Makna 7 Prinsip Koperasi

Makna 7 Prinsip Koperasi

Makna 7 Prinsip Koperasi
Makna 7 Prinsip Koperasi

Prinsip Koperasi menurut UU. no 25 Tahun 1992 Pasal 5 adalah :

1. Keanggotaan bersifat Sukarela dan Terbuka.

Maksudnya : Siapapun bisa menjadi anggota koperasi tanpa persyaratan khusus dan keanggotaanya tidak dipaksakan.

2. Pengelolaan dilakukan secara Demokratis.

Maksudnya : Setiap kegitan / keputusan yang menyangkut koperasi dilakukan secara musyawarah (rapat anggota koperasi) sehingga semua kegiatan koperasi melibatkan seluruh anggota koperasi.

3. Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) secara Adil sesuai dengan dengan besarnya Jasa.

Maksudnya : Andil anggota tersebut dalam koperasi berpengaruh terhadap pembagian SHU pada tiap” anggota.

4. Pemberian balas Jasa yang terbatas terhadap Modal.

Maksudnya : Pemberian balas jasa yang diberikan kepada anggota tergantung total seluruh iuran para anggota yang menjadi modal. Jadi, pemberian balas jasa tidak akan melebihi modal.

5. Kemandirian.

Maksudnya : Untuk setiap masalah yang terjadi dalam kenggotaan koperasi harus dapat menyelesaikan sendiri / antar anggota pengurus dan petugas koperasi saja, karena modal koperasi itu sendiri bisa terkumpul hasil dari iuran (sumbangan) antar anggota.

6.Pendidikan Perkoperasian.

Maksudnya : Dalam melaksanakan berkoperasi kita harus mengerti apa itu koperasi, prinsip koperasi, lambing koperasi. Para anggota dapat belajar itu semua dengan melaksanakan pendidikan perkoperasian.

7. Kerjasama Antar Koperasi.

Maksudnya : Karena koperasi itu berdiri untuk persahabatan , kemasyarakatan , dan kemakmuran untuk anggota pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya maka sesama organisasi koperasi kita dapat menjalin suatu kerjasama yang baik antar koperasi mau koperasi simpan pinjam ataupun koperasi sekolah demi visi dan misi koperasi itu sendiri.

Penjabaran diatas adalah hasil diskusi antara saya dan teman diskusi saya. Itu adalah uraian pendapat kami untuk tiap” Prinsip . Terima Kasih **

Baca Juga : 

Perkembangan Koperasi di Indonesia

Perkembangan Koperasi di Indonesia

Perkembangan Koperasi di Indonesia
Perkembangan Koperasi di Indonesia

Koperasi adalah institusi (lembaga) yang tumbuh atas dasar solidaritas tradisional dan kerjasama antar individu.

Koperasi berdiri di Indonesia pada tahun 1896 di Mojokerto, Jawa Tengah. R. Aria Wiriatmadja adalah orang yang pertama kali mendirikan koperasi di Indonesia yang bergerak di bidang simpan pinjam yaitu koperasi kredit. Koperasi tersebut didirikan bertujuan untuk membantu rakyat  yang terjerat hutang dengan rentenir.

Lalu, pada tahun 1908 Boedi Utomo mendirikan pula koperasi untuk keperluan rumah tangga. Pada tahun 1991 SDI mendirikan kembali koperasi di bidang keperluan sehari-hari dengan cara membuka toko-toko koperasi.

Pada akhir Rajab 1336H atau 1918 K.H. Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang mendirikan koperasi yang dinamakan “Syirkatul Inan” atau disingkat (SKN). Mereka bertekad, dengan kelahiran koperasi ini unntuk dijadikan periode “nahdlatuttijar” . Proses permohonan badan hukum direncanakan akan diajukan setelah antara 2 sampai dengan 3 tahun berdiri. Namun, ketentuan dan persyaratan sebagaimana dalam ketetapan Raja no 431/1915 tersebut dirasakan sangat memberatkan persyaratan berdiriya koperasi. Karena persyaratan tersebut dianggap akan menghambat perkembangan koperasi di Indonesia. Maka, Pada tahun 1920 dibentuk suatu ‘Komisi Koperasi’ yang dipimpin oleh DR. J.H. Boeke yang diberi tugas meneliti sampai sejauh mana keperluan penduduk Bumi Putera untuk berkoperasi. Hasilnya penduduk Bumi putera perlu berkoperasi untuk mendorong keperluan rakyat yang bersangkutan.

Selanjutnya, setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, dengan tegas perkoperasian ditulis di dalam UUD 1945. DR. H. Moh Hatta sebagai salah seorang “Founding Father” Republik Indonesia, berusaha memasukkan rumusan perkoperasian di dalam “konstitusi”. Sejak kemerdekaan itu pula koperasi di Indonesia mengalami suatu perkembangan yang lebih baik. Pasal 33 UUD 1945 ayat 1 beserta penjelasannya menyatakan bahwaperekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan.

Pada tanggal 12 Juli 1947 diselenggarakan kongres koperasi se Jawa yang pertama di Tasikmalaya. Dalam kongres tersebut diputuskan antara lain
terbentuknya Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia yang disingkat
(SOKRI) , tanggal 12 Juli sebagai Hari Koperasi.

Koperasi makin berkembang dari tahun ketahun baik organisasi maupun
usahanya. Selanjutnya pada tanggal 15 sampai dengan 17 Juli 1953 dilangsungkan kongres koperasi Indonesia yang ke II di Bandung. Keputusannya antara lain merubah Sentral Organisasi Koperasi Rakyat
Indonesia (SOKRI) menjadi Dewan Koperasi Indonesia (DKI). Di samping itu
mewajibkan DKI membentuk Lembaga Pendidikan Koperasi dan mendirikan
Sekolah Menengah Koperasi di Provinsi-provinsi. Keputusan yang lain ialah
penyampaian saran-saran kepada Pemerintah untuk segera diterbitkannya
Undang-Undang Koperasi yang baru serta mengangkat Bung Hatta sebagai
Bapak Koperasi Indonesia.

Pada tahun 1956 tanggal 1 sampai 5 September diselenggarakan Kongres Koperasi yang ke III di Jakarta. Keputusan KOngres di samping halhal yang berkaitan dengan kehidupan perkoperasian di Indonesia, juga mengenai hubungan Dewan Koperasi Indonesia dengan International Cooperative Alliance (ICA).

Dalam tahun 1959 terjadi suatu peristiwa yang sangat penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Setelah Konstituante tidak dapat menyelesaikan tugas menyusun Undang-Undang Dasar Baru pada waktunya, maka pada tanggal 15 Juli 1959 Presiden Soekarno yang juga selaku Panglima Tertinggi Angkatan Perang mengucapkan Dekrit Presiden yang memuat keputusan dan salah satu daripadanya ialah menetapkan Undang-Undang Dasar 1945 berlaku bagi segenap bangsa Indonesia dan seluruh Tanah Tumpah Darah Indonesia, terhitung mulai dari tanggal penetapan dekrit dan tidak berlakunya lagi Undang-Undang Dasar Sementara.

Setiap masa pemerintahan Koperasi selalu mengalami perubahan dari tahun ke tahun untuk mencapai kesempurnaan. Dari masa awal kemerdekaan sampai dengan masa orde baru. Hingga saat ini koperasi masih berdiri dan peraturan pendirian koperasi yang berlaku di Indonesia (2009)  adalah UU. No. 25 Tahun 1992.

Sumber : https://namabayi.co.id/content-writer/

Kontribusi Koperasi

Kontribusi Koperasi

Kontribusi Koperasi
Kontribusi Koperasi

Berdasarkan UU No.9 tahun 1995 tentang Usaha Kecil :

1. Usaha Kecil :            * memiliki asset di luar tanah dan bangunan < Rp 200Jt.

* omset tahunan hingga Rp 1Milyar.

* dimiliki oleh WNI dan independen (tdk terafiliasi).

* Boleh berbadan hokum atau tidak berbadan hokum.

* Pekerja terdiri dari 5-10 orang.

2. Usaha Menengah :    * Berbadan Usaha RESMI.

* memiliki asset antara Rp 200Jt – Rp 10Milyar.

* Pekerja terdiri dari 20-99 orang.

Kontribusi Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah sangat mempengaruhi bagi seluruh masyarakat Indonesia karena pada saat terjadi Krisis Global. Koperasi menjadi penolong bagi kesejahteraan rakyat kecil, sedangkan para pengusaha besar pada saat krisis global mereka harus “gulung tikar” akibat resiko yang akan di capai dalam usahanya meningkat, tapi bagi para pengusaha kecil hal tersebut tidak mempengaruhi karena peran dari koperasi itu sendiri. Walaupun usaha pemerintah tersebut belum dapat menuntaskan kemiskinan di Indonesia namun Kontribusi Koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah itu sendiri merupakan salah satu langkah awal yang baik untuk memperbaiki segala perkembangan perekonomian di Indonesia dan merupakan salah satu langkah yang strategis dalam meningkatkan dan memperkuat dasar kehidupan perekonomian terbesar di Indonesia seperti ; memperluas lapangan pekerjaan, dan mengurangi kemiskinan rakyat.

Dalam rangka mendukung upaya penanggulangan kemiskinan dan kesenjangan, dilakukan penyediaan dukungan dan kemudahan untuk pengembangan usaha ekonomi produktif berskala mikro/informal, terutama di kalangan keluarga miskin dan/atau di daerah tertinggal dan kantong-kantong kemiskinan. Pengembangan usaha skala mikro tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan keterampilan pengelolaan usaha, serta sekaligus meningkatkan kepastian dan perlindungan usahanya, sehingga menjadi unit usaha yang lebih mandiri, berkelanjutan dan siap untuk tumbuh dan bersaing.

Semoga Kedepannya Langkah tersebut dapat membuat dan menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia.

Sumber : https://zalala.co.id/fishing-life-apk/

Seno, Sukab, dan Senja

Seno, Sukab, dan Senja

Seno, Sukab, dan Senja
Seno, Sukab, dan Senja

Mengimani Seno sebagai sosok pembual memang bukan suatu kekeliruan bahkan kesalahan. Seno hadir sebagai sosok sastrawan dengan fisik keras namun lembut. Seno mampu melahirkan karya-karya yang mumpuni untuk membuat banyak orang keracunan. Mereka terbuai dengan bualan-bualan yang sebenarnya hanya suatu hal sepele. Racun yang membuat ketagihan. Seno merupakan suatu perwujudan manusia yang penuh keanehan karena bisa membuat banyak orang terpesona dengannya. Tapi dibalik dari bualan-bualannya tersebut terdapat sebuah metafora yang terkadang-kadang membuat suatu yang ironis. Dibalik kata-katanya yang lembut dan bisa dikatakan romantis, ternyata sebagian besar isi karya Seno adalah sebuah ejawantah dari kondisi sosial. Kondisi sosial yang pedas namun disulap Seno menjadi suatu yang cerdas.

Sejak kecil, Seno yang bernama lengkap Seno gumira Ajidarma ini berada dalam lingkungan keluarga yang ilmiah. Tapi entah kenapa Seno mampu menarik dirinya dari sebuah dunia yang menurutnya sangat membosankan itu. Ayahnya Prof. Dr. MSA Sastroamidjojo, guru besar Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada tak mampu berbuat banyak agar membuat Seno kembali ke jalur resmi yang telah dibuatnya. Seno berkembang menjadi sosok yang pembangkang. Sejak remaja ia di kenal sebagai remaja yang selalu membangkang peraturan sekolah. Ia selalu menentang aturan-aturan sekolah yang menurutnya sangat formal dan mengikat kebebasannya. Bahkan ia pernah minggat dari rumahnya dan berpetualangan ke beberapa daerah, hanya untuk mencari pengalaman yang bebas karena ia terinspirasi pada cerita petualangan Old Shatterhand di rimba suku Apache, karya pengarang asal Jerman Karl May. Namun karena kehabisan uang, ia pun kembali pulang. Ia kembali sekolah. Bukan Seno kalau hanya menurut, ia hanya mau bersekolah di sekolah yang membolehkannya berambut gondrong dan tidak memakai seragam.

Sifatnya yang liar membuat imajinasinya juga liar. Konsekuensi keliaran Seno menjadi pedang tajam atas semua karya-karyanya. Pada mulanya Seno meyakini kalau menjadi seniman adalah fokus pada penampilan seperti rambut gondrong, hidup santai, dan sak kepenake dewe. Sejurus dia kemudian menyadari bahwa penampilan bukan suatu jalan untuk menjadi seorang seniman. Ia harus mempunyai karya untuk menjadi seorang seniman. Ia mulai menulis sejak ia berusia 16 tahun. Setelah itu,ia seperti air yang mengalir dengan karya-karya yang mumpuni. Seno Gumira Ajidarma yang lahir di Boston tersebut juga memiliki intelektualitas dalam bidangnya, ia adalah lulusan Sarjana, Fakultas Film & Televisi, Institut Kesenian Jakarta, kemudian mengmbil S2 ilmu filsafat dan meraih gelar doktor dengan disiplin ilmu sastra. Gelar magister dan doktor ia raih di Universitas Indonesia.

Kemunculan sosok Seno dalam kesusastraan Indonesia juga tak lepas dari kemunculan sosok Sukab yang ia munculkan dalam dunianya sendiri. Bisa dikatakan, ada Seno pasti ada Sukab. Seolah-olah Sukab adalah interprestasi dari Seno itu sendiri. Namun Seno adalah pencipta Sukab dan Seno selalu membuat Sukab selalu direndahkan, dilecehkan dan dihinakan. Jika Seno membuat Sukab seperti itu dan selama ini masyarakat berkeyakinana bahwa Seno adalah Sukab, maka hal itu sama saja mengatakan Seno bunuh diri dengan karya-karyanya.

Proses kreatif Seno yang sering memunculkan tokoh Sukab dalam karyanya karena Seno senang mendengar kata Sukab yang terdengar enak di telinga. Seno menyatakan “Nama itu suka muncul begitu saja setiap kali saya membayangkan sosok “rakyat” yang saya kutip dari sebuah tulisan. Seno suka bermain-main dengan Sukab. Seno suka membunuh karakter Sukab. Seno membuat tokoh Sukab menjadi absurd. Di beberapa karya Seno yang bertokoh Sukab, Sukab selalu berganti-ganti karakter. Sukab pernah menjadi nama penggiring bola absurd, Sukab pernah mati, Sukab pernah menjadi pemotong senja, Sukab pernah menjadi remaja tujuh belas tahun, Sukab pernah menjadi tokoh tambahan yang hanya sekadar numpang lewat saja dan Sukab juga menjelma dengan karakter-karakter lainnya.

Seno suka membuat dunianya sendiri menjadi sebuah dunia yang entah tidak dapat dimengerti siapapun, namun ia bisa membuat dunia itu nyaman untuk ditinggali siapa pun. Seno mengasingkan dunia yang telah ada dan nyata. Seno suka bergulat dengan senja, entah sudah berapa ratus kali ia menuliskan senja dalam karya-karyanya. Senja seolah adalah objek yang penuh dengan keindahan. Lihat saja dalam cerpen Seno “Sepotong Senja untuk Pacarku”, ia membuat suatu cerita yang tidak bisa diterima dengan akal sehat. Bagaimana bisa senja dibungkus dengan sebuah kartu pos. Tapi hal itu menjadi mungkin dan masuk akal bagi Seno. Senja adalah sebuah pengorbanan besar atas nama cinta. Betapa cinta mengalahkan semuanya. Cinta kadang juga menjadi sebuah keegoisan yang begitu besar. Hal ini bisa kita petik dari kisah Sukab yang memotong senja. Betapa Sukab sangat egois karena memotong senja, padahal senja adalah keindahan yang berhak dinikmati jutaan umat di bumi ini.

Lihat juga senja dalam cerpen “Tujuan Negeri Senja”. Seno menggabungkan antara setting nyata dan setting bualan (imajinasi). Dua dunia yang berlainan digabung menjadi satu menjadi sebuah cerita yang tidak masuk masuk akal, namun gampang dicerna dan dinikmati. Seno membual dengan keberadaan loket di stasiun Tugu yang menjual karcis untuk menuju Negeri Senja yang jika orang pergi ke sana pasti tidak akan bisa kembali lagi. Negeri senja ibarat sebuah surga, semua orang ingin ke sana, namun setelah di sana, ia tak bisa kembali lagi ke dalam dunia ini. Bisa dikatakan Seno selalu membuat sebuah repetisi tentang Sukab dan Senja, namun betapa bodohnya kita yang selalu nyaman bila dicecoki dengan bualan-bualan Seno.

Baca Juga ; 

Sastra, Alam dan Tanda

Sastra, Alam dan Tanda

Sastra, Alam dan Tanda
Sastra, Alam dan Tanda

Sastra sebagai seni, menempatkan bahasa pada ranah terpenting dalam pemunculan aspek estetis. Sastra memadukan bunyi, rima, gaya bahasa dan unsur penunjang yang lainnya hingga menjadi suatu perpaduan yang sarat makna, estetika bahkan etika. Plato membuat semacam rumusan bahwa seni adalah hasil tiruan alam, tak terkecuali dengan sastra. Rumusan ini menghasilan konsep pendekatan sastra yakni mimetik. Alam menjadi titik tolak bahasa menjadi sastra. Sastra terikat konvensi dan alam adalah salah satu unsur yang membentuk konvensi.

Alam mempunyai tanda yang disebut sebagai gejala alam. Dapat dicermati di lingkungan sekitar, ada hujan, petir, pelangi, asap, air, angin, pohon, dan lainnya adalah gejala alam. Dalam sastra, penggunaan gejala alam sebagai objek pembangun dalam karya sastra nyaris selalu muncul. Alam yang paling dekat dengan manusia dan manusia tidak dapat berlari dari alam. Alam banyak digunakan dalam bahasa sastra sebagai tanda. Tanda dalam sebuah makna.

Bahasa sastra tidak menjadi lugas karena bersifat implisit. Implikatur dalam sastra terasa sangat kental dan bahkan sering diwujudkan dengan sebuah analogi yang keluar dari sebuah kewajaran. Bahasa sastra juga dibangun dengan tanda-tanda. Tanda mempunyai dua aspek yaitu penanda (signifier) dan petanda (signified). Penanda adalah yang menandai dan petanda adalah yang ditandai.

Peirce (dalam Baryadi, 2007:49) mengemukakan bahwa tanda memiliki tiga ciri yakni, merepresentasikan sesuatu, bersifat interpretatif dan sesuatu yang dijadikan tanda mempunyai suatu dasar. Tanda-tanda dalam wilayah sastra mempunyai sebuah konteks untuk mengartikannya. Asap dapat menandakan adanya api, petir dapat menandakan hujan, gelap dapat menandakan malam dan sebagainya. Dalam ranah kebudayaan masyarakat secara kontekstual, alam juga merupakan tanda-tanda yang menjadi sebuah kearifan lokal. Adanya hujan dapat menandakan banjir, adanya gunung api yang aktif dapat menandakan musibah berupa letusan gunung dan gempa bumi dan lain-lain.
Gejala alam dalam teks sastra bisa dikatakan merupakan ejawantah tanda. Kata “angin” memiliki penanda berupa kata “angin” itu sendiri yang terdiri dari lima huruf dan sebagai petanda “angin” menandai suatu sistem bunyi yang memiliki arti “udara yang bergerak”. Puisi mengeksekusi tanda sebagai unsur pokok pembangun tubuhnya. Maka tak mengherankan jika banyak orang yang menganalisis puisi terfokus pada tanda-tanda yang membangunnya. Tanda-tanda tersebut bersatu dalam sebuah sistem tanda. Sistem tanda merupakan proyeksi sebuah makna dari realita atau yang ditandakan. Sastra dengan tanda-nya mampu menjadi sesuatu yang bermuka dua dengan masing-masing perspektif.

Banyak sastrawan yang menggunakan gejala alam sebagai salah satu jalan masuk ke dalam sebuah imajinasi yang estetis dalam karyanya. Sebut saja, Ahmad Tohari yang menandakan suasana alam yang alami dalam Trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk dengan deskripsi panorama alam dan suara-suara binatang yang terasa sangat alami. Dengan tanda semacam itu, Ahmad Tohari ingin menyampaikan bahwa latar dukuh paruk memang masih alami dan belum tersentuh modernitas.

Seno Gumira Ajidarma mengagungkan bagian dari fenomena alam yakni senja sebagai tanda. Entah berapa kali senja menghiasi cerpen maupun novel Seno. Dalam cerpen “Sepotong Senja Untuk Pacarku” senja ditandakan sebagai ketulusan dan kebesaran cinta. Senja merupakan bentuk pengorbanan dan ketulusan, karena untuk mengambil dan memberikan senja perlu menghadapi berbagai macam rintangan. Dan senja itu hanya untuk pacarnya dengan harapan menerima sepotong senja sebagai tanda cinta. Tentu saja cerpen ini tidak saja terpaku dengan penjabaran di atas. Sastra memiliki makna yang bersayap. Senja sebagai tanda tidak selalu berarti cinta, bisa juga dengan interpretasi yang lain.

Dalam dunia perpuisian, Sapardi Djoko Damono mengambil gejala alam sebagai tanda dalam puisinya. Apa yang dapat ditangkap dari puisi “Hujan Bulan Juni” Sapardi Djoko Damono berikut. “Tak ada yang lebih tabah/ dari hujan bulan Juni/ dirahasiakannya rintik rindunya/ kepada pohon yang berbunga itu/ tak ada yang lebih bijak/ dari hujan bulan Juni/ dihapusnya jejak-jejak kakinya/ yang ragu-ragu di jalan itu/ tak ada yang lebih arif/ dari hujan bulan Juni/ dibiarkannya yang tak terucapkan/ diserap akar-akar pohon itu.”

Dalam puisi tersebut Sapardi menggunakan beberapa gejala alam maupun objek alam sebagai pembangun puisinya. Sebut saja hujan, pohon, bunga dan akar.
Dapat diketahui bahwa bulan Juni adalah satu bulan dari serentetan bulan yang termasuk dalam saat-saat musim kemarau. Musim kemarau adalah saat yang seharusnya hujan tidak datang. Hujan bulan Juni adalah hujan yang salah mangsa. Hujan di sini menandakan sesuatu yang datang tidak pada waktunya.

Hujan dapat diidentikkan dengan cinta. Cinta yang datang dengan tak semestinya. Cinta tanpa kata dan tanpa sambutan karena hanya dirahasiakan di dalam hati (dirahasiakannya rintik rindunya). Karena entah apa alasannya (tak ada yang lebih bijak), sang pecinta dengan sikap mantap dengan menghapus segala keaguan (jejak-jejak kakinya/ yang ragu-ragu di jalan itu), ia membiarkan cinta itu tak terucapkan (dibiarkannya yang tak terucapkan ) dan hanya menjadi kepingan rasa di dalam hati (diserap akar-akar pohon itu).

Sastra menganggap alam dan kebudayaan sebagai tanda-tanda. Tanda-tanda dalam sastra mewakili sebuah kebermaknaan teks. Alam sebagai salah satu objek tanda, merupakan sumber inspirasi yang tak ada habis-habisnya untuk menciptakan imajinasi dan estetika dalam karya sastra.

Sumber : https://obatsipilisampuh.id/zooba-apk/

Tilang atau Meras

Tilang atau Meras

Tilang atau Meras
Tilang atau Meras

Minggu 19 April 2009, saya dari Jepara lewat Semarang. Di perempatan hampir Kota Lama, Semarang, saya berhenti karena terkena lampu merah. Seorang polisi menyuruh saya menepi. Saya diberitahu kesalahan saya adalah sedikit melanggar marka jalan. SIM dan STNK saya lengkap dan dibawa Polisi ke Pos. Di Pos ada seorang bapaksepertinya kena tilangyang kemudian memberikan uang Rp 50.000,00 untuk polisi di Pos Polisi tersebut. Saya pun kena tilang dan suruh membayar Rp 70.000,00 untuk biaya sidang yang akan diurus polisi tersebut. Jika tidak, saya harus datang ke sidang pada tanggal 14 Mei 2009. Uang saya tidak lebih dari Rp.40.000,00. Polisi itu bilang Rp50.000,00 saja. Karena saya lama memutuskan, Polisi itu hendak pergi, tapi ia tak memberikan surat tilang. Akhirnya saya pinjam uang teman yang saya boncengkan dan membayarnya. Polisi itu mengembalikan Rp.10.000,00.
Masalahnya, apakah Polisi sebagai pengayom dan pelayan masyarakat tugasnya hanya seperti itu? Apakah melanggar batas marka jalan tidak bisa diperingatkan lebih dahulu? Apa polisi itu tidak pernah sekolah di SD-SMP-SMA tentang PPKn? kalau salah, diperingatkan dulu, setelah itu baru dihukum. Kalau tidak bawa helm, SIM, STNK atau melanggar lampu merah kan jelas tidak bisa diperingatkan, lha ini hanya melanggar batas jalan. Kalau uang sidang dan denda Rp 70.000,00, mengapa polisi itu bisa menurunkan harga tilang seperti tawar menawar baju di Pasar Klewer? Apakah uang itu memang masuk ke kantor atau hanya masuk kantong sendiri? Inikah citra polisi Indonesia yang jauh dari sifat pengayom akan tetapi identik dengan kejam dan penilang bahkan pemeras masyarakat? Apakah sistem di Polres Semarang itu demikian? Bagaimana ini Kapolres Semarang?

Sumber : https://lakonlokal.id/super-adventure-apk-mod/

Qualcomm Umumkan Tanggal Rilis Snapdragon 8150

Qualcomm Umumkan Tanggal Rilis Snapdragon 8150

Qualcomm Umumkan Tanggal Rilis Snapdragon 8150
Qualcomm Umumkan Tanggal Rilis Snapdragon 8150

Hingga saat ini SoC buatan Qualcomm masih diakui jadi yang terbaik oleh sejumlah pabrikan smartphones. Bahkan di segmen premium, SoC buatan Qualcomm banyak digunakan oleh pabrikan smartphone papan atas yang diluncurkan setiap tahunnya.

Bisa dibilang, produsen chipset yang berbasis di Amerika Serikat ini memiliki reputasi solid untuk memproduksi SoC yang dipadukan dengan modem dan GPU yang andal. Itu sebabnya semua pecinta gadget menantikan penerus dari Snapdragon 845 yang sukses dibuat oleh Qualcomm.

Sayangnya, Qualcomm tampaknya agak terlambat tahun ini. Sebuah laporan menyatakan bahwa kita mungkin baru bisa melihat chipset 7 nanometer pertama dari Qaulcomm pada tanggal 4 Desember 2018 nanti. Ya! Qualcomm pada tanggal tersebut memang akan menggelar sebuah acara di Hawaii.

Sejauh ini bocoran yang bergulir di dunia maya menyebutkan bahwa

spesifikasi Snapdragon 8150 akan datang dengan desain inti CPU tiga-cluster. Tentu saja desain tersebut mengingatkan kita dengan Kirin 980 yang dibuat oleh Huawei.

Chipset yang diduga kuat sebagai Snapdragon 8150 belum lama ini sudah muncul di situs pengujian benchmarking AnTuTu. Tercatat, SoC tersebut memiliki skor mencapai 362.292 poin yang belum pernah terlihat di perangkat Android apa pun.

Satu-satunya SoC yang mampu mendekati Snapdragon 8150 itu adalah

Kirin 980. Ya! Diuji via AnTuTu, Soc bseutan Huawei tersebut meraih skor hingga 311.840 poin. SoC di Black Shark Helo adalah yang terbaik berikutnya dengan skor 301.757 poin.

Berbicara soal arsitektur inti, Snapdragon 8150 memiliki satu core besar

dengan clock speed 2,8 GHz, tiga core menengah dengan clock speed 2,4 GHz dan empat core efesiensi dengan clock speed 1,78 GHz. GPU di dalamnya diyakini sebagai Adreno 640 yang 20 persen lebih baik dari versi sebelumnya.

 

Baca Juga :

Foto Jepretan Google Pixel 3 Lite Beredar di Internet

Foto Jepretan Google Pixel 3 Lite Beredar di Internet

Foto Jepretan Google Pixel 3 Lite Beredar di Internet
Foto Jepretan Google Pixel 3 Lite Beredar di Internet

Salah satu blogger asal Rusia yang getol menulis soal teknologi baru-baru ini telah membagikan spesifikasi inti dan gambar yang diduga kuat sebagai smartphone Pixel 3 Lite. Kini, dari blogger yang sama ia membagi-bagikan beberapa contoh foto yang dipotret menggunakan Pixel 3 Lite.

Dari beberapa gambar yang diperlihatkan diambil di dalam ruangan. Ini

sekaligus mengisyaratkan bahwa Google Pixel 3 Lite masih dapat membidik objek-objek dalam kondisi low-light dan foto-foto yang dihasilkan pun terlihat sangat baik.

Saat di siang hari, Google Pixel 3 Lite digunakan untuk membidik objek di bawah kondisi cuaca yang mendung. Lagi dan lagi, smartphone ini mampu menangkap hampir setiap detail dari objek yang dibidik. Foto lainnya memperlihatkan bahwa pengambilan gambar diam diambil dari pemotretan video 4K.

Semua foto yang diperlihatkan memang diambil menggunakan Google

Pixel 3 Lite yang masih tahap pengembangan alias prototype. Jadi masih ada kesempatan bagi raksasa asal Mountain View tersebut untuk meningkatkan kemampuan kamera yang ada pada Pixel 3 Lite.

Sedangkan rumor seputar perangkat yang muncul di internet menyebutkan bahwa smartphone ini diberi codename Sargo. Spekulasi lainnya, Pixel 3 Lite diperkirakan akan dilengkapi dengan kamera belakang 12 MP serta kamera depan 8 MP.

Panel layarnya akan dikemas dengan ukuran 5,56 inci, berponi dengan

aspek rasio tinggi dan memiliki resolusi FullHD+. Untuk jeroannya, smartphone ini diperkirakan akan datang dengan chipset Snapdragon 670 yang dipadukan RAM sebesar 4 GB.

sumber :

https://anchorstates.net/tetris-blitz-apk/

Galaxy S10, Senjata Samsung Menepis Krisis

Galaxy S10, Senjata Samsung Menepis Krisis

Galaxy S10, Senjata Samsung Menepis Krisis
Galaxy S10, Senjata Samsung Menepis Krisis

Samsung telah memperkenalkan prototype smartphone lipat pertamanya dan diharapkan smartphone tersebut akan datang di awal tahun depan. Di saat yang sama, Samsung juga dipastikan akan merilis Galaxy S10 Series, smartphone unggulan yang mungkin datang dengan lubang kecil di panel OLED.

Layar lipat dan lubang kecil di panel OLED adalah dua teknologi yang

kedengarannya menarik. Itulah dua teknologi yang sepertinya terus didorong oleh Samsung agar mereka diharapkan mampu kembali berkompetisi di pasar smartphone global.

Seperti yang dilaporkan oleh media lokal Korea Herald, DJ Koh selaku CEO Samsung akan terus mencari cara untuk mengubah divisi seluler yang dipegangnya. Jika tidak, dikhawatirkan Samsung akan jatuh dan DJ Koh mungkin akan kehilangan pekerjaannya.

Berbicara dengan orang dalam Samsung, Korea Herald menuliskan bahwa

DJ Koh dikritik oleh Lee Jae-yong selaku Wakil Ketua yang belum lama ini mengunjungi toko smartphone di Eropa. Dikatakan, Samsung dalam persaingan di pasar smartphone sudah mulai melemah.

Ketika Samsung melaporkan hasil keuangannya pada Q3 di tahun ini, bisnis seluler terhitung di bawah US$ 2 miliar dalam laba operasi. Artinya, ada penurunan setiap triwulan sekitar 30% dan turun 10% YoY. Bahkan kalkulasi tersebut sudah termasuk dengan penjualan Galaxy Note9 yang muncul lebih awal.

Kritikan juga datang dari karyawannya sendiri yang mengatakan bahwa

sistem pengambilan keputusan yang kaku adalah masalah paling serius di divisi seluler. Hal ini menyebabkan Samsung tidak mudah untuk mendapatkan ide dan solusi yang inovatif.

 

sumber :

https://anchorstates.net/light-a-way-apk/

Tips Sukses Toilet Training Anak

Tips Sukses Toilet Training Anak

Toilet training adalahsalah satu tahap perkembangan yang mesti dilalui anak supaya lebih mandiri. Sayangnya, tak melulu berhasil, toilet training bisa menjadi tantangan tersendiri dan mimpi buruk untuk orangtua maupun anak. Silakan coba tips-tips inilah ini supaya toilet training anak anda berhasil.

Orangtua siap mendampingi

Bila tidak siap, siapkanlah diri Anda. Karena toilet training membutuhkan pendampingan dan pertolongan nyaris masing-masing waktu ketika anak akan buang air kecil atau besar. Mulai dari teknik melepas celana, keadaan dalam kamar mandi, sampai ketika menceboki anak.

Pada prosesnya, anak yang sedang berlatih, tak jarang akan menggarap kesalahan, seperti mengompol di celana atau di dalam kamar mandi. Ketika terjadi kejadian tersebut, bersikaplah tenang sebaik-baiknya, tidak menghardik atau membentak. Jelaskan pada anak kesalahan tersebut bisa menjadi pelajaran.

Sebaliknya, ketika anak berhasil buang air kecil atau besar di kamar mandi, walau tidak sesering dia menggarap kesalahan, berikan pujian atau apresiasi yang tulus untuknya. Hal ini akan memupuk kepercayaan diri anak sehingga tingkat kesuksesan toilet training akan terus meningkat.

Anak siap untuk toilet training

Salah satu penyebab gagalnya toilet training merupakan kekurangsiapan anak baik secara fisik, perilaku, dan kognisi. Secara fisik, anak akan siap mengerjakan pelajaran pada usia dua sampai tiga tahun. Biasanya anak perempuan lebih siap dulu daripada anak laki-laki.

Kondisi fisik lainnya yang perlu Anda perhatikan merupakan rentang waktu anak berkemih. Secara umum, anak akan berkemih setiap 3-4 jam sekali. Waktu kemih ini dapat pun kita pastikan lewat kondisi popok, apakah masih kering atau sudah basah.

Kondisi perilaku bisa Anda lihat dari ketertarikan anak ketika dikenalkan dengan toilet. Bila sudah merasa risih menggunakan popok dan tertarik buang air di kamar mandi seperti orangtuanya, ini bisa menjadi tanda positif bahwa anak sudah siap.

Kesiapan kognisi ini sangat penting agar baik orang tua atau anak bisa saling memahami apa-apa yang harus dilakukan ketika akan toilet training. Anak yang telah dapat memberitahu ketika dia merasa berkeinginan buang air dan sudah paham caranya buang air di toilet adalah sejumlah hal yang menandakan kognisi anak sudah siap.

Perlengkapan yang tepat

Faktanya, tidak semua anak akan langsung berani untuk duduk atau jongkok di atas toilet yang sesungguhnya. Semisal anak sudah siap menggarap toilet training, tetapi belum berani mencoba di toilet asli, tak perlu khawatir, karena Anda telah sukses separuh jalan. Yang perlu Anda lakukan merupakan menyiapkan perangkat toilet training (potty) untuk anak belajar jongkok atau duduk di toilet.

Perlengkapan lainnya yang dianjurkan diantaranya pee trainer (untuk laki-laki), cincin toilet, bantalan kursi toilet, dan lain sebagainya sesuai kebutuhan anak.

Selanjutnya, sangat disarankan anak memakai pakaian yang mudah dilepas dan dipakai kembali ketika akan memulai toilet training.

Menciptakan rutinitas

Apabila orangtua dan anak sudah sama-sama siap dan perlengkapan pun sudah tersedia, saatnya mengawali merealisasikan latihannya. Rutinitas merupakan salah satu jembatan pertolongan supaya anak dapat mengenali waktu-waktu untuk buang air.

Anda dapat mengupayakan mengajaknya setiap 2-3 jam sekali di awal latihan, ketika akan tidur, dan setelah bangun tidur. Selanjutnya, Anda bisa meneruskan dengan interval 3-4 jam sekali.

Mengajarkan kiat buang air pada anak

Sudah bukan rahasia lagi bila anak cepat belajar ketika mencontoh orangtuanya. Hal ini termasuk ketika belajar buang air kecil atau besar.

Cukup tunjukkan langkah demi langkah apa yang harus anak kerjakan saat buang air mulai dari melepas celana, mencebok, memberi sabun, mengeringkan distrik kemaluan, sampai mengenakan celana dan cuci tangan setelah selesai.

Baca Juga :