Cara Mengatasi Emosi Anak Umur 3 Tahun

Cara Mengatasi Emosi Anak Umur 3 Tahun

Anak ingin memberikan reaksi yang berlebih saat dirinya menyaksikan atau menikmati sesuatu yang tidak nyaman pada dirinya, saat dirinya sedang bermain dan orang tua-nya meminta guna berhenti atau merapikan mainan tersebut, anak di umur ini dapat menolak dan menyerahkan reaksi laksana berteriak maupun memperhatikan kedua orang tua-nya.

Laura Markham, PH.D., menulis dimulai Peaceful Parents, Happy Kids bahwa ada sejumlah langkah yang dapat kita kerjakan untuk menanggulangi anak yang belum dapat mengontrol emosi-nya dengan baik.

Anak Akan Mengikuti Emosi Kita

Ketika anak mengindikasikan emosi-nya, maka anda tidak boleh melawan emosi sang anak, andai kita berteriak, maka anak pun akan berteriak, begitu juga bilamana kita berkata dengan pelan, maka anak pun akan berkata dengan pelan.

Jadi kesimpulannya, andai anak sedang emosi, anda tidak boleh meningkat dengan emosi dengan memarahi-nya, anda harus dapat bersabar dan mengajarinya dengan lembut, karena andai kita pun terbawa emosi, maka emosi sang anak dapat semakin menjadi-jadi.

Komunikasi Yang Baik

Anak yang jarang bertemu atau berkata dengan orang tua-nya pasti akan paling sulit di atur, karena tersebut setiap orang tua mesti menciptakan komunikasi dengan anak-nya dengan baik supaya orang tua dapat memberikan misal dan menyatakan mana yang baik dan mana pun hal yang tidak baik, andai sedang bersama, maka orang tua dapat mengatakan bahwa perbuatan mana saja yang salah dan mana saja perbuatan yang benar.

Jika kita jarang bertemu dengan anak Anda, maka kamu bisa mengajari anak Anda saat nada bertemu pada malam hari atau weekend supaya anak Anda memahami bahwa Anda ialah orang tua yang sarat perhatian untuk dirinya.

Terimalah Keinginan Anak

Meski anak sedang marah atau emosi, anda sebagai orang tua mesti mengindikasikan bahwa anda peduli dengan perasaan atau kemauan sang anak, dan sampaikan kepada anak bahwa andai ada sesuatu yang tidak disukai-nya, sang anak dapat membicarakannya dengan baik di banding menangis atau marah-marah.

Dan dengan begitu, sang anak bakal merasa lebih dipedulikan, dan sang anak tidak bakal terbawa emosi bilamana dirinya merasa tidak nyaman dengan sebuah hal, sebab itu sokongan dari orang tua bakal sangat menolong sang anak supaya dapat beranggapan positif dan belajar bagaimana menyangga emosinya tersebut.

Tahan Niat Bagi Menghukum Anak
Hukuman memang terkadang mesti anda berikan untuk anak kita, tetapi andai sang anak sedang menerbitkan emosi negatif dan dijawab dengan hukuman tersebut, maka anak akan meningkat kesal dan menciptakan energy negatif di dekat dirinya dan menciptakan nya salah berkembang.

Lebih baik guna orang tua tidak langsung menghukum sang anak, lagipula jika sedang berada di lokasi umum, tolong sang anak supaya tetap menyangga emosi-nya, dan sesudah sampai rumah, kamu bisa sampaikan apa yang salah, dan pasti saja urusan itu dapat membuat sang anak lebih memahami dan tidak merasa dipermalukan di depan umum.

Bantu Anak kita Meredam Emosi Negatif
Apabila anak Anda telah melawan kamu dan berani memukul, tersebut bukan bearti bahwa anak Anda ialah anak yang nakal, tersebut hanya cerminan bahwa anak kita tidak dapat menyalurkan emosi negatif yang dimilikinya, dan untuk tersebut orang tua mempunyai peran untuk menyerahkan rasa sayang dengan menyentuh ataupun memluk sang anak.

Anak kecil sendiri biasa meluapkan emosinya dengan menangis, dan andai terjadi laksana itu, buatlah sang anak merasa nyaman supaya dapat mengendalikan emosi-nya, dan berhenti menangis dan menilik bahwa menangis bukanlah urusan yang tepat guna meluapkan emosi untuk dirinya.

Nah, jadi andai kita mempunyai anak yang emosi dan suka marah atau memukul, tidak boleh memandang anak itu anak badung ya, dapat saja sang anak tidak atau belum memahami bagaimana teknik meluapkan emosi-nya, dan untuk semua orang tua, bersabar terus ya bakal hal tersebut supaya sang anak dapat berkembang dengan baik!!

Sumber : http://thetopsites.net/gr_domain_list/index.php?domain=www.pelajaran.co.id