Anak-anak Komunitas Taman Baca Masyarakat Ini Adu Ratusan Karya Seni

Anak-anak Komunitas Taman Baca Masyarakat Ini Adu Ratusan Karya Seni

Anak-anak Komunitas Taman Baca Masyarakat Ini Adu Ratusan Karya Seni

Anak-anak Komunitas Taman Baca Masyarakat Ini Adu Ratusan Karya Seni
Anak-anak Komunitas Taman Baca Masyarakat Ini Adu Ratusan Karya Seni

Sedikitnya 103 karya dari 21 taman baca masyarakat (TBM) di Malang Raya beradu kreativitas di gedung Dewan Kesenian Malang (DKM), Selasa (26/12). Beragam karya dipamerkan, mulai dari batik, decoupage, wood print, hingga kolase kain perca.

Ya, pameran itu merupakan pameran perdana yang dilakukan oleh anak didik komunitas-komunitas yang tergabung dalam Forum Komunikasi Taman Bacaan Masyarakat (FKTBM) Malang Raya. Anak-anak tersebut rata-rata masih duduk di bangku SD hingga SMP. Mereka dididik untuk terus kreatif, hal itu untuk menumbuhkan jiwa kreativitas anak-anak sedari kecil.

Koordinator kegiatan, Muhammad Toha Mansyur Al Badawi mengungkapkan, pameran yang digelar selama dua hari, yakni tanggal 26-27 Desember itu merupakan gelaran pertama yang dilakukan. Rencananya, gelaran serupa bakal dilangsungkan lagi pada Agustus 2018 mendatang.
Karya anak-anak komunitas TBM berbentuk origami burung
KREASI KERTAS: Salah satu karya dari anak-anak komunitas TBM berbentuk origami burung dipamerkan di gedung Dewan Kesenian Malang. (Fisca Tanjung/JawaPos.com)

“Ini adalah pameran bersama taman baca masyarakat (TBM) se-Malang

Raya. Kami menampilkan karya-karya anak didik kami, mulai dari kerajinan tangan hingga karya seni seperti lukisan,” ujar Mansyur kepada JawaPos.com, Selasa (26/12). Total ada 21 TBM dengan sekitar 103 karya yang dipajang di gedung DKM itu.

Mansyur menerangkan, tujuan pameran tersebut untuk memberi ruang bagi anak-anak didik TBM memamerkan karya yang telah dipelajari. Selama ini, TBM menjadi salah satu alternatif ruang belajar di luar sekolah yang berbasis kampung-kampung atau desa.

“Pameran ini agar anak-anak enggak isinan (malu-malu) dengan karyanya dipamerkan jadi terpupuk rasa percaya dirinya,” imbuh pendiri Kampung Sinau Kota Malang itu.

Mansyur menambahkan, saat ini perkembangan TBM di Malang Raya

cukup pesat selama tiga tahun terakhir. Bahkan jumlah anggota FKTBM Malang Raya sekarang mencapai lebih dari 100 komunitas. Akan tetapi, masih banyak dukungan yang dibutuhkan.

“Kami berharap nantinya dukungan seperti peminjaman tempat atau akses gedung-gedung pameran seperti ini bisa lebih mudah. Adik-adik ini membutuhkan ruang publik untuk mengembangkan kreativitasnya,” tukas Mansyur.

Pada pameran tersebut, beberapa karya dipamerkan oleh anak-anak

komunitas TBM. Antara lain batik, kerajinan origami, batu lukis, batik, kreasi anyaman blarak, lampion, kolase dari bambu, lukisan, dan lain sebagainya.

 

Baca Juga :