10 Macam-Macam Bencana Alam

10 Macam-Macam Bencana Alam

10 Macam-Macam Bencana Alam

 

  1. Banjir

Banjir yakni peristiwa tanggapan curah hujan yang tinggi dengan tidak diimbangi dengan susukan pembuangan air yang memadai sehingga merendam wilayah-wilayah yang tidak dikehendaki oleh orang-orang yang ada di sana. Banjir bisa juga terjadi lantaran jebolnya sistem fatwa air yang ada sehingga daerah yang rendah terkena dampak kiriman banjir.


  1. Gempa Bumi

Gempa bumi yakni goncangan yang mengguncang suatu daerah mulai dari yang tingkat rendah hingga tingkat tinggi yang membahayakan. Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan lempengan tersebut. Beberapa gempa bumi lain juga sanggup terjadi lantaran pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi menyerupai itu sanggup menjadi tanda-tanda akan terjadinya letusan gunung berapi.

Gempa bumi merupakan tanda-tanda alam yang hingga kini masih sulit untuk diperkirakan kedatangannya. Sehingga sanggup dilihat bahwa tanda-tanda alam ini sifatnya seperti mendadak dan tidak teratur. Dengan sifat menyerupai ini, ketika usaha-usaha untuk memperkirakan masih belum menampakkan hasil, maka perjuangan yang paling baik dalam mempersiapkan diri dengan cara mengatasi petaka ini yakni dengan mitigasi.
Mitigasi 
yaitu mengurangi kerugian yang akan ditimbulkan oleh bencana. Usaha mitigasi yakni meningkatkan ketahanan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi petaka sehingga risiko petaka sanggup dikurangi.

  1. Tsunami

Tsunami yakni ombak yang sangat besar yang menyapu daratan tanggapan adanya gempa bumi di laut, tumbukan benda besar/cepat di laut, angin ribut, dan lain sebagainya. TSunami sangat berbahaya lantaran bisa menyapu higienis pemukiman warga dan menyeret segala isinya ke bahari lepas yang dalam.

  1. Gunung Meletus

Gunung meletus yakni gunung yang memuntahkan materi-materi dari dalam bumi menyerupai debu, awan panas, asap, kerikil, batu-batuan, lahar panas, lahar dingin, magma, dan lain sebagainya. Gunung meletus biasanya bisa diprediksi waktunya sehinggi korban jiwa dan harta benda bisa diminimalisir.

Magma yakni cairan pijar yang terdapat di dalam lapisan bumi dengan suhu yang sangat tinggi, yakni diperkirakan lebih dari 1.000 °C. Cairan magma yang keluar dari dalam bumi disebut lavaSuhu lava yang dikeluarkan bisa mencapai 700-1.200 °C. Letusan gunung berapi yang membawa watu dan bubuk sanggup menyembur hingga sejauh radius 18 km atau lebih, sedangkan lavanya bisa membanjiri hingga sejauh radius 90 km.

Tidak semua Gunung berapi  sering meletus. Gunung berapi yang sering meletus disebut gunung berapi aktif.

  1. Tanah Longsor

Tanah longsor merupakan jenis gerakan tanah. Tanah longsor sendiri merupakan tanda-tanda alam yang terjadi di sekitar daerah pegunungan. Semakin curam kemiringan lereng suatu kawasan, semakin besar pula kemungkinan terjadi longsor. Longsor terjadi ketika lapisan bumi paling atas dan bebatuan terlepas dari belahan utama gunung atau bukit. Pada dasarnya sebagian besar wilayah di Indonesia merupakan daerah perbukitan atau pegunungan yang membentuk lahan miring. Lahan atau lereng yang kemiringannya melampaui 20° umumnya berbakat untuk bergerak atau longsor. Tapi tidak selalu lereng atau lahan yang miring berpotensi untuk longsor. 

  1. Angin Topan / Angin Puting Beliung

Angin puting beliung yakni angin yang berputar dengan kecepatan lebih dari 63 km/jam yang bergerak secara garis lurus dengan usang insiden maksimum 5 menit. Orang awam menyebut angin puting beliung yakni angin “Leysus”, di daerah Sumatera disebut “Angin Bohorok” dan masih ada sebutan lainnya. Angin jenis ini yang ada di Amerika yaitu “Tornado” memiliki kecepatan hingga 320 km/jam dan berdiameter 500 meter. Angin puting beliung sering terjadi pada siang hari atau sore hari pada isu terkini pacaroba. Angin ini sanggup menghancurkan apa saja yang diterjangnya, lantaran dengan pusarannya benda yang terlewati terangkat dan terlempar (http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/pancasila-sebagai-dasar-ideologi-negara-dan-fungsinya/)

  1. Kebakaran Liar

Kebakaran liar, atau juga kebakaran hutan, kebakaran vegetasi, kebakaran rumput, atau kebakaran semak, yakni sebuah kebakaran yang terjadi di alam liar, tetapi sanggup juga memusnahkan rumah-rumah atau sumber daya pertanian. Penyebab umum termasuk petir,kecerobohan manusia

musim kemarau dan pencegahan kebakaran hutan kecil yakni penyebab utama kebakaran hutan besar.

Kebakaran hutan dalam bahasa Inggris berarti “api liar” yang berasal dari sebuah sinonimdari api yunani, sebuah materi menyerupai napalm yang dipakai di eropa Pertengahan sebagai senjata maritim.

 

  1. Pemanasan Global / Global Warming

Pengertian global warming– Pemanasan global yakni insiden meningkatnya suhu rata-rata atmosfer bumi, bahari dan daratan bumi. Temperature rata-rata bumi secara global meningkat 0.74 ± 0.18 °C selama seratus tahun terakhir. Pemanasan global warmimg disebabkan oleh efek rumah kaca, efek timbal balik, variasi matahari

  1. Kekeringan

Kekeringan yakni merupakan salah satu peristiwa yang sulit dicegah dan tiba berulang. Secara umum pengertian kekeringan yakni ketersediaan air yang jauh di bawah dari kebutuhan air untuk kebutuhan hidup, pertanian, acara ekonomi dan lingkungan. Terjadinya kekeringan di suatu daerah bisa menjadi hambatan dalam peningkatan produksi pangan di daerah tersebut. Di Indonesia pada setiap isu terkini kemarau hampir selalu terjadi kekeringan pada tanaman pangan dengan intensitas dan luas daerah yang berbeda tiap tahunnya.

Kekeringan merupakan salah satu fenomena yang terjadi sebagai dampak penyimpangan iklim global menyerupai el-nino dan Osilasi Selatan. Dewasa ini peristiwa kekeringan semakin sering terjadi bukan saja pada periode tahun-tahun El Nino, tetapi juga pada periode tahun dalam keadaan kondisi normal

 

  1. Badai Tropis / Siklon Tropis

Siklon tropis yakni angin ribut sirkuler yang menimbulkan angin kencang bisa merusakkan daerah sekitar 250 mil dari pusatnya. Siklon tropis mengakibatkan kerusakan terutama oleh angin kencang, gelombang angin ribut dan hujan lebat. Gelombang angin ribut yakni naiknya permukaan bahari sepanjang pantai secara cepat lantaran angin menggerakkannya ke pantai.