform. Java dipelopori oleh James Gosling, Patrick Naughton, Chris Warth, Ed Frank, dan Mike Sheridan dari Sun Microsystems, Inc pada tahun 1991. Mereka membutuhkan kurang lebih 18 bulan untuk membuat versi pertamanya. Bahasa ini pada awalnya disebut “Oak” tapi kemudian diubah menjadi “Java” pada tahun 1995 karena nama Oak telah dijadikan hak cipta dan digunakan sebagai bahasa pemrograman lainnya. Antara pembuatan Oak pada musim gugur 1992 hingga diumumkan ke publik pada musim semi 1995, banyak orang yang terlibat dalam desain dan evolusi bahasa ini. Bill Joy, Arthur van Hoff, Jonathan Payne, Frank Yellin, dan Tim Lindholm merupakan kontributor kunci yang mematangkan prototipe aslinya.

Sebagai sebuah platform, JAVA terdiri atas 2 bagian utama, yaitu :

Java Virtual Machine (JVM)

Java Virtual Machine adalah sebuah spesifikasi untuk sebuah komputer abstrak. JVM terdiri dari sebuah kelas pemanggil dan sebuah interpreter Java yang mengeksekusi kode arsitektur netral. Kelas pemanggil memanggil file API untuk dieksekusi oleh interpreter Java. Dengan kata lain JVM adalah sebagai perantara antara program yang akan dijalankan dan sistem operasi yang sedang digunakan.

Java Application Programming Interface (JAVA API)

Java API merupakan komponen-komponen dan kelas JAVA yang sudah jadi, yang memiliki berbagai kemampuan.

Kemampuan untuk menangani objek, string, angka, dsb.  Java API terdiri dari tiga bagian utama :

  1. Java Standard Edition (SE)

Sebuah standar API untuk merancang aplikasi desktop dan applets dengan bahasa dasar yang mendukung grafis, keamanan, konektivitas basis data dan jaringan.

  1. Java Enterprose Edition (EE)

Sebuah inisiatif API untuk merancang aplikasi serverdengan mendukung untuk basis data.

  1. Java Macro Edition (ME)

Sebuah API untuk merancang aplikasi yang jalan pada alat kecil seperti telepon genggam, komputer genggam dan pager.

Platform yang ada pada JAVA dikembangkan oleh yang namanya Java Community Process (JCP). JCP didirikan pada tahun 1998, merupakan suatu proses formal yang memungkinkan pihak-pihak yang tertarik untuk terlibat dalam mengembangkan versi dan fitur dari platform JAVA tersebut. Java dikembangkan mengacu pada standar yang ditentukan oleh komite didalam JCP (Java Community Process). Spesifikasi Java tidak sekedar fondasi VMnya, tetapi menyangkut hampir semua aspek, mulai dari mekanisme mengakses devices I/O, komponen pertukaran objek, sampai pengembangan container. JCP merupakan badan yang bertanggung jawab terhadap standar teknologi Java.

JCP melibatkan penggunaan Permintaan Spesifikasi Java (Java Spesification Request / JSRs), yaitu dokumen formal yang menggambarkan spesifikasi yang diusulkan dan teknologi untuk menambah platform Java. Ulasan publik Formal JSRs akan muncul sebelum JSR menjadi final dan Komite Eksekutif JCP menilainya di atasnya. Sebuah JSR akhir menyediakan implementasi referensi yang merupakan implementasi bebas dari teknologi dalam bentuk kode sumber dan Kompatibilitas Kit Teknologi untuk memverifikasi API spesifikasi. Sebuah JSR menggambarkan JCP itu sendiri. Seperti tahun 2009 , JSR 215 menggambarkan versi sekarang (2.7) dari JCP. Sebagai sebuah platform, Java memiliki dua buah bagian penting, yaitu Java Virtual Machine dan Java Application Programmig (Java Api). Program yang JCP komunitas pengguna telah membantu dalam memberikan umpan balik pada situs web. Banyak fitur baru dan perbaikan bug pada awalnya diusulkan atau diidentifikasi oleh pengguna. Berbagai bug telah diperbaiki dan navigasi juga telah diperbarui untuk mengatur informasi yang tersedia. Ini adalah langkah inkremental lain sepanjang perjalanan untuk meningkatkan jcp.org. Dalam bulan-bulan mendatang, sebagai masyarakat terus menyarankan perubahan dan perangkat tambahan, upaya akan terus memperbaiki situs. Semua umpan menyimpan program dan JCP jcp.org bergerak maju dan ke atas.

Sumber : https://cheapdiscountjerseys.us.com/characteristics-and-qualities-of-a-good-education-lecturer/