Penanganan Konflik dengan efektif, yaitu

Penanganan Konflik dengan efektif, yaitu

Penanganan Konflik dengan efektif, yaitu
Penanganan Konflik dengan efektif, yaitu

Penanganan Konflik dengan efektif, yaitu kita harus mengetahui kemampuan diri sendiri dan juga pihak yang mempunyai konflik. Ada beberapa cara untuk menangani konflik antara lain :

  1. Introspeksi diri Bagaimana kita biasanya menghadapi konflik ? Gaya apa yang biasanya digunakan? Apa saja yang menjadi dasar dan persepsi kita. Hal ini penting untuk dilakukan sehingga kita dapat mengukur kekuatan kita.
  2. Mengevaluasi pihak yang terlibat Sangat penting bagi kita untuk diketahui. Kita dapat mengidentifikasi kepentingan apa saja yang mereka miliki, bagaimana nilai dan sikap mereka atas konflik tersebut dan apa perasaan mereka atas terjadinya konflik. Kesempatan kita untuk sukses dalam menangani konflik semakin besar jika kita melihat konflik yang terjadi dari semua sudut pandang.
  3. Identifikasi sumber konflik Seperti dituliskan di atas, konflik tidak muncul begitu saja. Sumber konflik sebaiknya dapat teridentifikasi sehingga sasaran penanganannya lebih terarah kepada sebab konflik.
  4. Mengetahui pilihan penyelesaian atau penanganan konflik yang ada dan memilih
    yang tepat.

Spiegel (1994) menjelaskan ada lima tindakan yang dapat kita lakukan dalam penanganan konflik :

  1. Berkompetisi

Tindakan ini dilakukan jika kita mencoba memaksakan kepentingan sendiri di atas kepentingan pihak lain. Pilihan tindakan ini bisa sukses dilakukan jika situasi saat itu membutuhkan keputusan yang cepat, kepentingan salah satu pihak lebih utama dan pilihan kita sangat vital. Hanya perlu diperhatikan situasi menang dan kalah (win-win solution) akan terjadi disini. Pihak yang kalah akan merasa dirugikan dan dapat menjadi konflik yang berkepanjangan. Tindakan ini bisa dilakukan dalam hubungan atasan dengan bawahan, dimana atasan menempatkan kepentingannya (kepentingan organisasi) di atas kepentingan bawahan.

  1. Menghindari konflik

Tindakan ini dilakukan jika salah satu pihak menghindari dari situsasi tersebut secara fisik ataupun psikologis. Sifat tindakan ini hanyalah menunda konflik yang terjadi. Situasi menang kalah terjadi lagi disini. Menghindari konflik bisa dilakukan jika masing-masing pihak mencoba untuk mendinginkan suasana, membekukan konflik untuk sementara. Dampak kurang baik bisa terjadi jika pada saat yang kurang tepat konflik meletus kembali, ditambah lagi jika salah satu pihak menjadi stres karena merasa masih memiliki hutang untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

  1. Akomodasi

Yaitu jika kita mengalah dan mengorbankan beberapa kepentingan sendiri agar pihak lain mendapat keuntungan dari situasi konflik itu. Disebut juga sebagai self sacrifying behaviour. Hal ini dilakukan jika kita merasa bahwa kepentingan pihak lain lebih utama atau kita ingin tetap menjaga hubungan baik dengan pihak tersebut. Pertimbangan antara kepentingan pribadi dan hubungan baik menjadi hal yang utama di sini.

  1. Kompromi

Tindakan ini dapat dilakukan jika kedua belah pihak merasa bahwa kedua hal tersebut sama sama penting dan hubungan baik menjadi yang utama. Masing-masing pihak akan mengorbankan sebagian kepentingannya untuk mendapatkan situasi menang-menang (win-win solution)

  1. Berkolaborasi

Menciptakan situasi menang-menag dengan saling bekerja sama. Pilihan tindakan ada pada diri kita sendiri dengan konsekuensi dari masing-masing tindakan. Jika terjadi konflik pada lingkungan kerja, kepentingan dan hubungan antar pribadi menjadi hal yang harus kita pertimbangkan.

Kemampuan menangani konflik tentang terutama yang menduduki jabatan pimpinan. Yang terpenting adalah mengembangkan pengetahuan yang cukup dan sikap yang positif terhadap konflik, karena peran konflik tidak selalu negatif terhadap organisasi.

Dengan pengembalian yang cukup senang, pimpinan dapat cepat mengenal, mengidentifikasi dan mengukur besarnya konflik serta akibatnya dengan sikap positif dan kemampuan kepemimpianannya, seorang pimpinan akan dapat mengendalikan konflik yang akan selalu ada, dan bila mungkin menggunakannya untuk keterbukaan organisasi dan anggota organisasi yang dipimpinnya. Tentu manfaatnya pun dapat dirasakan oleh dirinya sendiri.

Baca Juga :

KONFLIK DALAM BERORGANISASI

KONFLIK DALAM BERORGANISASI

KONFLIK DALAM BERORGANISASI
KONFLIK DALAM BERORGANISASI

Jenis-jenis Konflik

Menurut James A.F. Stoner dan Charles Wankel dikenal ada lima jenis konflik yaitu konflik intrapersonal, konflik interpersonal, konflik antar individu dan kelompok, konflik antar kelompok dan konflik antar organisasi.

Konflik Intrapersonal

Konflik intrapersonal adalah konflik seseorang dengan dirinya sendiri. Konflik ini terjadi bila pada waktu yang sama seseorang memiliki dua keinginan yang tidak mungkin dipenuhi sekaligus.
Sebagaimana diketahui bahwa dalam diri seseorang itu biasanya terdapat hal-hal sebagai berikut:

  1. Sejumlah kebutuhan dan peranan yang bersaing
  2. Beraneka macam cara yang berbeda yang mendorong peranan dan kebutuhan itu terlahirkan.
  3. Banyaknya bentuk halangan yang bisa terjadi di antara dorongan dan tujuan.
  4. Terdapatnya aspek yang positif maupun negatif yang menghalangi tujuan yang diinginkan.

Hal di atas dalam proses adaptasi seseorang terhadap lingkungannya yang sering kali menimbulkan konflik. Kalau konflik dibiarkan maka akan menimbulkan keadaan yang tidak menyenangkan.

Ada tiga macam bentuk konflik intrapersonal yaitu :

  1. Konflik pendekatan-pendekatan, contohnya orang yang dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama menarik.
  2. Konflik pendekatan penghindaran, contohnya orang yang dihadapkan pada dua pilihan yang sama menyulitkan.
  3. Konflik penghindaran-penghindaran, contohnya orang yang dihadapkan pada
    satu hal yang mempunyai nilai positif dan negatif sekaligus.

Konflik Interpersonal

Konflik Interpersonal adalah pertentangan antar seseorang dengan orang lain karena pertentangan keinginan. Hal ini sering terjadi antara dua orang yang berbeda status, jabatan, bidang kerja dan lain-lain. Konflik interpersonal ini merupakan suatu dinamika yang amat penting dalam perilaku organisasi. Karena konflik semacam ini akan melibatkan beberapa peranan dari beberapa anggota organisasi yang tidak bisa di mempengaruhi proses pencapaian tujuan organisasi tersebut. Konflik antar individu dan kelompok seringkali berhubungan dengan cara individu menghadapi tekanan untuk mencapai konformitas, yang ditekankan kepada mereka oleh kelompok kerja mereka.

Sebagai contoh dapat dikatakan bahwa seseorang individu dapat dihukum oleh kelompok kerjanya karena ia tidak dapat mencapai norma-norma produktivitas kelompok dimana ia berada. Konflik antara kelompok dalam organisasi yang sama Konflik ini merupakan tipe konflik yang banyak terjadi di dalam organisasiorganisasi. Konflik antar lini dan staf, pekerja dan pekerja  manajemen merupakan dua macam bidang konflik antar kelompok.

Konflik antara organisasi

Contoh seperti di bidang ekonomi dimana Amerika Serikat dan negara-negara lain dianggap sebagai bentuk konflik, dan konflik ini biasanya disebut dengan persaingan.Konflik ini berdasarkan pengalaman ternyata telah menyebabkan timbulnya pengembangan produk-produk baru, teknologi baru dan servis baru, harga lebih rendah dan pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien.

Peranan Konflik

Ada berbagai pandangan mengenai konflik dalam organisasi. Pandangan tradisional mengatakan bahwa konflik hanyalah merupakan gejala abnormal yang mempunyai akibat negatif sehingga perlu dilenyapkan. Pendapat tradisional ini dapat diuraikan sebagai berikut :

  • Konflik hanya merugikan organisasi, karena itu harus dihindarkan dan ditiadakan.
  • Konflik ditimbulkan karena perbedaan kepribadian dan karena kegagalan dalam
    kepemimpinan.
  • Konflik diselesaikan melalui pemisahan fisik atau dengan intervensi manajemen
    tingkat yang lebih tinggi.

Sedangkan pandangan yang lebih maju menganggap bahwa konflik dapat berakibat baik maupun buruk. Usaha penanganannya harus berupaya untuk menarik hal-hal yang baik dan mengurangi hal-hal yang buruk. Pandangan ini dapat diuraikan sebagai berikut :

  • Konflik adalah suatu akibat yang tidak dapat dihindarkan dari interaksi organisasional dan dapat diatasi dengan mengenali sumber-sumber konflik.
  • Konflik pada umumnya adalah hasil dari kemajemukan sistem organisasi
  • Konflik diselesaikan dengan cara pengenalan sebab dan pemecahan masalah.
    Konflik dapat merupakan kekuatan untuk pengubahan positif di dalam suatu
    organisasi.

Dalam padangan modern ini konflik sebenarnya dapat memberikan manfaat yang banyak bagi organisasi. Sebagai contoh pengembangan konflik yang positif dapat digunakan sebagai ajang adu pendapat, sehingga organisasi bisa memperoleh pendapat yang sudah tersaring.

Selama kita masih bisa mentolerir dan dapat mengendalikan konflik tersebut ke arah yang baik, hal itu tidak menjadi masalah.

Hal ini sejalan dengan pendapat yang ditulis oleh Robbins (1996) yang membahas konflik dari segi human relations and interactionist perspective. Dijelaskan bahwa konflik itu adalah hal yang alamiah dan selalu akan terjadi. Konflik merupakan bagian dari pengalaman hubungan antar pribadi (interpersonal experience) Karena itu bisa dihindari maka sebaiknya konflik dikelola dengan efektif, sehingga dapat bermanfaat dan dapat menciptakan perbedaan serta pembaharuan ke arah yang lebih baik dalam organisasi. Kesimpulannya konflik tidak selalu merugikan organisasi selama bias ditangani dengan baik sehingga dapat :

  • mengarah ke inovasi dan perubahan
  • memberi tenaga kepada orang bertindak
  • menyumbangkan perlindungan untuk hal-hal dalam organisasi
  • merupakan unsur penting dalam analisis sistem organisasi

Faktor yang mempengaruhi Konflik Dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok besar yaitu faktor intern dan factor ekstern. Dalam faktor intern dapat disebutkan beberapa hal :

  1. Kemantapan organisasi

Organisasi yang mantap lebih mampu menyesuaikan diri sehingga tidak mudah terlibat konflik dan mampu menyelesaikannya. Analoginya dalah seseorang yang matang mempunyai pandangan hidup luas, mengenal dan menghargai perbedaan nilai dan lain-lain.

  1. Sistem nilai

Sistem nilai suatu organisasi ialah sekumpulan batasan yang meliputi landasan maksud dan cara berinteraksi dalam suatu organisasi, apakah sesuatu itu baik, buruk, salah atau benar.

  1. Tujuan

Tujuan suatu organisasi dapat menjadi dasar tingkah laku organisasi itu serta para anggotanya.

  1. Sistem lain dalam organisasi

Seperti sistem komunikasi, kepemimpinan, pengambilan keputusan, imbalan dan lain-lain. Dalam hal sistem komunikasi misalnya ternyata persepsi dan penyampaian pesan bukanlah soal yang mudah.

Sedangkan faktor ekstern meliputi :

  • Keterbatasan sumber daya Kelangkaan suatu hal yang dapat menumbuhkan persaingan dan seterusnya dapat berakhir menjadi konflik.
  • Kekaburan aturan/norma di masyarakat Hal ini memperbesar peluang perbedaan persepsi dan pola bertindak.
  • Derajat ketergantungan dengan pihak lain Semakin tergantung satu pihak dengan pihak lain semakin mudah konflik terjadi.
  • Pola interaksi dengan pihak lain Pola yang bebas memudahkan pemamparan dengan nilai lain sedangkan pola tertutup menimbulkan sikap kabur dan kesulitan menyesuaikan diri.

Manfaat Cabai Untuk Kesehatan

Manfaat Cabai Untuk Kesehatan

Manfaat Cabai Untuk Kesehatan
Manfaat Cabai Untuk Kesehatan

Harga cabai yang melonjak luar biasa akhir-akhir ini membuat orang harus berpikir ulang untuk masak yang pedas. Tapi banyak menu makanan yang terasa hambar jika disantap tanpa sambal. Dan ternyata banyak manfaat cabai bagi kesehatan bukan hanya sekedar pemberi rasa pedas.
Cabai merupakan jenis sayuran yang banyak mengandung senyawa capsaicin sehingga rasanya pedas. Senyawa ini punya sejumlah khasiat antara lain sebagai pereda rasa sakit, anti radang dan peningkat nafsu makan. Dr Ari Fahrial Syam, konsultan lambung dan pencernaan dari RS Cipto Mangunkusumo mengatakan cabai juga baik bagi saluran pencernaan. Bagi yang mengalami sembelit, cabai dapat meningkatkan gerak peristaltik usus sehinga memperlancar proses buang air besar.

Bagi metabolisme tubuh secara keseluruhan, cabai membuat proses pembakaran kalori berlangsung lebih efisien. Menurut Dr Ari, cabai dengan manfaat tersebut bisa digunakan untuk mendukung diet yang bertujuan mengontrol berat badan.

“Selain mengandung capsaicin, cabai juga mengandung Vitamin C, Vitamin A, mineral, antioksidan dan serat. Banyak manfaat yang kita dapat jika mengkonsumsi cabai. Petinju misalnya, akan lebih semangat jika mengkonsumsi cabai,” tulis Dr Ari dalam email yang diterima detikHealth, Jumat (7/1/2011).

Mengingat begitu banyak manfaat yang bisa diperoleh dari cabai, Dr Ari mengatakan tidak setuju dengan anjuran untuk membatasi konsumsi cabai. Anjuran tersebut muncul terkait kenaikan harga cabai yang mencapai Rp 100 ribu/kg belakangan ini. Meski begitu, Dr Ari berpesan agar berhati-hati mengonsumsi cabai jika punya riwayat sakit maag. Saat gejala menyerang, sebaiknya hindari makanan pedas dan asam. Baru setelah gejala maagnya sudah membaik, makan cabai tidak masalah asal tidak berlebihan.

Sumber : https://mentors.teachable.com/blog/189222/understanding-learning-outcomes-according-to-experts

Dosen Unej Lebih Suka Meneliti Banyuwangi daripada Jember

Dosen Unej Lebih Suka Meneliti Banyuwangi daripada Jember

Dosen Unej Lebih Suka Meneliti Banyuwangi daripada Jember
Dosen Unej Lebih Suka Meneliti Banyuwangi daripada Jember

Kebudayaan di Kabupaten Banyuwangi lebih menarik perhatian peneliti dari Universitas Jember daripada Kabupaten Jember sendiri. Padahal Jember memiliki potensi kebudayaan yang bisa dikembangkan untuk menjadi destinasi wisata.

Pengakuan ini dikemukakan Ilham Zoebazarry, akademisi dan penulis buku

‘Orang Pendalungan: Penganyam Kebudayaan di Tapal Kuda’, dalam diskusi publik mengenai pariwisata dan kebudayaan yang digelar Universitas Jember dan Persatuan Wartawan Indonesia, di Taman Botani Sukorambi, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasda (22/10/2019).

“Banyuwangi sudah melangkah jauh mengembangkan kebudayaan, karena memang sejak dulu Banyuwangi eksotis. Para peneliti Unej hampir 100 persen larinya ke Banyuwangi, termasuk penelitian saya untuk disertasi. Baru setelah itu saya menyadari: kasihan Jember dan sekitarnya, tidak ada yang menyentuh masalah kebudayaan. Saya lalu mundur dari Banyuwangi dan sendirian meneliti Jember,” kata Ilham.

Menurut Ilham, kawasan Pendalungan raya sebenarnya meliputi

Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Jember, Lumajang, Probolinggo, Pasuruan. Berbeda dengan beberapa daerah lain seperti Ponorogoan yang tunggal atau Mataraman yang sangat utuh Jawanya, di sini multietnis: ada Jawa sangat kuat, Madura sangat kuat, Osing, Mandar di pesisir. Ini kekuatan yang dimiliki sebenarnya, dan pemerintah daerah di sekitar sini sudah mulai menyadari. Situbondo, Bondowoso mulai bergerak menyadari dirinya sebagai orang Pendalungan,” katanya.

Sebenarnya sangat sulit untuk mengembangkan pariwisata di kawasan

Pendalungan. Hal ini dikarenakan kerasnya karakter masyarakat kawasan ini. Banyuwangi adalah perkecualian.”Mengapa Banyuwangi bisa seperti itu (pariwisata kebudayaan berkembang, red), ya karena pintar-pintarnya orang Banyuwangi,” kata pria yang mengajar di Program Studi Televisi dan Film Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember ini.

 

Baca Juga :

Hari Santri, MTS Al Khalifah Kepanjen Ngaji Kitab Kuning dan Lepas 1000 Balon

Hari Santri, MTS Al Khalifah Kepanjen Ngaji Kitab Kuning dan Lepas 1000 Balon

Hari Santri, MTS Al Khalifah Kepanjen Ngaji Kitab Kuning dan Lepas 1000 Balon
Hari Santri, MTS Al Khalifah Kepanjen Ngaji Kitab Kuning dan Lepas 1000 Balon

Peringatan Hari Santri Nasional 2019 juga digelar keluarga besar Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Khalifah, Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (22/10/2019).

Prosesi peringatan Hari Santri, ditandai dengan melepas 1000 balon ke

udara sebagai simbol doa terkabulnya cita-cita setingi langit bagi semua para santri dan murid-murid Madrasah di Jalan Nusa Indah (Delima), Kota Kepanjen.

Selain pelepasan ribuan balon udara, ratusan pelajar sekolah bersama masyarakat sekitar, ngaji kita kuning bareng serta shalawat sebagai puncak kegiatan Hari Santri tahun ini.

Ketua Panitia MTs Al Khalifah, KH. Mahmud Ghozali mengatakan,

pembacaan kitab kuning dan sholawat nariyah secara bergantian dan berdiri berkelompok di kampung gang Delima, Kepanjen, memiliki banyak keutamaan dan manfaat.

“Manfaat pembacaan kita kuning dan sholawat hari ini adalah tanhallu

bihil ‘uqadu, yang artinya akan terurai segala ikatan dan akan terbukakan atau diberikan jalan keluar dari segala kesusahan. Sedangkan makna dari ayat wa tuqdha bihil hawaiju, artinya segala hajat akan dikabulkan oleh Allah SWT,” kata KH.Mahmud Ghozali.

 

Sumber :

http://sitialfiah.blogs.uny.ac.id/landasan-bimbingan-dan-konseling/

Desa Watesari Balongbendo Ditetapkan Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan

Desa Watesari Balongbendo Ditetapkan Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan

Desa Watesari Balongbendo Ditetapkan Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan
Desa Watesari Balongbendo Ditetapkan Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan

Desa Watesari Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo ditetapkan menjadi desa sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kabupaten Sidoarjo.

Desa Watesari dinilai telah berperan aktif dalam mensosialisasikan BPJS Ketenagakerjaan, serta tingginya keikutsertaan warga.

Penetapan desa sadar BPJS ini ditandai dengan peresmian papan nama Desa Watesari Sadar Jaminan Sosial yang terpasang di depan Balai desa.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Sidoarjo Muhyidin mengemukakan bahwa kehadiran BPJS Ketenagakerjaan hingga ke pedesaan sebagai bukti bahwa negara hadir dalam memberikan fasilitas berupa perlindungan tenaga kerja kepada seluruh masyarakat pekerja, mulai dari badan usaha maupun tenaga kerja mandiri.

“Dengan iuran terjangkau, masyarakat pekerja mendapatkan perlindungan Jaminan Kematian (JKm) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dengan manfaat yang besar,” katanya Sabtu (19/10/2019).

Saat ini Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Ketenagakerjaan

bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan mengoptimalkan sosialisasi kepada masyarakat pentingnya mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan bagi para pekerja. Agar mendapat jaminan hari tua, jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

“Partisipasi dan kesadaran warga Sidoarjo sangat tinggi, terbukti dengan meratanya peserta BPJS Ketenagakerjaan di hampir seluruh desa, dan tahun ini Pemkab Sidoarjo kita ajukan untuk mendapatkan penghargaan Anugerah Paritrana Award,” ungkapnya

Penghargaan itu merupakan apresiasi yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan

untuk pemerintah daerah dan perusahaan di Indonesia yang mendukung penuh implementasi dan tertib administrasi jaminan sosial ketenagakerjaan.

Sementara itu, Kepala Desa Watesari, Sukisno mengapresiasi program Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan yang hadir di desanya. Dia mengatakan, masyarakat cukup antusias menjadi peserta mandiri setelah mengetahui pentingnya program BPJS Ketenagakerjaan.

Terlebih, pada kesempatan itu, juga dilakukan penyerahan santunan

kematian dan jaminan hari tua oleh Bupati Sidoarjo kepada ahli waris Istri dari Sulistyo dengan total santunan sebesar 55 juta rupiah ditambah beasiswa manfaat 12 juta dan uang pensiun 341 ribu/bulan.

Bupati Sidoarjo, H. Saiful Ilah mengharapkan seluruh aparatur pemerintah di setiap tingkat agar membantu mensosialisasikan pentingnya perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan agar masyarakat pekerja dapat bekerja dengan tenang dan dapat meningkatkan produktivitasnya.

 

Sumber :

http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/makalah-pendidikan-islam/

Pemerintah Data Guru Honorer

Pemerintah Data Guru Honorer

Pemerintah Data Guru Honorer
Pemerintah Data Guru Honorer

Pemerintah berencana mengangkat guru honorer menjadi CPNS secara

bertahap mulai tahun ini. Terkait rencana tersebut, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sedang mendata jumlah guru honorer di seluruh Indonesia. “Minggu lalu kami diundang rapat (oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Red). Antara lain bicara tentang kebutuhan guru,” ujar Sekertaris Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Nurzaman.

Pendataan jumlah guru honorer ini memang atas saran Kemenpan-RB untuk mengetahui jumlah guru honorer. Guru honorer tersebut tidak hanya dari lulusan keguruan baru. Namun juga guru honorer yang tidak lulus tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Mempertimbangkan hal tersebut Kemendikbud tengah menggodok

peraturan. Namun dia enggan menjelaskan peraturan seperti apa yang dimaksud. Nurzaman tidak bisa menargetkan kapan pendataan tersebut selesai. ” Belum menetapkan (kapan akan selesai, Red) tapi untuk formasi tahun 2018,” ujarnya.

Kekurangan guru cukup banyak. Misalnya saja untuk guru SMK saja kebutuhan masih banyak. Menurut Menteri Pendidikan Muhadji Effendy kebutuhan guru mencapai 90 ribu. Targetnya pada tahun 2020 akan terpenuhi 40.000 guru.

Sementara sekarang hanya ada 20 ribu guru. Pengangkatan guru honorer

menjadi CPNS untuk memenuhi kekurangan guru di sejumlah daerah. Rencana pengangkatan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Presiden Joko Widodo

 

Baca Juga :

Guru SMA Sederajat Senang KCB di Kota Hujan

Guru SMA Sederajat Senang KCB di Kota Hujan

Guru SMA Sederajat Senang KCB di Kota Hujan
Guru SMA Sederajat Senang KCB di Kota Hujan

Tenaga pendidik dan kependidikan tingkat SMA/SMK di Kota Bogor, menyambut baik atas rencana Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat membentuk Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan di Kota Bogor. Terlebih, semua urusan pengelolaan administrasi tidak harus ke Bandung.

“Kami sangat berharap dengan dibentuknya KCD di Kota Bogor ini, semua

urusan baik pengelolaan administrasi kepegawaian maupun tatakelola, nantinya akan cepat teratasi,” ujar Kasubag TU SMAN 5 Kota Bogor Dahlan ketika ditemui Metropolitan, kemarin.

Hal senada juga dikatakan sejumlah guru SMA dan SMK di Kecamatan Bogor Tengah dan Tanahsareal. Bahkan, para guru mengaku senang akan dibentuknya kantor Cabang Dinas Pendididikan Jawa Barat di Kota Bogor.

“Kami nanti bisa lebih mudah mengurus ini itu, tidak harus ke Bandung, cukup di Cabang Dinas saja,” ungkap Ida seorang guru SMA di Kecamatan Tanahsareal.

Sebelumnya, KCD Pendidikan dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri

Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 12 Tahun 2017 tentang, Pedoman Pembentukan dan Klasifikasi Cabang Dinas dan Unit Pelaksana Teknis Daerah. Tujuannya, untuk mendorong percepatan terwujudnya manajemen kepegawaian yang baik di lingkungan pemerintah. Selain itu, untuk menumbuhkan motivasi bagi aparatur sipil negara (ASN) serta memberikan pelayanan yang bermutu, akuntabel, inovatif, dan kreatif (BAIK).

Untuk klasifikasi Cabang Dinas bisa terbentuk di kota/kabupaten, minimal

terdapat 150 sekolah untuk type A. Sedangkan Kota Bogor sendiri Kota Bogor telah memiliki 261 sekolah, di antaranya 109 SMK dan 52 SMA Negeri dan swasta.

 

Sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/sejarah-kota-semarang/

Bapopsi Botim Seleksi O2SN

Bapopsi Botim Seleksi O2SN

Bapopsi Botim Seleksi O2SN
Bapopsi Botim Seleksi O2SN

Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (BAPOPSI) Kecamatan

Bogor Timur, mengadakan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Sekolah Dasar (SD). Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Kecamatan Bogor Timur Syahkif, di lapangan SDN Pajajaran, Jalan Pajajaran, Kelurahan Baranangsiang, kemarin.

Ketua BAPOPSI Kecamatan Bogor Timur Winarti Komalasari menjelaskan,

kegiatan O2SN ini akan mempertandingkan 10 cabang olahraga, dan merupakan agenda tahunan. Tujuannya, untuk menseleksi atau mencari atlit-atlit di tingkat sekolah dasar yang berbakat dan berprestasi, khususnya di Kecamatan Bogor Timur.

“Nantinya mereka akan menjadi duta Kecamatan Bogor Timur, dalam ajang O2SN tingkat Kota Bogor 2018 mendatang. Atlit yang terpilih dan terbaik, nantinya akan dibina, sebelum mereka bertanding diajang tingkat Kota Bogor,” ujar Winarti saat ditemui Metropolitan, kemarin.

Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar (K3SD)

Kecamatan Bogor TImur, Dede M Ilyas berharap, agar para siswa yang meraih prestasi dalam ajang O2N ini terus berlatih dan senantiasa dapat meningkatkan eksistensinya lebih baik lagi. Tapi, bagi peserta yang belum berhasil meraih prestasi, agar tidak berkecil hati. Karena, masih ada kesempatan lain untuk dapat meraihnya.

“Yang terpenting,harus terus berlatih dan berlatih. InsyaAllah, pasti nantinya akan meraihnya,” imbuh Dede.

 

Sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/sejarah-dinosaurus/

Instrumen Hak Asasi Manusia di Indonesia

Instrumen Hak Asasi Manusia di Indonesia

Instrumen Hak Asasi Manusia di Indonesia – Perjalanan sejarah bangsa Indonesia sudah mencatat bermacam penderitaan, kesengsaraan, dan kesenjangan sosial yang disebabkan oleh perilaku diskriminatif atas dasar etnis, ras, warna kulit, budaya, bahasa, agama, golongan, model kelamin, dan standing sosial lainnya. Perilaku tidak adil dan diskriminatif berikut merupakan pelanggaran hak asasi manusia. Adanya pelanggaran hak asasi manusia berikut mendorong pemerintah untuk menciptakan suatu instrumen dan lembaga bantuan hak asasi manusia.

Berbagai instrumen hak asasi manusia itu adalah sebagai berikut:
1. Intrumen hak asasi manusia dalam Konstitusi (Undang-Undang Dasar 1945)

Pada perubahan ke-2 Undang-Undang Dasar 1945 oleh MPR RI yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 2000, hak asasi manusia diatur dalam Bab XA, yang selengkapnya berbunyi sebagai berikut:

Pasal 28A
Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak menjaga hidup dan kehidupannya.

Pasal 28B
(1) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan lewat perkawinan yang sah.
(2) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas bantuan dari kekerasan dan diskriminasi.

Pasal 28C
(1) Setiaporangberhakmengembangkandirimelaluipemenuhankebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan meraih kegunaan dari pengetahuan pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi menambah kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.
(2) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya.

Pasal 28D
(1) Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum.
(2) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam pertalian kerja.
(3) Setiap warga negara berhak meraih kesempatan yang sama dalam pemerintahan.
(4) Setiap orang berhak atas standing kewarganegaraan.

Pasal 28E
(1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, pilih pendidikan dan pengajaran, pilih pekerjaan, pilih kewarganegaraan, pilih tempattinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali.
(2) Setiap orang berhak atas kebebasan sangat percaya kepercayaan, memperlihatkan asumsi dan sikap sesuai bersama hati nuraninya.
(3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.

Pasal 28F
Setiaporang berhak untuk berkomunikasi dan meraih Info untuk mengembangkan privat danlingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan Info bersama gunakan segala model saluran yang tersedia.

Pasal 28G
(1) Setiap orang berhak atas bantuan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan bantuan dari ancaman keresahan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.
(2) Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak meraih suaka politik dari ngara lain.

Pasal 28H
(1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan meraih lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak meraih service kesehatan.
(2) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan spesifik untuk meraih kesempatan dan kegunaan yang sama peranan meraih persamaan dan keadilan.
(3) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang terlalu mungkin pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat.
(4) Setiap orang berhak mempunyai hak punya privat dan hak punya berikut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapa pun.

Pasal 28I
(1) Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan asumsi dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai privat di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun.
(2) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang berbentuk diskriminatif atas dasar apa pun dan berhak meraih bantuan pada perlakuan yang berbentuk diskriminatif itu.
(3) Identitas budaya dan hak penduduk tradisional dihormati serasi bersama pertumbuhan zaman dan peradaban.
(4) Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara, khususnya pemerintah.
(5) Untuk menegakkan dan melindungi hak asasi manusia sesuai bersama komitmen negara hukum yang demokratis, maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin, di atur, dan dituangkan dalam ketentuan perundang-undangan.

Pasal 28J
(1) Setiap orang wajib menghargai hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
(2) Dalam mobilisasi hak dan kebebasannya, tiap tiap orang wajib tunduk kepada pembatasannya yang ditetapkan bersama undang-undang bersama maksud sematamata untuk menjamin pernyataan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai bersama pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, danketertiban lazim dalam suatu penduduk demokratis.

2. Instrumen HAM dalam ketetapan MPR RI dapat diamati dalam Tap. MPR No. XVII/ 1996 tentang Pandangan dan Sikap Bangsa Indonesia pada HAM dan Piagam HAM Nasional.

3. Instrumen HAM dalam UU yang dulu dikeluarkan pemerintah, antara lain sebagai berikut:
a) UU No. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara.
b) UU No. 5 Tahun 1998 tentang Ratifikasi Konvensi Anti Penyiksaan, Perlakuan atau Penghukuman yang Kejam Tidak Manusiawi dan Merendahkan Martabat.
c) UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
d) UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kebebasan Menyatakan Pendapat.
e) UU No. 11 Tahun 1998 tentang Amandemen pada UU No. 25 Tahun 1997 tentang Hubungan Perburuhan.
f) UU No. 19 Tahun 1999 tentang Ratifikasi Konvensi ILO No. 105 tentang Penghapusan Pekerja secara Paksa.
g) UU No. 20 Tahun 1999 tentang Ratifikasi Konvensi ILO No. 138 tentang Usia Minimum bagi Pekerja.
h) UU No. 21 Tahun 1999 tentang Ratifikasi Konvensi ILO No. 11 tentang Diskriminasi dalam Pekerjaan.
i) UU No. 26 Tahun 1999 tentang Pencabutan UU No. 11 Tahun 1963 tentang Tindak Pidana Subversi.
j) UU No. 29 Tahun 1999 tentang Ratifikasi Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi.
k) UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.
l) UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.
m) UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM.

4. Instrumen hak asasi manusia dalam ketentuan pemerintah, Keputusan Presiden, dan Instruksi Presiden, antara lain sebagai berikut:
a) Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perpu) No. 1 Tahun 1999 tentang Pengadilan HAM.
b) Keputusan Presiden RI Nomor 50 Tahun 1993 tentang Komisi Nasional Hak Asasi Manusia.
c) Keputusan Presiden RI Nomor 181 Tahun 1998 tentang Komisi Nasional Anti Kekerasan pada Perempuan.
d). Keputusan Presiden RI Nomor 129 Tahun 1998 tentang Rencana Aksi Nasional Hak-Hak Asasi Manusia Indonesia.
e) Instruksi Presiden RI Nomor 26 Tahun 1998 tentang Menghentikan Penggunaan Istilah Pribumi dan Nonpribumi dalam Semua Perumusan dan Penyelenggaraan Kebijakan, Perencanaan Program, ataupun Pelaksanaan Kegiatan Penyelenggaraan Pemerintahan.

Sumber : https://tutorialbahasainggris.co.id/motivation-letter-5-cara-dan-contoh-membuat-motivation-letter-bahasa-inggris/

Baca Juga :