MODUS KEJAHATAN DALAM TEKNOLOGI

MODUS KEJAHATAN DALAM TEKNOLOGI

MODUS KEJAHATAN DALAM TEKNOLOGI
MODUS KEJAHATAN DALAM TEKNOLOGI

 Kebutuhan akan teknologi Jaringan Komputer semakin meningkat. Selain sebagai media penyedia informasi, melalui Internet pula kegiatan komunitas komersial menjadi bagian terbesar, dan terpesat pertumbuhannya serta menembus berbagai batas negara. Bahkan melalui jaringan ini kegiatan pasar di dunia bisa diketahui selama 24 jam. Melalui dunia internet atau disebut juga cyberspace, apapun dapat dilakukan. Segi positif dari dunia maya ini tentu saja menambah trend perkembangan teknologi dunia dengan segala bentuk kreatifitas manusia. Namun dampak negatif pun tidak bisa dihindari. Tatkala pornografi marak di media Internet, masyarakat pun tak bisa berbuat banyak.

Seiring dengan perkembangan teknologi Internet, menyebabkan munculnya kejahatan yang disebut dengan “CyberCrime” atau kejahatan melalui jaringan Internet. Munculnya beberapa kasus “CyberCrime” di Indonesia, seperti pencurian kartu kredit, hacking beberapa situs, menyadap transmisi data orang lain, misalnya email, dan memanipulasi data dengan cara menyiapkan perintah yang tidak dikehendaki ke dalam programmer komputer. Sehingga dalam kejahatan komputer dimungkinkan adanya delik formil dan delik materil. Delik formil adalah perbuatan seseorang yang memasuki komputer orang lain tanpa ijin, sedangkan delik materil adalah perbuatan yang menimbulkan akibat kerugian bagi orang lain. Adanya CyberCrime telah menjadi ancaman stabilitas, sehingga pemerintah sulit mengimbangi teknik kejahatan yang dilakukan dengan teknologi komputer, khususnya jaringan internet dan intranet.

Pengertian Cybercrime

Cybercrime merupakan bentuk-bentuk kejahatan yang timbul karena pemanfaatan teknologi internet. Beberapa pendapat mengindentikkan cybercrime dengan computer crime. The U.S. Department of Justice memberikan pengertien computer crime sebagai:

 “…any illegal act requiring knowledge of computer technology for its perpetration, investigation, or prosecution”.

Organization of European Community Development, yang mendefinisikan computer crime sebagai:

“any illegal, unehtical or unauthorized behavior relating to the automatic processing and/or the transmission of data”.

Adapun Andi Hamzah (1989) dalam tulisannya “Aspek-aspek Pidana di Bidang komputer”, mengartikan kejahatan komputer sebagai:

”Kejahatan di bidang komputer secara umum dapat diartikan sebagai penggunaan komputer secara illegal”.

Dari beberapa pengertian di atas, secara ringkas dapat dikatakan bahwa cybercrime dapat didefinisikan sebagai perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan menggunakan internet yang berbasis pada kecanggihan teknologi komputer dan telekomunikasi.

Sumber : https://freemattandgrace.com/

KASUS-KASUS CYBERCRIME

KASUS-KASUS CYBERCRIME

KASUS-KASUS CYBERCRIME
KASUS-KASUS CYBERCRIME

Berikut ini beberapa kasus Cybercrime, analisa permasalahan dan jeratan hukumnya, sebagai berikut:

  1. Kejahatan internet lainnya, pornografi yakni menjadikan internet sebagai arena prostitusi. Sejumlah situs porno yang digunakan sebagai pelacuran terselubung dan penjualan aksesoris seks pernah diusut Polda Metro Jaya, dan pengelolanya ditangkap. Situs judi seperti indobetonline.com, juga pernah dibongkar Mabes Polri. Selain itu, belum lama ini, kepolisian Tangerang juga membongkar judi di situs tangkas.net yang menyediakan judi bola tangkas, Mickey Mouse dan lainnya. Kejahatan lainnya, penipuan lewat internet.

Pasal yang mengatur perjudian online ini adalah UU ITE pasal 27, yang berbunyi: “Setiap orang sengaja dan tanpa hak mendistribusikan, mentransmisikan, atau membuat dapat diaksesnya Informasi atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian”.

Sedangkan pasal yang mengatur UU Pornografi adalah:Masalah pornografi dan penyebarannya sudah banyak diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan, seperti dalam KUHP, UU Telekomunikasi, UU Perfilman, UU Pers, UU Pornografi dan UU ITE. Terkait kasus cyberporn UU ITE mengaturnya lebih jelas dan eksplisit, yaitu dalam Pasal 27 ayat (1), bahwa Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

  1. Kasus Mustika Ratu adalah kasus cybercrime pertama di Indonesia yang disidangkan. Kasus ini merupakan contoh kasus defacing. Belum usai perdebatan pakar mengenai perlu tidaknya cyberlaw di Indonesia, tiba-tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mulai disidangkan kasus cybercrime. Pelakunya, menggungakan domain name mustikaratu.comuntuk kepentingan PT. Mustika Berto, pemegang merek kosmetik Sari Ayu. Akibat penggunaan domain name mustikaratu.com tersebut, PT. Mustika Ratu tidak dapat melakukan sebagian transaksi dengan calon mitra usaha yang berada di luar negeri. Pasalnya, mereka tidak dapat menemukan informasi mengenai Mustika Ratu di website tersebut. Mereka kebingungan ketika menemukan website mustikaratu.com yang isinya justru menampilkan produk-produk Belia dari Sari Ayu, yang notabene adalah pesaing dari Mustika Ratu untuk produk kosmetik. Tjandra Sugiono didakwa dengan Pasal 382 bis KUHP mengenai perbuatan curang (bedrog) dalam perdagangan, yang ancaman hukumannya 1 tahun 4 bulan. Selain itu, jaksa juga memakai Undang-undang No. 5/1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Menurut jaksa, perbuatan terdakwa telah melanggar Pasal 19 UU No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.
  1. Kasus hacking, Seorang pria asal Florida diganjar hukuman 20 tahun penjara karena membajak kartu kredit. Hukuman tersebut dinilai pantas karena tidak tanggung-tanggung, jutaan data kartu kredit telah dicurinya dan jutaan dollar AS telah digondol pelaku bernama Albert Gonzales (28) itu dari berbagai bank. Menurut hakim yang mengadilinya di Pengadilan Boston, Kamis (25/3/2010), ini merupakan contoh perbuatan hacking komputer paling besar dan paling mahal dalam sejarah AS.  Modus kejahatan ini adalah pencurian, karena pelaku memakai kartu kredit orang lain untuk mencari barang yang mereka inginkan di situs lelang barang. Karena kejahatan yang mereka lakukan, mereka akan dibidik dengan pelanggaran Pasal 378 KUHP tentang penipuan, Pasal 363 tentang Pencurian dan Pasal 263 tentang Pemalsuan Identitas.
  1. Kasus Carding, Dua warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Jakarta ditangkap karena telah membobol sebuah perusahaan Belanda yang beroperasi di Amerika Serikat melalui jaringan internet.Pembobolan melalui transaksi online menggunakan kartu kredit fiktif itu telah merugikan Tim Tamsim hingga 41.927 dolar AS atau sekitar Rp400 juta. Kedua tersangka itu adalah Rizky Martin alias Steve Rass dan Donny alias Michael Texantoy sedangkan perusahaan yang dibobol adalah Tim Tamsim Invex Corp. Mereka ditangkap di sebuah warnet yang berlokasi di Jl Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan saat berusaha membobol perusahaan asing yang sama.  Hukum ITE: Karena kejahatan yang mereka lakukan, mereka akan dibidik dengan pelanggaran pasal 378 KUHP tentang Penipuan, Pasal 363 tentang pencurian dan Pasal 263 tentang Pemalsuan Identitas. Adapun keterangan lebih lanjut tentang pasal 378 tentang Penipuan : “Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hukum, dan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat maupun dengan ataupun dengan rangkaian kebohongan menggerakan orang lain untuk menyerahkan suatu benda kepadanya, atau supaya memberikan hutang atau menghapus piutang, diancam karena penipuan paling lama 4 tahun penjara”. Sedangkan untuk Pasal 363 tentang Pencurian yaitu: ” Barang siapa mengambil suatu benda yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain, dengan maksud dimiliki dengan melawan hukum, diancam karena pencurian dengan penjara pidana  paling lama 5 tahun atau denda paling banyak sembilan ratus rupiah”. Untuk Pasal 263 tentang Pemalsuan Identitas yaitu : “Barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menerbitkan sesuatu hak, sesuatu perjanjian (kewajiban) atau sesuatu pembebasan hutang, atau boleh dipergunakan sebagai keterangan bagi sesuatu perbuatan dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh otang lain, menggunkan surat-surat itu seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan, maka bila mempergunakannya akan dapat mendatangkan sesuatu kerugian, karena pemalsuan surat, dengan hukuman penjara selama-lamanya enam tahun”.

Sumber : https://merpati.co.id/

DKPP Pastikan Telur di Kabupaten Kediri Aman Dikonsumsi

DKPP Pastikan Telur di Kabupaten Kediri Aman Dikonsumsi

DKPP Pastikan Telur di Kabupaten Kediri Aman Dikonsumsi
DKPP Pastikan Telur di Kabupaten Kediri Aman Dikonsumsi

Siapa bilang telur mengandung racun dioksin yang berbahaya bagi tubuh kita? Itu semua salah besar. Telur merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung potein tinggi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita.

Maraknya kabar yang beredar belakangan ini membuat warga khawatir untuk mengkonsumsi telur, termasuk di Kabupaten Kediri. Padahal disini banyak peternak ayam petelur yang dalam prosesnya sangat higienis dan bebas dari racun.

Guna menepis kabar tak sedap tersebut, Pemerintah Kab. Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) melakukan gerak cepat dengan mengkampanyekan serta mensosialisasikan bahwa mengkonsumsi telur sangat baik bagi tubuh kita.

Dipimpin langsung oleh Kepala DKPP Kabupaten Kediri, drh. Tutik

Purwaningsih, kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan di halaman kantor DKPP dengan diikuti oleh seluruh staf dan pejabat di lingkungan DKPP. Mereka pun membawakan yel-yel serta membawa tulisan berisikan slogan tentang telur bebas dioksin.
Baca Juga:

Tangani Wabah DBD, Desa Sumberejo Kediri Adakan 3M dan Ikanisasi
Gawat! Jelang Konferwil Ansor Jatim, Banyak SK Pengurus Mati
Duel Berdarah, Petani Lereng Kelud Tewas Ditusuk Pisau
Pemkab Kediri Tingkatkan Keimanan dan Etos Kerja Pegawai

Selanjutnya telur dibagikan kepada semua peserta, dikupas dan dimakan bersama-sama untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa telur benar-benar bebas racun. drh. Tutik Purwaningsih menjelaskan, kegiatan ini adalah untuk meyakinkan masyarakat bahwa telur aman untuk dikonsumsi.

“Melalui sosialisasi ini, kami sampaikan bahwa telur Kabupaten Kediri

sehat, aman dan bergizi. Utamanya aman dari bahan-bahan berbahaya. Kabupaten Kediri memiliki produk telur yang luar biasa. Kami ingin meyakinkan masyarakat bahwa produk telur di Kabupaten Kediri dihasilkan dari sistem peternakan yang sesuai standart higienis dan tidak diliarkan, sehingga hasil telurnya juga aman dan sehat,” tegasnya.

Selain di Kantor DKPP, sosialisasi ini juga akan disebarluaskan di media

sosial agar masyarakat tahu bahwa telur produksi peternak Kab. Kediri sangat aman.

“Sosialisasi seperti ini sudah kami lakukan di sekolah-sekolah TK, bahkan di tempat pengajian. Kami juga rutin menggelar survei ke pasar-pasar untuk memantau kualitas produk dan harga. Memang harga telur sempat turun, namun saat ini sudah mulai normal di harga 21-22 ribu rupiah per kilogram,” tambah Kepala DKPP

 

Baca Juga :

Plt Bupati Mojokerto: Buku sebagai Sumber Literasi Terpercaya

Plt Bupati Mojokerto: Buku sebagai Sumber Literasi Terpercaya

Plt Bupati Mojokerto Buku sebagai Sumber Literasi Terpercaya
Plt Bupati Mojokerto Buku sebagai Sumber Literasi Terpercaya

Meski berdampingan dengan dunia serba digital, buku masih menempati posisi sebagai referensi ilmu yang terpercaya. Hal tersebut disampaikan Plt Bupati Mojokerto, Pungkasiadi dalam acara Pembinaan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial 2019 di Pendopo Graha Maja Tama Pemkab Mojokerto, Jumat (29/11/2019).

“Buku sampai saat ini masih menjadi sumber literasi terpercaya. Meski

semua sudah digital sekalipun. Literasi akan terus digenjot hingga desa-desa, melalui media perpustakaan mini. Perpustakaan tidak boleh berhenti sebagai sumber info saja. Tapi harus bisa digunakan untuk berkegiatan, berkreasi, dan berinovasi,” ungkap Plt Bupati Mojokerto, Pungkasiadi.

Orang nomor satu di Kabupaten Mojokerto ini juga menginstruksikan kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mojokerto, agar tahun depan bisa diadakan kompetisi karya tulis tentang Kesaktian Pancasila. Yakni dengan mengungkit kembali Pendidikan Moral Pancasila melalui kompetisi menulis.

Bunda Baca Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Elestianto Dardak yang

hadir pada acara ini dan menggaungkan semangat Masyarakat Belajar. Semangat ini menurutnya, diciptakan untuk memotivasi semua lapisan masyarakat agar gemar membaca. Arumi juga mengamini pernyataan Plt. Bupati Pungkasiadi, terkait buku yang dijadikan sumber rujukan informasi yang valid.

“Zaman sekarang memang beda (serba digital). Namun akan selalu ada pro kontra. Kalau kita tidak hati-hati menyaring info digital, pesan utama tidak bisa masuk. Sama halnya seperti kita baca buku novel. Meski jarang ada visualnya seperti gambar, otak kita akan menerjemahkannya sendiri,” katanya.

Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur ini juga membandingkan informasi

berbasis viusal, dengan murni membaca yang memiliki plus minus masing-masing. Dalam pandangannya, platform-platform penyedia literasi berbasis digital visual telah memberikan warna baru yang cukup positif. Namun menurutnya mengandalkan visual saja tidak cukup, karena otak bisa kurang maksimal dalam menerjemahkannya secara mandiri.

Sejalan dengan Plt Bupati Pungkasiadi dan Bunda Baca Arumi, Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Muhammad Syarif Bando menyebut buku sebagai media untuk menyelami ilmu secara mendalam. “Dengan literasi kita membangun. Saya setuju dengan Pak Bupati Mojokerto dan Bu Arumi bahwa buku tak tergantikan,” ujarnya.

 

Sumber :

https://mycourses.hult.edu/eportfolios/55933/Home/Definition_Objectives_and_Monetary_Policy_Instruments

DKPP Kabupaten Kediri Beri Bimtek dan Pelatihan Pelayanan Medik Veteriner

DKPP Kabupaten Kediri Beri Bimtek dan Pelatihan Pelayanan Medik Veteriner

DKPP Kabupaten Kediri Beri Bimtek dan Pelatihan Pelayanan Medik Veteriner
DKPP Kabupaten Kediri Beri Bimtek dan Pelatihan Pelayanan Medik Veteriner

– Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri menggelar acara Bimbingan Teknis dan Pelatihan Pelayanan Medik Veteriner. Kegiatan yang dikemas melalui seminar dan workshop ini bertempat di ruang rapat Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri.

Kegiatan ini bertujuan untuk upgrade teknik bedah sectio caesaria pada

ruminansia yang didukung dengan soft skill bagi praktisi medik veteriner. Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 40 orang yang seluruhnya berprofesi sebagai dokter hewan.

Bertindak sebagai narasumber adalah drh. Didik Isdiyanto yang membahas tentang upgrade soft skill bagi praktisi medik veteriner. Kemudian narasumber kedua adalah Dr. H. Abdul Samik. drh, M.Si dari FKH Unair Surabaya. Pada akhir acara peserta juga diajak untuk praktek langsung dengan media 2 ekor kambing yang sudah disediakan.
Baca Juga:

Ratusan Masyarakat Desa Hutan se-Kabupaten Kediri Deklarasi Pemilu

Damai 2019
PDIP Raih Kursi Terbanyak di DPRD Kabupaten Kediri
Duel Berdarah, Petani Lereng Kelud Tewas Ditusuk Pisau
Gudang Garam Meriahkan Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri

Ditemui usai membuka acara, Kepala DKPP Kabupaten Kediri, drh. Tutik Purwaningsih mengatakan, kegiatan ini merupakan bimtek bagi dokter hewan mandiri yang ada di Kab. Kediri. DKPP memang memiliki tugas untuk mensinergikan antara kebutuhan masyarakat dengan era saat ini.

“Pada kegiatan ini kami mensosialisasikan aturan pelayanan terkait

kesehatan hewan untuk masyarakat. Itu semua harus dipegang oleh dokter hewan, jadi dokter hewan sebagai penyedia layanan. Juga mensosialisasikan pula kedudukan teman-teman dokter hewan di lapangan dengan Pemerintah Kabupaten Kediri agar ada sinergi. Kebetulan peserta hari ini sudah tergabung dalam Perhimpunan Dokter Hewan Cabang Jatim X, jadi kita berkoordinasinya jadi lebih mudah,” ungkap drh. Tutik.

Ia menambahkan, tujuan kegiatan ini adalah mereview dan mengupgrade ilmu yang sudah didapat di kampus dengan kondisi saat ini di lapangan. “Harapannya dengan bimbingan ini, pelayanan kepada masyarakat lebih berkualitas dan memberikan hasil yang maksimal agar tidak merugikan masyarakat,” lanjutnya.

 

Sumber :

https://canvas.yc.edu/eportfolios/410/Home/ECommerce_Definition_Benefits_and_Benefits

PROFESI, TATA LAKU & ETIKA BERPROFESI

PROFESI, TATA LAKU & ETIKA BERPROFESI

PROFESI, TATA LAKU & ETIKA BERPROFESI
PROFESI, TATA LAKU & ETIKA BERPROFESI

Pengertian Profesi

Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Contoh profesi adalah pada bidang hukum, kedokteran, keuangan, militer, teknik desainer, tenaga pendidik.
Seseorang yang memiliki suatu profesi tertentu, disebut profesional. Walaupun begitu, istilah profesional juga digunakan untuk suatu aktivitas yang menerima bayaran, sebagai lawan kata dari amatir. Contohnya adalah petinju profesional menerima bayaran untuk pertandingan tinju yang dilakukannya, sementara olahraga tinju sendiri umumnya tidak dianggap sebagai suatu profesi.

Ciri-ciri Profesi, yaitu adanya:

1 . Standar unjuk kerja
2 . Lembaga pendidikan khusus untuk menghasilkan pelaku profesi tersebut dengan standar kualitas akademik yang bertanggung jawab
3 . Organisasi profesi
4 . Etika dan kode etik profesi
5 . Sistem imbalan
6 . Pengkuan masyarakat

Cara-cara menggambarkan profesi dan profesionalisme seperti di atas dikenal sebagai pendekatan taksonomis atau pendekatan kecirian (trait approach). Pendekatan ini muncul sebelum tahun 1960an, dan terutama dipengaruhi oleh tulisan Albert Flexner (1915). Konsentrasinya adalah pada penemuan ciri-ciri, klasifikasi, atau taksonomi profesionalisme. Di dalam perkembangannya, pendekatan taksonomis ini kemudian juga menekankan pada aspek fungsi, tugas dan kewajiban sebuah profesi di dalam masyarakatnya, sehingga dikenal sebagai pendekatan fungsional yang amat cocok dengan aliran fungsionalisme Talcot Parsons.

Kelemahan dari pendekatan taksonomis-fungsional ini adalah karena menganggap bahwa sebuah profesi sudah ada begitu saja dan bersifat “dari sananya” alias terberi (given). Pendekatan ini kemudian dikoreksi oleh Wilensky (1964) yang tidak hanya berkonsentrasi pada ciri-ciri profesionalisme, tetapi juga pada bagaimana proses terbentuknya profesionalisme itu. Pendekatan oleh Wilensky ini dikenal juga dengan nama pendekatan proses. Berdasarkan pendapat Wilensky, isyu profesionalisme harus dibahas dari segi proses pertumbuhan profesi yang bersangkutan. Menurut Wilensky, proses pertumbuhan profesi dimulai dari upaya memastikan batasan tentang suatu pekerjaan tertentu yang memerlukan orang-orang dengan keahlian khusus. Orang-orang ini akan diterima sebagai kelompok eksklusif yang dipercaya melakukan pekerjaan bermanfaat bagi masyarakatnya. Dalam tahap awal ini, mungkin saja penerimaan masyarakat itu masih bersifat informal. Proses selanjutnya adalah upaya memperkuat pondasi kekhususan keahlian dengan ilmu pengetahuan. Dari sini lahirlah hubungan antara kelompok profesi dengan perguruan tinggi. Selanjutnya, ketika anggota kelompok profesional ini semakin besar, mulailah upaya membentuk organisasi yang semakin mengokohkan eksklusivisme dan membentuk landasan legal bagi profesi yang bersangkutan. Biasanya, bersamaan dengan pembentukan organisasi ini, terbentuk pula kode etik dan kode perilaku (code of conduct). Pendekatan proses lebih memperjelas profesionalisme sebagai sesuatu yang berkembang, bukan “sudah dari sananya”. Namun analisa terhadap proses kelahiran sebuah profesi sebagaimana dilakukan Wilensky sebenarnya masih memiliki kekurangan. Pendekatan ini seringkali mengabaikan konteks lingkungan sosial, politik, dan budaya di tempat sebuah profesi berkembang.

Baca Juga :

MEMPERSIAPKAN DIRI SETELAH LULUS S1

MEMPERSIAPKAN DIRI SETELAH LULUS S1

MEMPERSIAPKAN DIRI SETELAH LULUS S1
MEMPERSIAPKAN DIRI SETELAH LULUS S1

 Setelah lulus S1 pastinya saya ingin bekerja, membahagiakan kedua orang tua saya yang selama ini sudah berkorban banyak untuk masa-masa pendidikan saya dimulai dari taman kanak-kanak sampai saya S1, bekerja sesuai passion merupakan impian saya, tapi jika ALLAH menghendaki pekerjaan lain insha allah saya terima dengan ikhlas, dimulai dari sekarang,  kemampuan, mental dan doa sudah saya persiapkan menjelang kelulusan saya yang tidak lama lagi, sampai waktunya tiba saya akan berjuang untuk mencari pekerjaan bersama ribuan sarjana lainnya, ilmu yang sudah saya dapatkan selama ini baik dalam akademik maupun softskill akan saya implementasikan selama saya mencari sampai mendapatkan pekerjaan.

Dan setelah pekerjaan pertama saya dapatkan sebagai karyawan baru (fress graduate) tentunya saya akan ditempatkan pada posisi bawah, yang memiliki resiko dan tanggung jawab yang minim, Dan minim peluangnya sebagai karyawan baru dan belum memiliki pengalaman akan ditempatkan menjadi pimpinan langsung, meskipun dasar pendidikan saya sudah mencukupi. Jadi semuanya butuh proses dan kerja keras untuk mencapai tingkatan yang lebih baik. Saya sangat percaya diri dengan kemampuan yang saya miliki untuk bisa bersaing dengan jutaan orang diluar sana.

Memang semuanya butuh proses, perlahan tapi pasti jika saya menjalani nya dengan penuh kesungguhan saya akan mendapatkan posisi yang terbaik, karena allah pasti memberi hadiah yang sangat luar biasa jika hambanya mau bersungguh-sungguh, memiliki keluarga yang sangat mendukung, teman-teman yang senantiasa berbagi pengalaman dan ilmu baru ketika bercerita, dan berada lingkungan yang sehat, menjadikan saya pribadi yang mau berusaha untuk mengimplementasikan sebuah kesuksesan hidup. AMIIIN, ANYTHING CAN HAPPEN, JUST DO THE BEST.

Sumber : https://chicagobearsjerseyspop.com/

Telematika dan Bisnis

Telematika dan Bisnis

Telematika dan Bisnis
Telematika dan Bisnis
  1. E-government

E-goverment dihadirkan dengan maksud untuk administrasi pemerintahan secara elektronik. Di Indonesia ini, sudah ada suatu badan yang mengurusi tentang telematika, yaitu Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI). TKTI mempunyai tugas mengkoordinasikan perencanaan dan mempelopori program aksi dan inisiatif untuk menigkatkan perkembangan dan pendayagunaan teknologi telematika di Indonesia, serta memfasilitasi dan memantau pelaksanaannya.

Tim tersebut memiliki beberapa target. Salah satu targetnya adalah pelaksanaan pemerintahan online atau e-goverment dalam bentuk situs/web internet. Dengan e-goverment, pemerintah dapat menjalankan fungsinya melalui sarana internet yang tujuannya adalah memberi pelayanan kepada publik secara transparan sekaligus lebih mudah, dan dapat diakses (dibaca) oleh komputer dari mana saja.
E-goverment juga dimaksudkan untuk peningkatan interaksi, tidak hanya antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga antar sesama unsur pemerintah dalam lingkup nasional, bahkan intrernasional. Pemerintahan tingkat provinsi sampai kabupaten kota, telah memiliki situs online. Contohnya adalah DPR, DKI Jakarta, dan Sudin Jaksel. Isi informasi dalam e-goverment, antara lain adalah profil wilayah atau instansi, data statistik, surat keputusan, dan bentuk interaktif lainnya.

  1. E-commerce

Prinsip e-commerce tetap pada transaksi jual beli. Semua proses transaksi perdagangan dilakukan secara elektronik. Mulai dari memasang iklan pada berbagai situs atau web, membuat pesanan atau kontrak, mentransfer uang, mengirim dokumen, samapi membuat claim.

Luasnya wilayah e-commerce ini, bahkan dapat meliputi perdagangan internasional, menyangkut regulasi, pengiriman perangkat lunak (soft ware), erbankan, perpajakan, dan banyak lagi. E-commerce juga memiliki istilah lain, yakni e-bussines. Contoh dalam kawasan ini adalah toko online, baik itu toko buku, pabrik, kantor, dan bank (e-banking). Untuk yang disebut terakhir, sudah banyak bank yang melakukan transaksi melalui mobile phone, ATM (Automatic Teller Machine – Anjungan Tunai Mandiri) , bahkan membeli pulsa.

  1. E-learning

Globalisasi telah menghasilkan pergeseran dalam dunia pendidikan, dalri pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka. Di Indonesia sudah berkembang pendidikan terbuka dengan modus belajar jarah jauh (distance lesrning) dengan media internet berbasis web atau situs. Kenyataan tersebut dapat dimungkinkan dengan adanya teknologi telematika, yang dapat menghubungkan guru dengan muridnya, dan mahasiswa dengan dosennya. Melihat hasil perolehan belajar berupa nilai secara online, mengecek jadwal kuliah, dan mengirim naskah tugas, dapat dilakukan. Peranan web kampus atau sekolah termasuk cukup sentral dalam kegiatan pembelajaran ini. Selain itu, web bernuansa pendidikan non-institusi, perpustakaan online, dan interaksi dalam group, juga sangatlah mendukung. Selain murid atau mahasiswa, portal e-learning dapat diakses oleh siapapun yang memerlukan tanpa pandang faktor jenis usia, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya. Hampir seluruh kampus di Indonesia, dan beberapa Sekolah Menegah Atas (SMA), telah memiliki web. Di DKI Jakarta, proses perencanaan pembelajaran dan penilaian sudah melalui sarana internet yang dikenal sebagai Sistem Administrasi Sekolah (SAS) DKI, dan ratusan web yang menyediakan modul-modul belajar, bahan kuliah, dan hasil penelitian tersebar di dunia internet. Bentuk telematika lainnya masih banyak lagi, antara lain ada e-medicine, e-laboratory, e-technology, e-research, dan ribuan situs yang memberikan informasi sesuai bidangnya. Di luar berbasis web, telematika dapat berwujud hasil dari kerja satelit, contohnya ialah GPS (Global Position System), atau sejenisnya seperti GLONAS dan GALILEO, Google Earth, 3G, dan kini 4G, kompas digital, sistem navigasi digital untuk angkutan laut dan udara, serta teleconference.

  1. Ensiklopedia

Sebagian perusahan yang menjajakan ensiklopedia saat ini telah mulai bereksperimen menggunakan CD ROM untuk menampung ensiklopedia sehingga diharapkan ensiklopedia di masa mendatang tidak hanya berisi tulisan dan gambar saja, tapi juga video, audio, tulisan dan gambar, dan bahkan gerakan. Dan data informasi yang terkandung dalam ensklopedia juga telah mulai tersedia di internet. Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan maka data dan informasi yang terkandung dalam ensiklopedi elektronik dapat diperbaharui.
Video Telenconference
Keberadaan teknologi ini memungkinkan siswa atau mahasiswa dari seluruh dunia untuk dapat berkenalan, saling mengenal bangsa di dunia. Teknologi ini dapat digunakan sebagai sarana diskusi, simulasi dan dapat digunakan untuk bermain peran pada kegiatan pembelajaran yang berfungsi menumbuhkan kepercayaan diri dan kerjasama yang bersifat sosial.  Banyak faktor yang mempengaruhi dilaksanakan atau tidaknya potensi teknologi telematika. Faktor utama, menurut Miarso (2004) adalah adanya komitmen politik dari para pengambil kebijakan dan ketersediaan.

Sumber : https://blog-fiesta.com/

Gubes Baru ITS Gagas Material untuk Energi dan Lingkungan

Gubes Baru ITS Gagas Material untuk Energi dan Lingkungan

Gubes Baru ITS Gagas Material untuk Energi dan Lingkungan
Gubes Baru ITS Gagas Material untuk Energi dan Lingkungan

Proses konversi energi dari pemanfaatan bahan bakar fosil menimbulkan dampak yang massif bagi lingkungan, salah satunya adalah pemanasan global.

Berangkat dari hal tersebut, dosen Departemen Kimia Fakultas Sains Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Hamzah Fansuri SSi MSi PhD menjawab penyelesaiannya pada orasi ilmiah yang disampaikan pada pengukuhannya sebagai guru besar, Senin (18/11/2019).

Orasi ilmiah bertajuk Material untuk Energi dan Lingkungan: Membran Berbasis Oksida Perovskit dan Geopolimer tersebut memaparkan hasil penelitian yang telah dilakukan Wakil Dekan Fakultas Sains ITS tersebut.

Bidang penelitian yang telah Hamzah tekuni sedari menempuh pendidikan

doktor ini mengacu pada penggunaan membran katalis berbasis Oksida Perovskit untuk mengubah metana menjadi bahan bakar minyak berupa metanol. Gas metana sendiri merupakan komponen utama dari sumber energi fosil yaitu gas alam.

Lebih lanjut, Hamzah menjelaskan bahwa gas metana yang mudah terbakar di udara akan menghasilkan gas karbon dioksida (CO2). Gas metana dan karbon dioksida ini memberikan efek rumah kaca dan berujung pada pemanasan global.

“Untuk itu, konversi metana menjadi bahan bakar minyak dilakukan

sebagai tindakan solutif dari permasalahan tersebut,” terang lelaki berkacamata ini.

Diungkapkan Hamzah, efek rumah kaca yang ditimbulkan dari gas metana dampaknya 21 kali lebih kuat daripada karbon dioksida. Sehingga, dalam hal ini, gas metana tersebut lebih baik dibakar secara langsung untuk menjadi karbon dioksida daripada dilepaskan secara langsung ke udara.

Hamzah mengatakan bahwa peran membran katalis berbasis Oksida

Perovskit dimulai dalam proses tersebut. “Membran katalis ini akan menangkap karbon dioksida dan mengubahnya menjadi senyawa organik,” jelas suami dari Nurul Widiastuti PhD yang juga dosen Departemen Kimia ITS ini.

Menilik lebih lanjut mengenai proses konversinya, imbuh Hamzah, pengubahan metana menjadi metanol secara tidak langsung dapat dilakukan dengan mengubah metana terlebih dahulu menjadi Syngas (campuran CO dan H2).

“Lalu, Syngas ini diubah menjadi metanol dengan katalis tertentu,” tutur alumnus Curtin University of Technology ini.

 

Baca Juga :

Pelajar ‘Anak Nenek’ Butuh Perhatian

Pelajar ‘Anak Nenek’ Butuh Perhatian

Pelajar ‘Anak Nenek’ Butuh Perhatian
Pelajar ‘Anak Nenek’ Butuh Perhatian

Sebagian besar siswa sekolah dasar dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah di Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, Jawa Timur lebih banyak menjalani kehidupan sehari-hari bersama nenek. Mereka biasa disebur ‘anak nenek’.

Kondisi ini, menurut salah satu tokoh masyarakat Budi Hermanto,

dikarenakan rata-rata di Arjasa berprofesi sebagai buruh. “Banyak yang kerjanya jauh hingga ke luar kota, jadi anak-anak mereka terpaksa dititipkan kepada anggota keluarga lainnya. Biasanya dititipkan ke neneknya. Jadi anak-anak di sini kebanyakan dibesarkan neneknya daripada sama orangtuanya sendiri,” katanya.

Hal ini dibenarkan Kepala SDN Biting 02 Fitatim Eshak Ustatik. “Anak nenek itu anak yang dititipkan kepada neneknya sementara kedua orangtuanya pergi untuk kerja di luar kota. Tapi biasanya dalam waktu lama, sehingga kurang mendapat perhatian,” katanya.

Puluhan siswa ‘anak nenek’ di SDN Biting 02 ini yang mendapat bantuan sosial berupa seragam sekolah gratis, Sabtu (16/11/2019). Seragam tersebut merupakan partisipasi konsumen Alfamart melalui donasi di toko yang dikelola Yayasan LazizMU.

Regional Corporate Communication Manager Alfamart Muhammad Faruq

Asrori mengatakan, kegiatan sosial ini bukan Corporate Social Responsibility (CSR) tapi Corporate Cause Promotion (CCP) yakni penggalangan dana yang mengajak peran serta masyarakat.

“Kegiatan ini sekaligus bentuk perhatian kami kepada dunia pendidikan. Seragam sekolah, sepatu, dan tas ini adalah perlengkapan atau kebutuhan yang vital bagi adik-adik,” kata Faruq di sela acara.

Bantuan berupa seragam sekolah tersebut diserahkan kepada siswa dari

keluarga kurang mampu maupun yang yatim piatu. “Karena di sekolah ini rata-rata anak-anaknya berasal dari keluarga menengah ke bawah yang membutuhkan dukungan dari masyarakat,” ujarnya.

Bantuan ini berasal dari donasi konsumen periode Juli – Desember 2018 yang tethimpun sebesar Rp 4,249 miliar secara nasional. Donasi periode tersebut diwujudkan dalam 6.500 paket perlengkapan sekolah dan renovasi 20 bangunan sekolah.

 

Sumber :

https://t.me/belajarngeblogbareng/7